Free

Investasi “Gila-gilaan” Pabrik Baterai Litium LG Energy Solution

LG Energy Solution yang berpatungan dengan raksasa otomotif domestik Hyundai Motor menargetkan produksi massal baterai dengan kapasitas tahunan 10 gigawatt-jam di Indonesia mulai 2024

Zufrizal

25 Mar 2022 - 15.49
A-
A+
Investasi “Gila-gilaan” Pabrik Baterai Litium LG Energy Solution

Ilustrasi baterai pada kendaraan lisrik yang diproduksi LG./www.businesskorea.co.kr

Bisnis, JAKARTA — Produsen baterai asal Korea Selatan, LG Energy Solution, anak usaha LG Chem, pada Kamis (24/3/2022) mengumumkan rencana untuk membangun pabrik baterai ion litium senilai 4,8 triliun won atau setara dengan US$4,1 miliar di Ontario, Kanada, bersama dengan pembuat mobil Stellantis.

LG Energy Solution juga akan membangun pabrik baterai silinder senilai 1,7 triliun won di Arizona, Amerika Serikat.

Untuk mendukung rencana tersebut, seperti dikutip melalui laman m.theinvestor.co.kr, Jumat (25/3/2022), LG Energy Solution menyetujui komitmen modal gabungan sebesar US$2 miliar selama konstruksi.

LG menandatangani perjanjian yang mengikat dengan Stellantis, yang memegang merek mobil seperti Dodge, Maserati, Fiat, Chrysler, Citroen dan Peugeot, untuk fasilitas manufaktur baterai kendaraan listrik di Windsor, Ontario, lokasi klaster otomotif terbesar di Kanada.

LG Energy Solution yang merupakan sayap perusahaan konglomerat terbesar keempat Korsel itu akan memegang 51 persen saham dalam usaha patungan baru.

Pabrik baru dengan kapasitas produksi tahunan lebih dari 45 gigawatt-jam untuk membuat sel dan modul baterai ion litium siap untuk konstruksi mulai akhir tahun ini dan untuk dioperasikan mulai kuartal pertama 2024. Sekitar 2.500 pekerjaan baru diantisipasi di daerah.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan bahwa berita itu akan sangat penting untuk menciptakan lapangan kerja baru dan menempatkan Kanada di ujung tombak ekonomi bersih

Pada hari yang sama, LG Energy Solution mengumumkan rencana untuk menginvestasikan 1,7 triliun won untuk membangun pabrik baterai ion litium silinder di Queen Creek, Arizona. 

Fasilitas berkapasitas 11 gigawatt-hour itu dibangun untuk mengantisipasi produksi massal pada paruh kedua 2024 karena pembangunannya akan dimulai pada paruh kedua tahun ini.

Perusahaan Korea Selatan itu mengatakan bahwa pihaknya menargetkan perusahaan rintisan kendaraan listrik yang menggunakan baterai silinder di AS dan memenuhi permintaan baterai tipe silinder untuk peralatan listrik.

Sel baterai silinder adalah salah satu dari tiga faktor bentuk utama baterai ion litium, bersama dengan sel prismatik, dan sel kantong. Sel silinder cenderung lebih tahan terhadap tekanan internal dibandingkan dengan dua komponen lainnya tersebut, tetapi mengambil lebih banyak ruang daripada sel tipe kantong.

Semua yang dilakukan ini merupakan janji LG Energy Solution untuk menginvestasikan US$4,6 miliar ke fasilitas baterai di Amerika Utara, mengamankan kapasitas produksi lebih dari 200 gigawatt jam di Amerika Utara setiap tahun untuk memberi daya pada 2,5 juta kendaraan semua-listrik berkinerja tinggi, yang dapat berjalan lebih dari 500 kilometer satu muatan.

Hal ini, kata LG Energy Solution, juga sejalan dengan dukungan negara bagian AS untuk penetrasi kendaraan listrik yang lebih luas di seluruh negeri. 

INSENTIF AS

Pemerintahan Joe Biden akan memberi insentif keuangan sehingga setengah dari mobil komersial yang diproduksi setiap tahun akan ditenagai oleh energi baru dan terbarukan pada 2030.

AS juga berencana menyuntikkan dana US$5 miliar dalam 5 tahun untuk menambah 500.000 stasiun pengisian baterai mobil sebagai bagian dari tagihan infrastruktur AS senilai US$1 triliun yang disetujui oleh Kongres AS pada November.

Sejauh ini, LG Energy Solution telah mengoperasikan pabrik baterai 5 gigawatt-jam di Michigan sejak 2012.

Pabriknya di Michigan telah mendapat persetujuan negara bagian setempat Selasa (22/3/2022) untuk melipatgandakan kapasitas produksi mulai 2025, dengan investasi modal US$1,7 miliar untuk menciptakan 1.200 pekerjaan.

Selain itu, LG sedang membangun tiga pabrik di seluruh AS di Ohio, Tennessee, dan Michigan dengan bermitra dengan General Motors, dengan kapasitas tahunan gabungan setidaknya 120 gigawatt-jam. 

Fasilitasnya di Ohio mulai beroperasi pada paruh kedua tahun ini, menjadi yang pertama beroperasi dari ketiganya di bawah usaha patungan LG-GM Ultium Cells.

Amerika Utara diperkirakan menghasilkan gabungan 286 gigawatt-jam baterai kendaraan listrik pada 2025 di seluruh wilayah, naik tujuh kali lipat dibandingkan dengan 2021, menurut intelijen pasar IHS Markit.

Selain itu, LG Energy Solution menargetkan penyelesaian fasilitas 100 gigawatt-jam di Polandia pada 2025, pembangkit listrik 110 gigawatt-jam di Nanjing, China pada 2025, dan saluran 22 gigawatt-jam di Provinsi Chungcheong Utara di negara asalnya. 

LG Energy Solution yang berpatungan dengan raksasa otomotif domestik Hyundai Motor menargetkan produksi massal baterai dengan kapasitas tahunan 10 gigawatt-jam di Indonesia mulai 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Zufrizal

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.