Induk Facebook Siapkan Rencana PHK Massal

Serangkaian aksi pemutusan hubungan kerja atau PHK terjadi di kalangan raksasa teknologi atau Big Tech. Setelah Twitter Inc., giliran Meta Platforms Inc. milik Mark Zuckerberg yang dikabarkan akan merumahkan pegawainya dalam jumlah masif.

Nindya Aldila

7 Nov 2022 - 12.12
A-
A+
Induk Facebook Siapkan Rencana PHK Massal

CEO Facebook Mark Zuckerberg/Istimewa

Bisnis, JAKARTA - Serangkaian aksi pemutusan hubungan kerja atau PHK terjadi di kalangan raksasa teknologi atau Big Tech. Setelah Twitter Inc., giliran Meta Platforms Inc. milik Mark Zuckerberg yang dikabarkan akan merumahkan pegawainya dalam jumlah masif.

Dilansir New York Times pada Senin (7/11/2022), tiga orang sumber yang tidak disebutkan identitasnya mengungkap aksi PHK ini akan menjadi yang paling signifikan sejak perusahaan didirikan pada 2004.

Kendati demikian, belum jelas berapa jumlah pasti pegawai yang akan diberhentikan, menyusul pengumuman akan dilakukan pada pekan ini. Hingga saat ini, total pegawai Meta mencapai 87.314, naik 28 persen dari tahun lalu.

Sejatinya informasi serupa sempat terdengar pada awal Oktober. Meta dikabarkan akan merumahkan sekitar 12.000 karyawan atau sekitar 15 persen secara global akibat ketidakpastian global dan landainya pendapatan.

CEO Meta Mark Zuckerberg telah memberi sinyal sejak Juli, bahwa ke depannya perusahaan akan menghentikan perekrutan tenaga kerja dan melakukan restrukturisasi beberapa tim untuk memangkas pengeluaran dan menyelaraskan kembali prioritas perusahaan.

Zuckerberg memaparkan akan mengurangi anggaran di sebagian besar tim, bahkan yang sedang berkembang, sehingga masing-masing tim akan memilah cara menangani perubahan jumlah karyawan.

Baca juga: Facebook Dikabarkan akan PHK 12.000 Karyawan

Kondisi keuangan perusahaan yang cekak turut menjadi alasan mengapa PHK masuk akal. Induk usaha dari Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger ini telah menghabiskan miliaran dolar untuk pengembangan metaverse di tengah perlambatan ekonomi global.

Pasar iklan digital yang lesu yang juga dibarengi dengan perubahan kebijakan privasi pengguna Apple, telah membatasi pendapatan Meta.

Profit perusahaan anjlok hingga 50 persen pada kuartal III/2022 akibat penurunan penjualan untuk dua kuartal berturut-turut. Menanggapi hal itu, jajaran eksekutif memutuskan akan melakukan efisiensi.

Zuckerberg telah memperingatkan bahwa bisnis perusahaan sedang menghadapi kejatuhan terparah sepanjang sejarahnya. Para pegawai harus bersiap bahwa mereka akan diurutkan sesuai dengan kinerjanya.

"Saya rasa beberapa dari kalian akan memutuskan bahwa perusahaan ini bukan untuk anda, dan menyeleksi diri itu rasanya tidak mengapa. Sejujurnya, ada banyak pegawai yang seharusnya tidak di sini," ujar Zuckerberg dalam sebuah panggilan kepada para pegawai.

Rencana PHK sudah direalisasikan terlebih dahulu oleh rekan-rekan Silicon Valley yang lain seperti Netflix, PayPal, Tesla, dan yang terbaru Twitter.

Baca juga: Menanti Wajah Baru Twitter Setelah Elon Musk PHK 7.500 Karyawan

Sebelumnya, Kepala Keamanan dan Integritas Twitter, Yoel Roth mengatakan bahwa Twitter memberhentikan 50 persen dari karyawannya, termasuk karyawan tim kepercayaan dan keselamatan,

Para karyawan yang sebelumnya dilepas itu ialah masuk ke dalam tim yang bertanggung jawab dalam komunikasi, kurasi konten, hak asasi manusia, dan etika pembelajaran mesin, serta beberapa tim produk dan teknik.

Musk menyelesaikan akuisisi platform media sosial besar di dunia, Twitter senilai US$44 miliar pada akhir pekan lalu, seperti dilansir dari CNA, pada Senin (7/11/2022).

Lebih lanjut, ia juga dengan cepat mulai membubarkan dewannya dan memecat kepala eksekutif serta manajer puncaknya.

(Erta Darwati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.