Ini Tips Waspada Kejahatan Siber dengan Modus Phishing

Tujuan pelaku kejahatan ini meyakinkan pengguna untuk mengarahkan mereka ke tautan situs web palsu dan memasukkan informasi penting, seperti akun login dan kata sandi hingga rekening bank.

Rustam Agus

15 Nov 2021 - 08.03
A-
A+
Ini Tips Waspada Kejahatan Siber dengan Modus Phishing

Ilustrasi kejahatan siber/istimewa

Bisnis, JAKARTA - Salah satu modus para pelaku kejahatan siber untuk mendapatkan informasi pribadi di internet adalah dengan melakukan phishing atau pengelabuan.

Kejahatan siber ini merupakan teknik yang sangat umum dan gampang ditemukan dalam berbagai saluran aplikasi digital yang kita gunakan sehari-hari.

Kalian mungkin pernah menerima email atau notifikasi lainnya tentang memenangkan hadiah atau bahkan informasi tidak jelas mengenai pemblokiran akun. Itu merupakan tanda-tanda penipuan daring memakai phishing.

Tujuan para pelaku kejahatan ini adalah meyakinkan pengguna untuk mengarahkan mereka ke tautan situs web palsu dan memasukkan informasi penting, seperti akun login dan kata sandi hingga rekening bank.

Ilustrasi phishing/Freepik

Mengutip informasi dari perusahaan keamanan siber Kaspersky, berikut ini adalah beberapa tip mengenali phishing dan menlindungi diri dari upaya kejahatan siber tersebut. 

1. Periksa dan cermati email dengan seksama

Saat kalian menerima email, jangan terburu-buru untuk membuka, membalas, dan mengikuti instruksi yang ada di dalamnya.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari tanda-tanda phishing.

Umumnya, pesan yang mengandung phishing memiliki beberapa tanda seperti subjek pesan yang bombastis, adanya kesalahan ketik, ejaan hingga karakter yang tidak pas dalam teks, menyertakan tautan email mirip perusahaan atau layanan tertentu.

2. Waspadai aplikasi perpesanan dan media sosial

Selain email, pesan yang berisi tautan phishing juga bisa ditemukan di berbagai aplikasi perpesanan dan jejaring sosial tak terkecuali WhatsApp, Facebook, Twitter, Instagram, Discord, dan yang lainnya.

Selalu lakukan pemeriksaan pada berbagai tautan dan media yang dikirimkan di pesan pribadi atau grup, terlebih dari orang yang tidak dikenal. Upaya blast message masih banyak dilakukan oleh para pelaku kejahatan siber. 

3. Berhenti sejenak sebelum memasukkan informasi pribadi

Informasi pribadi seperti detail kartu bank bersifat rahasia dan sensitif.

Itu sebabnya, terlepas dari bagaimana kalian masuk ke situs atau layanan tertentu, lakukanlah pemeriksaan ulang sebelum memasukkan detail informasi terkait.

Periksa dengan cermat alamat situs apakah ada kesalahan ketik dari layanan resminya.

Ilustrasi pentingnya keamanan siber/istimewa

Anda juga bisa melihat informasi pemilik situs melalui fitur gembok di bilah alamat untuk memastikan keasliannya.

4. Gunakan kata sandi yang berbeda

Menggunakan kata sandi yang sama untuk akun yang berbeda sangat berisiko membuat semua akun diretas, kendati sandinya bersifat sangat kuat.

Sangat disarankan menggunakan kata sandi yang berbeda untuk berbagai layanan.

Jika kalian merasa sulit menemukan dan mengingat banyak kata sandi untuk banyak prom, gunakanlah pengelola kata sandi.

Pilih layanan password manager yang sudah punya reputasi dan melakukan end-to-end encryption.

5. Pakai otentikasi dua faktor

Otentikasi dua faktor atau dua langkah verifikasi dapat mengentikan upaya peretasan akun dari informasi login dan kata sandi.

Saat ini, berbagai layanan telah memiliki teknologi keamanan ini.

Selain itu, kalian juga bisa menggunakan otentikasi berbasis perangkat keras atau otentikasi berbasis NFC dan Bluetooth untuk terhubung ke perangkat seluler.

Ini bisa menjadi opsi untuk lebih mengamankan informasi daring pengguna. (Syaiful Millah)

Editor: Rustam Agus

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.