Investor Pantau Kebijakan Bank Sentral, Rupiah Menguat

Kebijakan sejumlah negara menjadi perhatian investor yang ikut mendorong laju mayoritas mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah.

Annisa Kurniasari Saumi

2 Nov 2021 - 16.26
A-
A+
Investor Pantau Kebijakan Bank Sentral, Rupiah Menguat

Petugas menunjukkan mata uang dolar AS dan rupiah di Money Changer, Jakarta, Senin (19/4/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis, JAKARTA - Nilai tukar rupiah berhasil menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (2/11/2021). Laju rupiah itu dipengaruhi aksi investor yang menanti keputusan kebijakan sejumlah bank sentral.

Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip dari bisnis.com, mata uang Garuda berakhir menguat 24 poin atau 0,17% ke level Rp14.251 pada Selasa (2/11/2021). Sementara indeks dolar AS melemah 0,054 poin atau 0,06% ke 93,825 hari ini.

Penguatan juga terjadi dengan mata uang dari negara Asia lainnya, seperti yen Jepang yang naik 0,28%, dolar Singapura yang naik 0,08%, dan won Korea Selatan yang naik 0,16%.

Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan investor menunggu keputusan kebijakan dari beberapa bank sentral utama. Setelah Reserve Bank of Australia (RBA) menjadi bank sentral pertama dalam menjatuhkan keputusan kebijakan mereka.

RBA mempertahankan suku bunga November 2021 pada 0,10% karena menurunkan keputusan kebijakannya pada hari sebelumnya. Selanjutnya, The Federal Reserve AS akan merilis keputusan kebijakan terbarunya pada Rabu (3/11/2021) waktu setempat.

"The Fed menghadapi tantangan kenaikan harga dan upah pada level tertinggi selama beberapa dekade karena upaya untuk menyeimbangkan kenaikan inflasi dan memberi ekonomi waktu sebanyak mungkin untuk memulihkan pekerjaan yang hilang karena Covid-19," kata Ibrahim, Selasa (2/11/2021).

Dia melanjutkan Goldman Sachs saat ini bertaruh bahwa The Fed akan menaikkan kenaikan suku bunga pada Juli 2022, setahun lebih awal dari perkiraan sebelumnya, karena ekspektasi inflasi akan tetap tinggi. Sementara Bank of England akan menurunkan keputusan kebijakannya pada hari Kamis.

Investor sedang mempertimbangkan kemungkinan bank sentral mengumumkan kenaikan suku bunga pertamanya sejak awal pandemi Covid-19. Adapun untuk perdagangan besok, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, tetapi berpotensi ditutup menguat tipis di rentang Rp14.220-Rp14.290.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Febrina Ratna Iskana

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.