Free

Indeks Pariwisata Naik Bukan Tanda Industri Pulih

Indeks kinerja pariwisata Indonesia melesat hingga menempati peringkat 22 dunia. Meski begitu, para pemangku kepentingan tak boleh berpuas diri.

Ni Luh Anggela

28 Mei 2024 - 13.52
A-
A+
Indeks Pariwisata Naik Bukan Tanda Industri Pulih

Wisatawan menikmati pemandangan matahari terbit dari Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Bisnis/Rachman

Bisnis, JAKARTA – Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) melaporkan bahwa indeks kinerja pariwisata Indonesia melesat hingga menempati peringkat 22 dunia

Pengamat Pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Chusmeru mengatakan bahwa hal tersebut tidak lantas menjadi patokan pariwisata Indonesia sudah pulih sepenuhnya dari pandemi Covid-19.

“Masih ada kendala ekonomi dalam negeri terutama yang berkaitan dengan harga komoditas pangan yang terus melambung serta biaya transportasi di Indonesia yang cukup tinggi,” katanya kepada Bisnis, Senin (27/5/2024).

Baca juga: Menghidupkan Industri Hilir Rumput Laut

Kendati demikian, Chusmeru menjelaskan bahwa capaian positif itu perlu diapresiasi. Menurutnya, kinerja yang baik ini tidak terlepas dari tingkat kompetisi di sektor pariwisata dan keunggulan nilai komparatif yang dimiliki Indonesia.

Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan dalam hal paket wisata yang komplet, didukung oleh alam, budaya, hingga kuliner dan kerajinan khas Indonesia. 

Keuntungan lainnya dalam hal keamanan, jaminan kesehatan, maupun kenyamanan bagi wisatawan. Hal ini terbukti dari beberapa kegiatan internasional yang selalu sukses digelar di Tanah Air, baik berupa konferensi internasional, olahraga, maupun konser musik.

“Ini tentu modal penting bagi Indonesia untuk lebih meningkatkan peringkatnya di tahun-tahun kemudian,” ujarnya.

Senada, Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Maulana Yusran mengatakan bahwa pariwisata nasional belum pulih meski Indeks Kinerja Pariwisata menunjukkan kinerja yang positif.

 

 

Mengingat, masih ada sejumlah catatan yang perlu diperbaiki Indonesia dalam Indeks Kinerja Pariwisata tersebut. Di antaranya, meningkatkan isu keberlanjutan, infrastruktur, hingga kesiapan digitalisasi.

“Jadi, kita juga masih kalah bersaing walaupun ranking di atas negara Asean yang lain,” ungkap Alan.

Untuk diketahui, WEF dalam rilis Indeks Kinerja Pariwisata menempatkan Indonesia pada peringkat 22 dengan skor 4,46. Skor tersebut melampaui Malaysia dengan skor 4,28, Thailand 4,12, dan Vietnam 3,96. 

Baca juga: Indeks Pariwisata Naik ke Peringkat 22 Dunia, RI Sudah Pulih dari Pandemi?

Kendati begitu, skor tersebut sedikit lebih rendah dibanding Singapura yang tercatat mencapai 4,76, menjadikannya sebagai negara dengan Indeks Kinerja Pariwisata terbaik di Asia Tenggara.

Adapun, Indonesia mendapat skor tertinggi untuk kategori prioritization of travel & tourism dengan skor 6,03, diikuti safety and security 5,77, dan price competitiveness dengan skor 5,44.

Namun, masih terdapat kategori yang perlu diperbaiki. Diantaranya, kategori tourist services and infrastructure yang tercatat hanya 1,90, diikuti kategori non-leisure resources 3,06, dan health and hygiene 3,78.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.