Industri Kimia dan Tambang Dominasi Investasi di Kaltim

Industri kimia memberikan kontribusi terbesar hingga mencapai 51,3 persen. Sedangkan lapangan usaha pertambangan dengan nilai 31,52 persen.

Jaffry Prabu Prakoso

2 Jan 2023 - 16.25
A-
A+
Industri Kimia dan Tambang Dominasi Investasi di Kaltim

Salah satu lokasi pertambangan batu bara di Kalimantan Timur./JIBI-Rachmad Subiyanto

JAKARTA – Industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi merupakan lapangan usaha dengan penyerapan investasi tertinggi yang masuk ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2022 dengan nilai Rp5 triliun. Angka tersebut khusus capaian dari sisi penanaman modal dalam negeri (PMDN).

"Investasi PMDN yang masuk ke Kaltim pada triwulan I, II, dan III atau selama Januari—September 2022 total senilai Rp9,74 triliun dari lebih 20 lapangan usaha," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltim Puguh Harjanto di Samarinda, Minggu (1/1/2023 dikutip dari Antara).

Dari total investasi PMDN hingga triwulan III/2022 yang sebesar 9,74 triliun, sementara lapangan usaha industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi yang menarik investasi sebesar Rp5 triliun, artinya sektor ini memberikan kontribusi terbesar hingga mencapai 51,3 persen.


Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengunjungi lokasi proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang terletak di Kutai Timur, Kalimantan Timur, Rabu (19/1/2022)./BKPM


Kontribusi investasi kedua dari PMDN adalah lapangan usaha pertambangan dengan nilai Rp3,07 triliun atau sebesar 31,52 persen, disusul lapangan usaha tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan sebagai kontributor ketiga dengan nilai Rp459,53 miliar atau sebesar 4,72 persen.

Khusus di triwulan III/2022, lanjut Puguh, secara keseluruhan terdapat sekitar 21 subsektor usaha yang berkontribusi terhadap nilai investasi PMDN. Sementara dari sisi penyerapan tenaga kerja, terdistribusi pada subsektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan menyerap tenaga kerja paling banyak.

Sektor ini mampu menyerap tenaga Indonesia paling banyak hingga mencapai 3.817 orang atau sebesar 33,83 persen dari total jumlah tenaga kerja Indonesia yang terserap melalui investasi PMDN.

Baca juga: Industri Kimia dan Farmasi: Susut Produksi, Tumbuh Investasi

Berikutnya adalah subsektor pertambangan menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 2.931 orang atau 33,83 persen dari total tenaga kerja Indonesia yang terserap.

Kemudian lapangan usaha dari subsektor perdagangan dan reparasi, berhasil menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 469 orang atau sebesar 5,41 persen.


Dia juga mengatakan bahwa PMDN masuk ke Kaltim periode Januari—September terdiri dari tiga kategori. Pertama adalah kategori investasi primer terdapat empat sektor. Semuanya adalah adalah tanaman pangan, perkebunan dan peternakan; sektor kehutanan; sektor perikanan; dan sektor pertambangan.

Berikutnya adalah kategori investasi sekunder terdapat 12 sektor, antara lain industri makanan, tekstil, barang dari kulit alas kaki, kayu, kertas dan percetakan, kimia dasar, barang kimia dan farmasi, serta Industri karet, barang dari karet dan plastik.

Baca juga: PNBP Sektor Tambang Tembus Rp173,5 Triliun, 170% dari Target

"Untuk investasi kategori tersier, terdapat tujuh sektor yang masuk, yakni sektor listrik, gas dan air, konstruksi, perdagangan dan reparasi, hotel dan restoran, transportasi, gudang dan komunikasi, perumahan, kawasan industri dan perkantoran, serta jasa lainnya," ujar Puguh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.