IPO 2023: TAXI Masih Terpuruk, Eks Karyawan Bawa TRON IPO

Terdapat dua karyawan eks-Taxi Express tercatat menjadi pemegang saham awal calon IPO emiten teknologi TRON.

Emanuel Berkah Caesario

10 Feb 2023 - 20.56
A-
A+
IPO 2023: TAXI Masih Terpuruk, Eks Karyawan Bawa TRON IPO

Ilustrasi IPO. Sumber: Canva

Bisnis, JAKARTA — Dua mantan karyawan PT Express Transindo Utama Tbk. (TAXI) mencoba peruntungan mereka di lantai bursa dengan membawa perusahaan milik mereka sendiri untuk melakukan initial public offering (IPO) dengan mengincar dana Rp165 miliar.

Perusahaan yang hendak IPO tersebut yakni PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. (TRON). Perusahaan ini bergerak di bidang penyedia solusi sistem informasi berbasis telematika dan IoT untuk pengembangan smart city.

Dua mantan karyawan TAXI tercatat sebagai pemegang saham awal perusahaan tersebut, yakni David Santoso dan Rudy Budiman Setiawan. Kini, David merupakan Direktur Utama TRON, sedangkan Rudy adalah Direktur TRON.

Keduanya juga memiliki porsi saham minoritas di TRON, yakni 0,14 persen oleh David Santoso dan 0,06 persen oleh Rudy Budiman Setiawan. Sementara itu, 99,8 persen saham TRON dimiliki oleh PT Daya Kemilau Nusantara Investama.

Dalam penelusuran Bisnis, David Santoso sebelumnya pernah menjadi Chief Financial Officer (CFO) TAXI, yakni emiten pengelola Taxi Express, pada 2007-2015. Selain itu, dirinya juga menjadi Commercial and Business Development Officer TAXI pada Oktober 2015-Desember 2016.

Sama seperti David, Rudy Budiman Setiawan juga sebelumnya pernah bekerja di TAXI sebagai Senior General Manager-Finance Accounting and Tax pada 2007-2017.

Adapun, kini TAXI masih terpuruk usai dihantam oleh kehadiran perusahaan ride hailing seperti Gojek dan Grab. Per September 2022, TAXI menderita kerugian Rp13,78 miliar, sedangkan pendapatannya hanya Rp1,7 miliar.


Sementara itu, TRON telah memulai proses penawaran awal atau bookbuilding dalam rangka IPO. Proses bookbuilding ini dimulai hari ini, Jumat (10/2/2023) dan akan berakhir pada Senin (20/2/2023) mendatang.

Perseroan menawarkan saham baru kepada investor publik sebanyak-banyaknya 750 juta atau sekitar 25,42 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh dalam struktur permodalan pasca-IPO. Nilai nominalnya yakni Rp20 per saham, sedangkan harga penawaran Rp140-Rp220 per saham.

Dengan jumlah saham dan nilai penawaran umum tersebut, TRON diperkirakan mampu meraih dana sebanyak-banyaknya Rp165 miliar dari penawaran umum ini.

Rencananya, dana hasil IPO ini akan digunakan TRON sebesar 30 persen untuk belanja modal dalam bentuk penambahan area operasional yang berlokasi di Jawa Barat.

Sementara itu, sisanya akan digunakan untuk modal kerja yang terdiri dari biaya operasional proyek pekerjaan pengembangan smart city dan business solution provider dalam aspek transportasi di berbaagai kota di Indonesia.

Selain itu juga biaya tenaga kerja dan pembelian bahan baku produk, serta pengembangan segmen distribusi penjualan produk dan layanan melalui jalur business to business (B2B) dan business to consumer (B2C).

Selain melakukan IPO, TRON juga mengadakan program kepemilikan saham karyawan dengan jumlah sebanyak-banyaknya 5 persen atau sebanyak-banyaknya 37,5 juta saham.

TRON juga secara bersamaan menerbitkan sebanyak-banyaknya 375 juta waran seri I yang menyertai saham baru atau sebanyak-banyaknya 17,05 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Waran seri I akan dibagikan secara cuma-cuma, dengan setiap pemegang 2 saham baru TRON, berhak memperoleh satu waran seri I.

(Reporter: Annisa Kurniasari Saumi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.