Free

Ini Daftar 174 Saham Emiten Dipantau Khusus BEI Mulai Juni 2023

Ada 24 emiten yang baru masuk dalam daftar tersebut pada 31 Mei 2023 sehingga menambah jajaran 150 emiten yang sudah ada sebelumnya.

Rizqi Rajendra

2 Jun 2023 - 14.47
A-
A+
Ini Daftar 174 Saham Emiten Dipantau Khusus BEI Mulai Juni 2023

Karyawan beraktivitas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (6/3/2023). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan daftar terbaru saham emiten atau efek bersifat ekuitas dalam pemantauan khusus, yang berlaku efektif 5 Juni 2023. BEI mengumumkan daftar tersebut untuk memberikan perlindungan kepada investor yang memiliki saham di emiten terkait.

Totalnya, ada 174 emiten yang masuk radar pemantauan khusus oleh BEI. Ada 24 emiten yang baru masuk dalam daftar tersebut pada 31 Mei 2023 sehingga menambah jajaran 150 emiten yang sudah ada sebelumnya.

Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma, mengatakan bahwa dalam menetapkan daftar tersebut, Bursa merujuk pada Peraturan Nomor II-S tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus.

Penetapan daftar ini juga dilakukan dalam rangka memberikan perlindungan kepada investor terkait informasi fundamental dan/atau likuiditas perusahaan tercatat.

"Dengan ini Bursa menetapkan Daftar Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus berlaku efektif pada tanggal 5 Juni 2023," ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Kamis, (1/6/2023).


Adapun, dari 24 emiten yang baru masuk daftar efek bersifat ekuitas dalam pemantauan khusus tersebut, terdapat entitas Grup Djarum yakni PT Solusi Tunas Pratama Tbk. (SUPR).

Selain itu, ada juga emiten Grup Sinarmas yakni PT Dian Swastika Sentosa Tbk. (DSSA) dan PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk. (LIFE).

Ketiga emiten tersebut dipantau BEI karena memenuhi kriteria 7, yakni memiliki likuiditas rendah dengan kriteria nilai transaksi rata-rata harian saham kurang dari Rp5 juta dan volume transaksi rata-rata harian saham kurang dari 10.000 saham selama 6 bulan terakhir di pasar reguler.

Totalnya, ada 11 kriteria efek bersifat ekuitas dalam pemantauan khusus BEI, berikut daftar lengkapnya:

1. Harga rata-rata saham selama 6 (enam) bulan terakhir di Pasar Reguler kurang dari Rp51.

2. Laporan Keuangan Auditan terakhir mendapatkan opini tidak menyatakan pendapat (disclaimer).

3. Tidak membukukan pendapatan atau tidak terdapat perubahan pendapatan pada Laporan Keuangan Auditan dan/atau Laporan Keuangan Interim terakhir dibandingkan dengan laporan keuangan yang disampaikan sebelumnya.

4. a. Untuk Perusahaan Tercatat yang bergerak dalam bidang usaha pertambangan mineral dan batubara yang telah melaksanakan tahapan operasi produksi namun belum sampai tahapan penjualan atau yang belum memulai tahapan operasi produksi pada akhir tahun buku ke-4 sejak tercatat di Bursa, belum memperoleh pendapatan dari kegiatan usaha utama (core business).

b. Untuk Perusahaan Tercatat yang merupakan induk perusahaan yang memiliki Perusahaan Terkendali yang bergerak di bidang mineral dan batu bara yang telah melaksanakan tahapan operasi produksi namun belum sampai tahapan penjualan atau yang belum memulai tahapan operasi produksi pada akhir tahun buku ke-4 sejak tercatat di Bursa, belum memperoleh pendapatan dari kegiatan usaha utama (core business).

5. Memiliki ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir.

6. a. Tidak memenuhi persyaratan untuk dapat tetap tercatat di Bursa sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat, untuk Perusahaan Tercatat yang sahamnya tercatat di Papan Utama atau di Papan Pengembangan.

b. Tidak memenuhi persyaratan untuk dapat tetap tercatat di Bursa sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor I-V tentang Ketentuan Khusus Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham di Papan Akselerasi yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat, untuk Perusahaan Tercatat yang sahamnya tercatat di Papan Akselerasi.

7. Memiliki likuiditas rendah dengan kriteria nilai transaksi rata-rata harian saham kurang dari Rp5 juta dan volume transaksi rata-rata harian saham kurang dari 10.000 saham selama 6 bulan terakhir di Pasar Reguler.

8. Dalam kondisi dimohonkan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) atau dimohonkan pailit.

9. Memiliki anak perusahaan yang kontribusi pendapatannya material bagi Perusahaan Tercatat dan anak perusahaan tersebut dalam kondisi dimohonkan PKPU atau dimohonkan pailit.

10. Dikenakan penghentian sementara perdagangan Efek selama lebih dari 1 Hari Bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan.

11. Kondisi lain yang ditetapkan oleh Bursa setelah memperoleh persetujuan atau perintah dari Otoritas Jasa Keuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.