Incar Bali, PTDI Lanjutkan Pengembangan Pesawat N219 Amfibi

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) melanjutkan langkah komersialisasi pesawat N219 Nurtanio dengan pengembangan versi ampibi pada awal tahun ini.

Anitana Widya Puspa

18 Feb 2024 - 14.09
A-
A+
Incar Bali, PTDI Lanjutkan Pengembangan Pesawat N219 Amfibi

N219 Nurtanio merupakan moda transportasi yang cocok untuk membuka, meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta menjaga pertahanan dan keamanan di daerah terpencil. - Foto PTDI

Bisnis, JAKARTA – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) melanjutkan langkah komersialisasi pesawat N219 Nurtanio dengan pengembangan versi ampibi pada awal tahun ini.

Direktur Niaga, Teknologi dan Pengembangan PTDI Moh Arif Faisal PTDI mengatakan pengembangan lanjutan pesawat N219 versi basic menjadi versi amphibi akan dimulai pada awal 2024 dengan dukungan penuh dari Bappenas.

"Kami harapkan kedua versi pesawat tersebut akan berperan penting dalam peningkatan konektivitas wilayah Bali, khususnya sebagai hub pariwisata Indonesia," katanya melalui keterangan resmi, Jumat (16/2/2024).

Menurutnya, pengembangan ekosistem kedirgantaraan di Bali merupakan langkah awal yang strategis dalam menyukseskan komersialisasi pesawat N219.

N219 merupakan pesawat terbang 100% buatan anak bangsa, hasil kerja sama PTDI dengan Badan Riset & Inovasi Nasional (sebelumnya LAPAN) yang pada 16 Agustus 2017 melakukan uji terbang perdana dan pada 10 November 2017 diberi nama 'Nurtanio' oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Hingga akhirnya berhasil memperoleh Type Certificate (TC) pada 22 Desember 2020 yang diterbitkan oleh Direktorat Kelaikudaraan & Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Kementerian Perhubungan RI, dengan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN sebesar 44,69%.

Selanjutnya, kualitas pesawat tipe ini terus ditingkatkan, sehingga dapat memberikan dampak pertumbuhan (spin-over) terhadap ekosistem industri dalam negeri, termasuk industri di daerah, salah satunya dalam hal pengoperasian maupun kegiatan maintenance/pemeliharaan pesawat.

Pesawat komuter kategori CASR 23, N219 dikembangkan secara khusus untuk dapat mendukung pembangunan konektivitas dan aksesbilitas daerah 3TP (tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan) dengan kemampuan short take off landing di landasan kurang dari 800 meter dan tidak beraspal.

Dalam pemanfaatannya, pesawat N219 dapat digunakan dengan berbagai konfigurasi sesuai kebutuhan pengguna, baik untuk angkut penumpang, logistik, maupun evakuasi medis dan penerbagan dokter.

Fasilitas perakitan pesawat N219 Nurtanio. - Foto PTDI


Baca Juga : 

Komunitas Nahdliyin Borong 11 Pesawat CN219 Senilai US$80,5 Juta

Menangkap Prospek Mengilap Industri Bengkel Pesawat

Bali menjadi wilayah kedua di mana PTDI diberikan kesempatan oleh Bappenas untuk berpartisipasi dalam program transformasi ekonomi nasional melalui optimalisasi pemanfaatan pesawat N219 produksi PTDI setelah sebelumnya di Kepulauan Riau.

Dia menjelaskan pengembangan ekosistem industri dirgantara di Bali kali ini akan dimulai dengan mengusung konsep aviation training tourism.

Oleh karenanya, PTDI juga menandatangani kesepakatan kerja sama pengembangan pusat pelatihan kedirgantaraan dengan Bali International Flight Academy (BIFA).

Selain itu, kerja sama pembangunan fasilitas MRO pesawat terbang dengan PT Mulya Sejahtera Technology (MS Tech); pembangunan fasilitas MRO untuk engine & propulsi pesawat terbang dengan anak perusahaannya, dalam hal ini PT Nusantara Turbin & Propulsi (PT NTP); dan pengembangan tourism flight di Bali dengan PT Wisarada Sarana Aviasi (Wise Air).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.