Jalan Terjal Energi Hijau Terangi Bumi Nusantara

Mahalnya biaya investasi untuk pemanfaatan energi baru dan terbarukan atau EBT, merupakan salah satu isu utama yang membuat pengembangan energi hijau itu menjadi tidak ekonomis. Dampaknya, tidak mudah bagi pemerintah untuk menarik investor masuk ke energi hijau.

Ibeth Nurbaiti
Feb 9, 2022 - 1:00 PM
A-
A+
Jalan Terjal Energi Hijau Terangi Bumi Nusantara

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Ulubelu Unit 3 milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) terlihat dari ketinggian di Ulubelu, Lampung, Rabu (3/8/2016). Melalui PLTP Unit 3 yang telah beroperasi secara komersial pada 15 Juli 2016, PGE memberikan tambahan listrik sebesar 55 Megawatt, setara penerangan bagi 110.000 kepala keluarga di Propinsi Lampung. JIBI/Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis, JAKARTA — Ambisi pemerintah untuk mengejar target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23% pada 2025 demi mewujudkan energi hijau yang lebih bersih di Tanah Air tidaklah mudah.

Mahalnya biaya investasi untuk pemanfaatan energi baru dan terbarukan atau EBT, merupakan salah satu isu utama yang membuat pengembangan energi hijau itu menjadi tidak ekonomis. Dampaknya, tidak mudah bagi pemerintah untuk menarik investor masuk ke energi hijau. Belum lagi persoalan teknologi yang juga tidak sederhana.

Terlihat hingga 2021, realisasi pengembangan pembangkit EBT baru sebesar 11.157 MW. Jumlah itu lebih rendah dari target yang ditetapkan, yakni 11.357 MW.

Pada tahun yang sama, bauran EBT baru mencapai 11,5% dari total energi nasional. Artinya, masih terdapat selisih 11,5% lagi yang harus tercapai dalam 4 tahun mendatang.

Editor: Ibeth Nurbaiti
company-logo

Lanjutkan Membaca

Jalan Terjal Energi Hijau Terangi Bumi Nusantara

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ