Ini Tiga Fakta di Balik Mahalnya Harga Kaviar

Makanan ini telah dikenal sebagai hidangan mahal dan mewah dan ditujukan sebagai pelengkap berupa garnish atau taburan pada makanan tertentu.

Laurensia Felise

30 Nov 2021 - 15.01
A-
A+
Ini Tiga Fakta di Balik Mahalnya Harga Kaviar

Ilustrasi kaviar/wikipedia

Bisnis, JAKARTA - Kaviar merupakan menu spesial yang dihidangkan juru masak Wolfgang Puck pada acara pernikahan sosialita Paris Hilton pada pertengahan November 2021.

Kala itu, Puck membuat satu tempat khusus yang menghidangkan masakan dengan bahan utama kaviar karena Paris Hilton menyukai makanan tersebut.

Tidak hanya Paris Hilton, sejumlah figur publik juga menyukai hidangan yang diambil dari telur ikan dengan tekstur yang kenyal itu. Sebenarnya, apa itu kaviar dan mengapa harganya begitu tinggi?

Ilustrasi kaviar/Unsplash

Kaviar sendiri merupakan makanan dari telur ikan, umumnya menggunakan ikan sturgeon, yang telah melalui pemrosesan dan pemberian garam.

Makanan ini memang telah dikenal sebagai hidangan yang mahal dan mewah dan ditujukan sebagai pelengkap berupa garnish atau taburan pada makanan tertentu.

Ikan sturgeon yang menghasilkan kaviar memiliki 26 varietas dan biasanya penghasil kaviar ada pada ikan berjenis kelamin betina. 

Dengan berbagai jenis caviar yang diperjualbelikan, kaviar jenis Almas dari ikan Beluga asal Iran merupakan yang termahal.

Guinness World Record mencatat kaviar tersebut dijual seharga US$$34.500 atau sekitar Rp494,73 juta.

1. Produksinya butuh waktu lama

Harga kaviar yang mahal ternyata disebabkan karena varietas ikan dan kualitas yang dihasilkan ditambah dengan durasi seekor ikan sturgeon betina selama 10-15 tahun untuk menghasilkan telur ikan yang berkualitas.

Bahkan dalam beberapa kasus, ikan sturgeon varietas tertentu membutuhkan waktu hingga 20 tahun untuk menghasilkan telur.

Meski kini telur ikan untuk kaviar bisa didapat dengan cara yang lebih ramah hewan, dahulu pembunuhan terhadap ikan justru dilakukan agar bisa mendapatkannya.

2. Proses pengolahan sulit

Faktor lain yang membuat kaviar memiliki harga tinggi adalah karena kualitas telur ikan yang dihasilkan dari proses produksinya.

Ilustrasi kaviar/wikipedia

Jika peternak kaviar melakukannya sesuai dengan waktu dan prosedur yang ditentukan, maka kaviar yang dihasilkan berpotensi memiliki kualitas tinggi.

Sebaliknya, jika peternak tidak mengikuti proses peternakan yang sesuai, kualitas kaviar yang dihasilkan menjadi rendah dan murah.

3. Jumlah terbatas permintaan tinggi

Faktor terakhir dari mahalnya kaviar ada pada hasilnya.

Setidaknya kaviar memiliki dua kategori, yaitu A-Grade atau Grade 1 yang memiliki kualitas yang baik sesuai dengan standar utama untuk penyajian makanan dan B-Grade atau Grade 2 yang lebih kecil, lembut, dan basah sehingga memiliki harga yang lebih murah.

Dengan terbatasnya kaviar tapi kebutuhannya yang tinggi ditambah dengan faktor durasi, varietas, hingga kualitas penggaraman, ini yang kemudian membuatnya memiliki harga yang meroket tinggi.

Harga kaviar jauh lebih tinggi dibandingkan telur ikan salmon yang umum digunakan di dalam olahan makanan sushi atau makanan Jepang lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rustam Agus

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.