Free

Industri Tekstil Rugi Rp575 Miliar karena Cuti Iduladha Ditambah

Terdapat 250 perusahaan tekstil yang masih tetap beroperasi pada satu hari sebelum dan sesudah Hari Raya Iduladha.

Jaffry Prabu Prakoso

21 Jun 2023 - 18.24
A-
A+
Industri Tekstil Rugi Rp575 Miliar karena Cuti Iduladha Ditambah

Proses penjahitan produk tekstil di pabrik PT Pan Brothers Tbk. /panbrotherstbk.com.

Bisnis, JAKARTA – Pengusaha industri tekstil mengeluhkan penambahan hari libur nasional Iduladha oleh pemerintah secara mendadak. Alasannya adalah hal ini dapat merugikan sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) hingga Rp575 miliar. 

Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama 3 Menteri menetapkan Hari Raya Iduladha 1444 H jatuh pada Kamis (29/6/2023), sedangkan satu hari sebelum dan sesudah Hari Raya Iduladha ditetapkan sebagai hari libur cuti bersama. Dengan demikian, hari libur menjadi 28 hingga 30 Juni 2023.

Sekretaris Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Danang Girindrawardana menuturkan bahwa penambahan hari libur secara mendadak tersebut dapat merugikan pengusaha dari berbagai sisi, termasuk upah pekerja yang membludak. 


Seorang karyawan tengah menjahit seragam militer di pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk. Divisi garmen merupakan salah satu pilar usaha perusahaan tekstil berbasis di Solo tersebut./sritex.co.id


Dalam perhitungannya, ada beberapa perusahaan yang mengikuti ketentuan pemerintah untuk meliburkan karyawannya pada hari libur cuti bersama. Danang memperkirakan ada sekitar 250 perusahaan yang masih tetap beroperasi pada satu hari sebelum dan sesudah Hari Iduladha.

Danang memproyeksikan perusahaan yang beroperasi tersebut memiliki karyawan sekitar 5.000 orang. Dengan demikian dalam perhitungannya, penambahan hari libur ini akan merugikan industri TPT dari hulu hingga hilir sekitar Rp575 miliar.

Baca juga: Pabrik Foil Tembaga Perkuat Ekosistem EV Indonesia

“Dengan asumsi karyawan rata-rata di 5.000 orang, dan berdampak pada 250 perusahaan yang mengambil kebijakan beroperasi selama libur nasional, maka estimasi kerugian yang dialami oleh 250 perusahaan ada di angka sekitar Rp575 miliar,” tutur Danang kepada Bisnis pada Rabu (21/6/2023). 

Lebih lanjut, Danang menjelaskan bahwa dalam penambahan jumlah hari libur ini, pemerintah tidak memikirkan pengusaha sektor manufaktur yang akan terdampak cukup signifikan. 

Terlebih menurutnya TPT menjadi salah satu sektor yang terganggu dari segi produktivitas oleh libur Hari Idulfitri lalu.

“Pengaruhnya di industri sangat besar bukan sekadar jadi beban finansial karena akan ada lembur dadakan di banyak pabrik yang sedang kejar target produksi. Efek dominonya ke sektor lain, misalnya transportasi logistik dan supply chain,” kata Danang.

Baca juga: Tiga Penyebab Sengat Kuat Pasar Amoniak Hijau

Menurutnya dalam menentukan hari libur, pemerintah cenderung lebih memikirkan aspek wisata, dan justru menambah beban industri padat karya. 

“Saat ini, sektor manufaktur padat karya sedang terpuruk. Kalau tambah banyak hari libur nasional dadakan, bakal makin terpuruk produktivitasnya. Dari sisi produsen, kami menyesalkan keputusan ini. Harus diperbaiki,” pungkas Danang. (Widya Islamiati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.