Investasi Kereta Api Makassar-Parepare Tembus Rp1 Triliun

Melalui skema KPBU, telah berhasil dibangun konstruksi rel sepanjang 10,9 km oleh PT Celebes Railway Indonesia (CRI) sebagai operator pelaksana proyek dengan nilai investasi mencapai Rp1 triliun.

Jaffry Prabu Prakoso

11 Jan 2023 - 12.15
A-
A+
Investasi Kereta Api Makassar-Parepare Tembus Rp1 Triliun

Rel KA Makassar -Parepare di Sulsel tengah dilanjutkan pengerjaannya oleh para pekerja/Pemprov Sulsel

Bisnis, JAKARTA – Skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) berhasil diimplementasi untuk pertama kalinya untuk sektor transportasi, yaitu pada proyek jalur Kereta Api (KA) Makassar-Parepare di Sulawesi Selatan (Sulsel). Nilai investasinya sebesar Rp1 triliun.

Kementerian Perhubungan mendapat dukungan dari Kementerian Keuangan RI melalui fasilitas project development facility (PDF), di mana PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) ditugaskan sebagai pelaksana fasilitas membantu Penanggung Jawab Proyek Kerja sama (PJPK).

Melalui KPBU, telah berhasil dibangun konstruksi rel sepanjang 10,9 km oleh PT Celebes Railway Indonesia (CRI) sebagai operator pelaksana proyek dengan nilai investasi mencapai Rp1 triliun.


Suasana pembangunan rel dan infrastruktur kereta api Sulawesi Selatan dalam proses pembangunan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (28/6/2022). Bisnis/Paulus Tandi Bone


Direktur Teknik CRI Natsir Mardan mengatakan bahwa jumlah tersebut mencakup dua lingkup pembangunan, antara lain rel menuju Stasiun Tonasa Pangkep dengan panjang 9,7 km dan rel menuju Stasiun Garongkong Barru dengan panjang 1,2 km.

"Alhamdulillah kita telah menyelesaikan pembangunan konstruksi tersebut tepat sesuai waktunya, sehingga rel yang kita bangun saat ini sudah bisa dilalui kereta," ungkap Natsir saat melakukan peninjauan pengoperasian KA Makassar-Parepare, Selasa (10/1/2023).

CRI sendiri mengadopsi skema build operate transfer (BOT). Nilai investasi belanja modal Rp988,5 miliar dan biaya operasi Rp971,5 miliar dengan masa konsesi selama 16 tahun sejak tanggal operasi komersial tahap 1 pada Oktober 2022.

Dalam Proyek ini, PJPK adalah Menteri Perhubungan yang telah mendelegasikan kewenangannya kepada Direktur Jenderal Kereta Api. Selain memberikan PDF, PT PII juga bertindak sebagai penyedia penjaminan pemerintah/sovereign guarantee.

Baca juga: Kereta Panoramic, Dihentikan Saat Publik Sedang Sayang-Sayangnya

Fasilitas penyiapan proyek atau PDF adalah fasilitas yang disediakan oleh Kementerian Keuangan melalui Peraturan Menteri Keuangan No. 180/PMK.08/2020 tentang Fasilitas untuk Penyiapan dan Pelaksanaan Transaksi Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur.

Adapun tujuannya untuk membantu PJPK menyusun kajian akhir prastudi kelayakan, dokumen lelang, dan mendampingi PJPK dalam transaksi proyek KPBU hingga memperoleh pembiayaan dari lembaga pembiayaan (financial close).

Direktur Bisnis PT PII Andre Permana mengatakan bahwa peran pihaknya sebagai pelaksana PDF membantu Kemenhub untuk penyiapan proyek sejak Juni 2018 hingga siap transaksi sampai dengan mencapai financial close pada September 2021.

Selain itu, fasilitas penjaminan pemerintah yang diberikan pada proyek ini dilakukan dalam rangka memberikan kenyamanan bagi investor dan perbankan serta memperlancar pencapaian financial close, sehingga diharapkan proyek ini dapat berjalan tepat waktu dan sesuai rencana.

Baca juga: Mengembalikan Jalur Positif KAI melalui Pengiriman Barang

“Kereta Api Makassar–Parepare merupakan moda transportasi yang telah ditunggu oleh masyarakat Sulsel dan akhirnya dapat diwujudkan melalui pengaplikasian skema baru inovasi pembiayaan untuk penyediaan infrastruktur pemerintah yaitu KPBU," ungkap Andre.

Berkat dukungan dan kerja sama dari PJPK, Kementerian Keuangan telah memberikan fasilitas fiscal tools, BUP, investor, maupun lenders dan juga segenap pemangku kepentingan lainnya.

"Ke depannya kami berharap dapat memberikan dukungan pada proyek pembangunan infrastruktur lainnya melalui mandat yang diamanatkan kepada kami yang tentunya dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat," tambahnya.

Dalam proyek KPBU ini difasilitasi pembayaran ketersediaan layanan (availability payment/AP), yaitu pembayaran dilakukan berdasarkan atas tersedianya layanan infrastruktur yang sesuai dengan kualitas dan kriteria sebagaimana ditentukan dalam perjanjian KPBU.


Suasana pembangunan rel dan infrastruktur kereta api Sulawesi Selatan dalam proses pembangunan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (28/6/2022). Bisnis/Paulus Tandi Bone


Pembayaran dilakukan setelah proyek infrastruktur mulai beroperasi. Melalui skema AP, Pemerintah akan membayar badan usaha atas investasi, biaya operasional, serta keuntungan yang layak berdasarkan perhitungan yang matang sesuai hasil studi kelayakan dan penawaran badan usaha.

"Badan usaha akan diberi konsesi untuk melaksanakan pelayanan tersebut dalam jangka waktu tertentu. Setelah jangka waktu kerja sama selesai, seluruh aset akan menjadi milik pemerintah," paparnya.

Adapun sampai saat ini uji coba kereta luar biasa (KLB) untuk rute Stasiun Maros ke Stasiun Garongkong masih terus dilaksanakan dan masyarakat umum sudah dapat mencoba secara gratis dengan rute Stasiun Mangilu ke Stasiun Garongkong. (Nugroho Nafika Kassa)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.