Intip Progres PSN Bendungan Budong-budong di Sulawesi Barat

Konstruksi pembangunan Bendungan Budong-Budong telah dimulai sejak Desember 2020 dengan nilai Rp1,02 triliun

Afiffah Rahmah Nurdifa

26 Feb 2024 - 15.16
A-
A+
Intip Progres PSN Bendungan Budong-budong di Sulawesi Barat

Bendungan Budong-Budong di Sulbar. /Dok. Kementerian PUPR

Bisnis, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan pembangunan Bendungan Budong-Budong di Kabupaten Mamuju Tengah Sulawesi Barat terus berlanjut. 

Bendungan pertama di Sulbar ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 yang bertujuan untuk menambah jumlah tampungan air guna mendukung program ketahanan pangan dan air. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan proyek Bendungan Budong-Budong dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan infrastruktur air sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing. 

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya, sehingga bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat bagi masyarakat, karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” ujarnya dikutip Senin (26/2/2024). 

Baca Juga: Patah Arang Penyelesaian 61 Bendungan Harus Mundur di 2025



Pembangunan bendungan dengan kapasitas tampung 65,18 juta meter kubik ini dlilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR. 

Ke depannya, Bendungan Budong-Budong dapat mendukung pengembangan Daerah Irigasi (DI) Budong-Budong seluas 3.577 hektare. Bendungan Budong-Budong juga memiliki potensi manfaat air baku sebesar 410 liter per detik. 

Kepala BWS Sulawesi III Kementerian PUPR Dedi Yudha Lesmana menuturkan konstruksi pembangunan Bendungan Budong-Budong telah dimulai sejak Desember 2020. 

“Progres konstruksi pembangunan bendungan pertama di Sulawesi Barat saat ini adalah 27%,” ucapnya. 

Kontraktor pelaksana proyek ini yaitu PT. Brantas Abipraya- PT. Bumi Karsa, KSO dan Konsultan Supervisi PT. Indra Karya – PT Tuah  Agung Anugrah – PT Ciriajasa E.C, KSO dengan kontrak sebesar Rp1,02 triliun. 

Selain irigasi dan penyediaan air baku, pembangunan bendungan ini juga sangat diperlukan sebagai pengendali banjir untuk kawasan rawan bencana seperti Kecamatan Budong-Budong, Topoyo, dan Karossa dengan mereduksi 60% dari 341,59 meter per detik menjadi 106,76 meter per detik. 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.