Jaminan Presiden Jokowi Pastikan Harga BBM Tidak Naik

Presiden RI Joko Widodo memastikan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu dekat.

Akbar Evandio

4 Mar 2024 - 11.58
A-
A+
Jaminan Presiden Jokowi Pastikan Harga BBM Tidak Naik

Presiden Joko Widodo./Istimewa

Bisnis, JAKARTA — Presiden RI Joko Widodo memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak akan naik dalam waktu dekat.

Orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan bahwa penjelasan lebih lanjut mengenai kebijakan harga BBM yang dipilih oleh pemerintah akan disampaikan secara khusus oleh menteri koordinator terkait atau PT Pertamina (Persero).

Presiden mengemukakan hal itu usai melakukan rapat terbatas membahas soal BBM di kompleks Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin (4/3/2024), menjelang keberangkatannya ke Australia untuk menghadiri KTT Khusus ASEAN-Australia.

“Soal [harga] BBM, nanti biar pak Menko [Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto] yang sampaikan, atau dari Pertamina yang sampaikan. [Untuk kenaikan harga] tidak [ada], tetapi yang menyampaikan nanti dari Pertamina,” kata Presiden saat memberikan keterangan pers di Pangkalan TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Senin (4/2/2024).

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut bahwa pemerintah telah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif listrik dan harga BBM hingga pertengahan tahun ini atau Juni 2024, baik yang subsidi maupun nonsubsidi.

Baca juga:

Kompromi Tarif Listrik dan Harga BBM Subsidi dan Nonsubsidi

Alasan Pertamina Bergeming Saat Kompetitor Naikkan Harga BBM

Riuh Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dan Pajak Motor BBM

Upaya Maksimal PGN Mengoptimalkan Penggunaan Gas Domestik

Kala Beban Negara Kian Berat Terimpit Harga Gas Murah Industri

Dengan demikian, kata Airlangga, pemerintah akan kembali menyalurkan belanja subsidi untuk memenuhi kebutuhan energi bagi masyarakat. “Tadi diputuskan dalam sidang kabinet paripurna, tidak ada kenaikan listrik, tidak ada kenaikan BBM sampai dengan Juni, baik itu subsidi dan nonsubsidi,” ujar Airlangga kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (26/2/2024). 

Hanya saja, kata Airlangga, kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor penyebab melebarnya target defisit fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN 2024) yang tercatat sebesar 2,29% terhadap PDB. 

Dengan menahan kenaikan tarif listrik dan harga BBM, imbuhnya, dibutuhkan anggaran yang lebih besar untuk menyubsidi Pertamina maupun PLN selaku penyedia dua jenis energi tersebut. 


Adapun, berdasarkan ketentuan Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62/K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum, operator hilir migas selain Pertamina telah melakukan penyesuaian harga BBM di SPBU per 1 Februari 2024.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina kembali memutuskan untuk tidak melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi per 1 Maret 2024, alias sama dengan harga yang berlaku sejak awal Januari 2024. Di sisi lain, SPBU milik Shell dan BP-AKR melakukan penyesuaian harga BBM untuk seluruh jenis produknya.

Dadan Kusdiana, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi memang menjadi ranah badan usaha. Namun, dia meyakini bahwa tren kenaikan harga minyak mentah saat ini tidak akan berdampak terhadap Pertamina.

“Sepanjang dia [Pertamina] masih dalam koridor dan wilayahnya kan ada di badan usaha BBM. Kami tidak ada intervensi apa-apa,” kata Dadan saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (1/3/2024).

Terlebih, imbuhnya, dampak dari kenaikan harga minyak mentah saat ini terhadap harga BBM tidak terjadi saat ini juga. “Saya punya angkanya untuk Brent, pernah ke angka US$78/barel, pernah juga US$83/barel. Kalau sekarang Brent naik, kenanya [dampak terhadap harga BBM] juga bukan hari ini. Tapi kita jelas aturan mainnya, untuk naik-turun harga BBM nonsubsidi ada di wilayah badan usaha untuk menyesuaikan,” ujar Dadan.

Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina Fajar Djoko Santoso mengatakan bahwa stabilnya penyesuaian harga BBM nonsubsidi saat ini merupakan hak badan usaha yang diatur sesuai dengan ketentuan Kementerian ESDM.

“Untuk sementara harga BBM nonsubsidi hari ini, 1 Maret 2024 tidak ada perubahan. Jadi, masih sama dengan harga sebelumnya atau harga di bulan Februari,” kata Fajar.

Sebagai usaha yang berada di bawah Kementerian BUMN, jelasnya, Pertamina tentu mempertimbangkan banyak aspek dalam melakukan penyesuaian harga BBM.

Jauh sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir juga menyampaikan bahwa pemerintah mendukung keputusan Pertamina untuk tidak menaikkan harga BBM non-subsidi, meskipun harga di SPBU kompetitor lain sudah naik.

“Keputusan Pertamina tidak menaikkan harga BBM tentu baik untuk menjaga stabilitas dan juga daya beli masyarakat. Di sinilah peran BUMN kepada masyarakat,” kata Erick dalam keterangannya.


Terlebih, imbuhnya, Pertamina telah melakukan efisiensi dalam proses bisnisnya sehingga bisa menghasilkan BBM dengan harga relatif terjangkau di tengah masyarakat. 

Adapun, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell Indonesia dan BP-AKR terpantau dalam 2 bulan berturut-turut menaikkan harga jual BBM terhitung per 1 Februari 2024. (Lukman Nur Hakim)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.