Free

Investor Malaysia Masuk, Menanti Realisasi Aerocity Kertajati

Perusahaan asal Malaysia, Manakib Realty, masuk untuk menangani proyek Aerocity Kertajati. Developer tersebut selama ini dikenal sebagai pembangun residensial. Oleh sebab itu, menarik dinantikan bagaimana kiprahnya membangtun sebuah aerotropolis.

M. Syahran W. Lubis

30 Mar 2022 - 21.11
A-
A+
Investor Malaysia Masuk,  Menanti Realisasi Aerocity Kertajati

Suasana terminal penumpang Bandara Internasional Kertajati./Antara

Bisnis, JAKARTA – Pengembangan Aerocity Kertajati di kawasan Bandar Udara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, memasuki babak baru setelah PT PP Properti Tbk. (PPRO) melepas sahamnya di properti komersial proyek itu kepada PT Manakib Rezeki (Manakib Realty).

Penandatanganan CSPA (conditional sell purcase agreement) saham PT PPRO BIJB Aerocity Development (PBAD) antara PT Manakib Rezeki, PT PP Properti Tbk., dan PT BIJB Aerocity Development dilakukan di Jakarta pada Minggu (26/03/2022).

Aerotropolis Kertajati akan menyediakan fasilitas yang meliputi hotel taraf internasional, fasilitas haji dan umroh, rumah sakit internasional, apartemen, residensial komersial, gedung perkantoran, bussines park, industri dan logistik area dengan total luas kawasan hingga 3.480 hektare yang ditopang oleh keberadaan insfrastruktur udara, darat dan laut yang mumpuni.

Sebagai informasi, Manakib Realty merupakan anak usaha dari perusahaan asal Malaysia yaitu Senandung Seputih Sdn Bhd.

Presiden Direktur PT Manakib Rezeki, Hamzah M. Ali mengatakan dengan keunggulan akses udara (internasional) dan darat yang terintegrasi, Aerocity Kertajati akan menjadi pusat dan pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia khususnya di Jawa Barat.

Sumber: Architectural Research Group Institut Teknologi Bandung 

Manakib Realty, yang bermarkas di Bogor, Jawa Barat, didirikan pada 1993 dan memulai perjalanannya dari proyek pembangunan di atas lahan 100 hektare yang berada di Rancamaya di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, yakni berupa Cluster Puri Anggrek, Cluster Alamanda, Cluster Cinnamon Hills, dan Cluster Alifia.

Melihat rekam jejaknya yang fokus ke residensial, akan sangat menarik untuk dinantikan apakah anak perusahaan Malaysia Senandung Seputih Sdn Bhd itu bakal sukses menangani Aerocity Kertajati yang direncanakan berisikan berbagai bentuk properti komersial.

Investor Singapura & UEA

Sebenarnya pengembangan Aerocity Kertajati sempat ditawarkan ke investor asal Singapura dan Uni Emirat Arab (UEA).

Pengembangan Aerocity Kertajati ditawarkan ke pengusaha Singapura pada pertengahan September tahun lalu melalui Kedutaan Besar RI di negeri jiran tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menawarkan investasi di Kertajati pada perusahaan yang berbasis di Abu Dhabi, UEA, Masdar Mubadala Investment Company.

Tawaran tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam pertemuan dengan Ahmed Al Awadi, Director of Business Development, Clean Energy Masdar Mubadala awal November tahun lalu.

Pertemuan ini digelar saat Ridwan Kamil melawat ke Abu Dhabi dan memaparkan rencana pengembangan kawasan Rebana.

Rebana atau Cirebon Raya adalah salah satu wilayah metropolitan yang dirancang oleh Ridwan Kamil. Wilayah ini meliputi Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon serta daerah penyangganya seperti Majalengka, Subang, Sumedang, Indramayu, dan Kuningan.

Ridwan Kamil mengatakan Masdar memiliki konsep pembangunan perkotaan berkelanjutan sehingga tepat jika diterapkan di Kertajati. Masdar bahkan sudah berinvestasi di proyek PLTS apung di Waduk Cirata.

"Masdar City sudah punya portofolio kota futuristik, kota renewable energy, dan kebetulan sudah berinvestasi di Jabar,” kata Ridwan Kamil.

Dalam pertemuan tersebut gubernur beserta rombongan juga mengunjungi Masdar City dan mendapatkan penjelasan mengenai konsep kota berkelanjutan. Ridwan Kamil juga menyempatkan untuk mengendarai kendaraan otomatis yang merupakan moda Masdar City.

Masdar juga kerap dikenal sebagai Abu Dhabi Future Energy Company. Korporasi ini mengalami pertumbuhan tercepat di dunia dalam bidang keberlanjutan.

Ruang tunggu Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat./Antara

Masdar City adalah pusat inovasi dan zona bebas yang menampung lebih dari 900 penyewa komersial serta ribuan karyawan dan penduduk yang tinggal serta bekerja di sana.

Terlepas dari belum terealisasinya investasi skala besar di Aerocity Kertajati seperti yang diharapkan, kenyataannya pengembangan kawasan ini tetap dianggap cukup memiliki prospek cerah. Setidaknya hal itu tergambar dari aksi bisnis yang dilakukan developer papan atas PT Metropolitan Land Tbk.

Perusahaan pengembang dengan kode emiten MTLA itu menyampaikan mengoperasikan Hotel Horison Ultima Kertajati mulai Desember tahun lalu.

Presiden Direktur Metropolitan Land, Anhar Sudradjat mengatakan pihaknya membuka Hotel Horison Ultima Kertajati tanpa menunggu pengoperasian Aerocity Kertajati.

"Dari survei-survei pasar yang kami lakukan, kami optimistis hotel di sana akan berkembang baik," ujar Anhar pada pertengahan November 2021.

Sebelumnya, PT PP Properti Tbk. bekerja sama dengan PT BIJB membangun megaproyek business park di Kertajati Aerocity yang diawali dengan pengembangan Grand Anila Apartment.


Sosok Aerocity Kertajati

Architectural Research Group Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkapkan kajiannya mengenai pembangunan Aerocity Kertajati dengan menyatakan proyek tersebut merupakan sosok bandara Indonesia masa depan.

Lembaga tersebut memberikan contoh London’s City Airport, Schipol Airport di Amsterdam, Changi Aerocity Singapura, dan Incheon Aerocity di Seoul sebagai sejumlah acuan untuk pengembangan Kertajati.

Menurut Architectural Research Group ITB yang dipimpin oleh Basauli Umar Lubis, bandara sekarang bukan lagi sekadar menjadi pusat transportasi, melainkan sebenarnya berpotensi menjadi pusat kegiatan dan penggerak ekonomi daerah.

Jalan Tol Akses BIJB Kertajati ./Astra Tol Cipali

Bisnis dan infrastruktur pendukung yang signifikan mulai mengelompok di sekitar bandara dan berbagai bisnis yang lebih besar mulai mempertimbangkan bandara sebagai tujuan utama untuk melakukan bisnis.

Dengan mencermati kehadiran infrastruktur sebagai faktor pendukung proyek aerocity, maka keberadaan Jalan Tol Akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang terkoneksi dengan Tol Cikampek–Palimanan (Cipali) sepanjang 3,67 kilometer yang resmi dioperasikan pada 20 Desember 2021 sangatlah penting.

Dengan panjang 3,679 kilometer yang dimulai dari KM 158 Tol Cipali, Jalan Tol Akses BIJB Kertajati juga akan terkoneksi dengan Jalan Tol Cisumdawu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: M. Syahran W. Lubis

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.