IonQ, Hyundai Gunakan Komputasi Kuantum untuk Baterai Canggih

IonQ dan Hyundai Motor berkolaborasi menggunakan komputasi kuantum untuk meningkatkan efektivitas baterai mobil listrik generasi berikutnya. Kolaborasi ini menjadi komponen penting Strategi 2025 Hyundai yang akan pengenalkan lebih dari 12 model kendaraan listrik baterai (BEV).

Fatkhul Maskur
Jan 20, 2022 - 10:30 AM
A-
A+
IonQ, Hyundai Gunakan Komputasi Kuantum untuk Baterai Canggih

Efisiensi baterai adalah salah satu bidang baru yang paling menjanjikan di mana komputasi kuantum dapat membuat perbedaan. - HYUNDAI

Bisnis, JAKARTA – IonQ dan Hyundai Motor berkolaborasi menggunakan komputasi kuantum untuk meningkatkan efektivitas baterai mobil listrik generasi berikutnya. Kolaborasi ini menjadi komponen penting Strategi 2025 Hyundai yang akan pengenalkan lebih dari 12 model kendaraan listrik baterai (BEV).

IonQ, pemimpin dalam komputasi kuantum ion-terperangkap, dan Hyundai Motor Company mengumumkan kemitraan untuk mengembangkan algoritme Quantum eigensolver (VQE) variasi baru untuk mempelajari litium senyawa dan reaksi kimianya yang terlibat dalam kimia baterai.

Simulasi kimia bertenaga kuantum diharapkan secara signifikan meningkatkan kualitas baterai lithium generasi berikutnya dengan meningkatkan siklus pengisian dan pengosongan perangkat, serta daya tahan, kapasitas, dan keamanannya.

Kemitraan ini memadukan keahlian IonQ dalam komputasi kuantum dan keahlian Hyundai dalam baterai lithium. Bersama-sama, tim menciptakan model kimia baterai paling canggih yang pernah dikembangkan pada komputer kuantum, diukur dengan jumlah qubit dan gerbang kuantum. 

IonQ dan Hyundai meletakkan dasar untuk menciptakan baterai berkualitas lebih baik dengan mensimulasikan dan mengendalikan reaksi kimianya secara lebih tepat. Penelitian ini berpotensi menghasilkan jenis bahan sumber baru yang menghemat waktu, biaya, dan tenaga di tahun-tahun mendatang — kemajuan penting karena baterai biasanya merupakan komponen paling mahal dari kendaraan listrik (EV).

“Kolaborasi kreatif dengan IonQ ini diharapkan dapat memberikan inovasi dalam pengembangan material dasar di ruang virtual untuk berbagai bagian mobilitas masa depan,” kata TaeWon Lim, Executive Vice President and Head of Materials Research & Engineering Center di Hyundai Motor Group, Rabu (19/1/2022). “Kami bersemangat untuk melangkah ke era kuantum yang akan datang dan memanfaatkan peluang yang menunggu dengan daya baterai yang lebih efektif.”

Kolaborasi hari ini adalah komponen penting dari tujuan Strategi 2025 Hyundai, yang mencakup penjualan 560.000 EV per tahun dan pengenalan lebih dari 12 model kendaraan listrik baterai (BEV) kepada konsumen. Selain itu, kemitraan ini juga merupakan tonggak penting untuk memerangi ancaman perubahan iklim karena EV memainkan peran penting dalam memenuhi target keberlanjutan global.

“Kami di IonQ percaya pada misi kami untuk memecahkan masalah paling kompleks di dunia melalui pengembangan berkelanjutan dari komputer kuantum kami, dan kami melihat perubahan iklim global sebagai salah satu masalah yang dapat kami bantu atasi dengan solusi kimia kuantum,” kata Peter Chapman, Presiden dan CEO IonQ. 

Efisiensi baterai adalah salah satu bidang baru yang paling menjanjikan di mana komputasi kuantum dapat membuat perbedaan. Chapman mengaku sangat senang dapat bekerja sama dengan Hyundai Motor Company dalam proyek ini untuk menjadikan EV sebagai moda transportasi utama di seluruh dunia.

Kemitraan ini adalah yang terbaru dalam upaya berkelanjutan IonQ di bidang kimia kuantum. Sebelumnya, komputer IonQ digunakan untuk mendemonstrasikan pipa ujung ke ujung untuk menyimulasikan molekul besar, seperti yang ada dalam pembuatan pupuk. Komputer kuantum IonQ juga telah digunakan untuk mensimulasikan molekul air, salah satu demonstrasi pertama dari potensi komputasi kuantum untuk menangani aplikasi kimia kuantum.


Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar