Investor Asing Lirik Potensi Kawasan Industri Hijau di Kaltara

Minat investor asing terhadap kawasan industri ramah lingkungan di Kalimantan Utara diutarakan di sela kunjungan kerja Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ke Jerman dan Dubai pekan lalu.

Reni Lestari

8 Nov 2021 - 18.26
A-
A+
Investor Asing Lirik Potensi Kawasan Industri Hijau di Kaltara

Site plan bendungan PLTA PT Kayan Hydro Energy untuk kawasan industri hijau di Kalimantan Utara/istimewa

Bisnis, JAKARTA — Investor asing mulai melirik penanaman modal di kawasan industri hijau yang rencananya bakal dibangun di Kalimantan Utara.

Dalam kaitan itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan minat investor asing terhadap kawasan industri ramah lingkungan itu dia dapatkan di sela kunjungan kerjanya ke Jerman dan Dubai pekan lalu.

"Dalam beberapa pertemuan kami, ada semacam semangat dari para calon investor mengenai pentingnya mengembangkan energi yang ramah lingkungan. Kami sudah menyiapkan satu kawasan industri, sebut saja green industrial park di Kalimantan Utara," kata Agus dalam konferensi pers, Senin (8/11/2021).

Akan tetapi, Agus belum dapat mengelaborasi lebih jauh mengenai proyek kawasan industri ramah lingkungan tersebut, berikut komitmen investasi yang dia dapatkan dari pemodal asing.

Dia mengatakan, di sela lawatannya ke Uni Emirat Arab (UEA) pekan lalu, Kemenperin berhasil mengantongi komitmen investasi senilai Rp28,68 triliun dari produsen gula terbesar Dubai Al Khaleej Sugar Co. atau AKS.

Selain produksi gula, investasi tersebut juga akan mengalir ke pengembangan fabrikasi etanol yang dapat menjadi sumber bahan bakar alternatif.  

Selain memproduksi gula, AKS juga tertarik dengan produk turunan lainnya dari tebu, yakni biomassa yang dapat dijadikan energi listrik dan etanol untuk pencampuran bahan bakar.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan rencana pembangunan kawasan industri hijau akan dimulai pada tahun ini.

Pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 20.000—30.000 hektare di Kalimantan Utara. Energi kawasan industri ini akan berasal dari sumber terbarukan yakni air.

Agus menjelaskan provinsi tersebut memiliki sejumlah sungai besar yang dapat dimanfaatkan tenaga arus airnya.

Dia juga mengatakan ancaman krisis energi yang saat ini melanda sejumlah negara di dunia, lanjutnya, harus dilihat sebagai peluang dan dorongan untuk menggalakkan pengembangan energi bersih.

Agus pun mendorong agar peralihan energi dari fosil ke sumber yang lebih hijau dapat terakselerasi dengan program biodiesel B30 hingga B50.

"Indonesia masih jauh lebih baik karena masih ada surplus dari energi yang diproduksi oleh PLN, tetapi isunya adalah bagaimana sesegera mungkin mentransformasi energi fosil menjadi lebih ramah lingkungan," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Wike D. Herlinda

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.