Inovasi Keuangan Digital demi Bertahan dari Ancaman Resesi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong inovasi keuangan digital di Indonesia untuk menghadapi ancaman resesi 2023.

Jaffry Prabu Prakoso

4 Jan 2023 - 19.38
A-
A+
Inovasi Keuangan Digital demi Bertahan dari Ancaman Resesi

Ilustrasi literasi keuangan digital. Keuangan digital dinilai dapat menjaga perekonomian nasional di tengah ancaman resesi tahun 2023/Freepik

JAKARTA – Dalam upaya menjaga resiliensi perekonomian hadapi ancaman resesi global 2023, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung inovasi keuangan digital yang difokuskan dalam memacu pemulihan ekonomi nasional.

Salah satu upaya yang telah dilakukan OJK yakni melalui penyelenggaraan sejumlah rangkaian kegiatan 4th Indonesia Fintech Summit (IFS) dan Bulan Fintech Nasional (BFN) yang digelar pada 2022 lalu.

"Kegiatan IFS dan BFN merupakan upaya OJK dalam memfasilitasi forum pertemuan antara para pimpinan lembaga keuangan, asosiasi, dan pelaku fintech lokal dan mancanegara dan efektif menghasilkan output," tulis OJK dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (4/1/2023).

Lebih lanjut, terdapat tiga output utama yang dihasilkan. Pertama, mengenai integrasi asosisasi fintech antara AFTECH dan AFPI dalam rangka menciptakan sinergi dan integrasi dalam industri fintech.

Baca juga: Beda Nasib Kinerja Keuangan Bank-bank Digital

Di samping itu, melalui pertemuan tersebut, penguatan kerjasama antara regulator sektor jasa keuangan di wiayah Asia-Pasifik melalui regulatory roundtable dan penandatanganan komitmen bersama terkait pelaksanaan responsible artificial intelligence (AI) juga berhasil dilaksanakan.

"Selain itu, OJK juga meluncurkan inisiatif seperti chatbot OJK, modul literasi keuangan digital topik customer support channel, dan program capacity building suptech dan regtech OJK," tambah OJK.

Ke depan, OJK dilaporkan akan mencermati perkembangan perekonomian dan sektor keuangan di 2023 terutama terkait dampak berakhirnya pandemi Covid-19 di Indonesia, mengimplementasikan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), serta dimulainya tahapan pemilihan umum.

Dengan berbagai langkah kebijakan yang diambil dan didukung dengan sinergi bersama pemangku kepentingan serta perkembangan yang baik di 2022, OJK optimistis sektor jasa keuangan mampu berdaya tahan dalam menghadapi tantangan ke depan. 

Baca juga: Brutalnya Pasar Saham Global Tahun 2022, US$30 Triliun Hilang

"Kami berharap kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan tetap terjaga sehingga dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional," tutup OJK.

Dorong Konsolidasi BPR 

Di saat yang sama, OJK akan semakin gencar mendorong agar Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) berkonsolidasi tahun ini.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan bahwa BPR dan BPRS merupakan lembaga jasa keuangan yang dibutuhkan oleh masyarakat, terutama masyarakat kecil serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Namun, saat ini keberadaannya kurang efisien. Berdasarkan data OJK, terdapat 1.612 BPR dan BPRS yang tersebar di seluruh Indonesia. Beberapa pemilik BPR baik individu maupun perusahaan juga diketahui bisa memiliki hingga 10 BPR.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae./Tangkap Layar

“Jadi, penanangannya butuh langkah-langkah yang tersusun dan sistematis,” ujarnya dalam paparan hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK pada Senin (2/1/2023).

Dia mengatakan bahwa tahun ini OJK akan mendorong percepatan konsolidasi BPR. “Kita dengan asosiasi akselerasikan agar percepat konsolidasi BPR. Kita dorong merger agar individu maupun perusahaan hanya memiliki atau jadi pemegang saham pengendali di satu BPR saja,” ujar Dian. (Alifian Asmaaysi dan Fahmi Ahmad Burhan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.