Investor Sektor Tekstil Ragu Ekspansi karena Regulasi

Jaminan regulasi hingga proteksi pasar dalam negeri harus menjadi prioritas. Itu karena nilai pasar domestik industri fesyen di Indonesia pada 2024 diperkirakan mencapai US$7,72 miliar.

Afiffah Rahmah Nurdifa

10 Jun 2024 - 13.34
A-
A+
Investor Sektor Tekstil Ragu Ekspansi karena Regulasi

Pekerja di industri tekstil. Bisnis/Rachman

Bisnis, JAKARTA – Sejumlah investasi diketahui masih tersendat di sektor tekstil, khususnya untuk lini produksi polyester dalam negeri. Salah satunya adalah perusahaan asal China. 

Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma G. Wirawasta mengatakan bahwa korporasi tersebut yakni Tongkun Group. Padahal, mereka sudah lama merencanakan pembangunan pabrik di Tanah Air. 

"Iya, memang ada dengar juga kabar itu. Sudah sejak lama dengar termasuk Tongkun yang akan investasi dibahan baku polyester, tapi sampai saat ini kan belum realisasi," ujar Redma kepada Bisnis belum lama ini. 

Redma menjelaskan bahwa salah satu penyebab terhambatnya investasi tersebut yakni lantaran regulasi di Indonesia yang tidak jelas dan tidak konsisten alias mudah diubah. Investor membutuhkan regulasi yang menjamin keberlangsungan usaha jangka panjang. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.