Jaringan Kencang Indosat-Tri, Maksimal Potensi Masyarakat di IKN

Jaringan internet yang merata, stabil, dan cepat sangat dibutuhkan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Apalagi, Presiden Joko Widodo menginginkan agar Nusantara menjadi kota pintar.

Jaffry Prabu Prakoso

26 Nov 2023 - 23.01
A-
A+
Jaringan Kencang Indosat-Tri, Maksimal Potensi Masyarakat di IKN

Petugas sedang melayani pelanggan Indosat. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis, JAKARTA – Sebelas tahun lalu Tiffana Puspa dan keluarga memutuskan untuk merantau ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Harapannya, perpindahan dari Bekasi, Jawa Barat tersebut bisa membuahkan kehidupan yang lebih baik.

Salah satu yang Tiffana khawatirkan saat itu adalah jaringan komunikasi. Sebagai generasi milenial, dia tak bisa hidup tanpa adanya internet. Dalam hati kecil, dia berdoa agar sinyal baik-baik saja.

Tiffana adalah pelanggan setia Indosat. Provider itu sudah dia gunakan sejak pertama kali memiliki telepon genggam hingga sekarang.

Kekhawatiran Tiffana tak sepenuhnya tepat setibanya di Penajam. Jaringan Indosat adalah yang paling bagus di sana.

“Bahkan, Papa sama Mama menjadikan Indosat sebagai nomor kedua saat kami pindah ke Penajam,” katanya kepada Bisnis, Sabtu (25/11/2023).

Sementara Heriani Amir langsung beralih menggunakan Tri Indonesia setelah lulus kuliah dan memutuskan untuk mendapatkan penghasilan sendiri di Penajam pada 2018.

Baca juga: Pemerataan Literasi Digital Dimulai dari Kawasan 3T

Saat itu, dia langsung bertanya pada beberapa kerabat soal penyedia jaringan yang memiliki kualitas baik dan ramah di kantor. Mereka semua menyarankan untuk menggunakan Tri Indonesia.

Kini, baik Tiffana maupun Heriani merasakan perubahan yang signifikan terkait kualitas jaringan Indosat dan Tri Indonesia. Sebaran internet makin merata.

Ditambah rencana pemerintah memindahkan ibu kota dari Jakarta ke sebagian Penajam dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, harapan jaringan yang makin baik menjadi sebuah keniscayaan.

“Dengan perkembangan teknologi ini, diharapkan masyarakat dapat mengakses informasi dengan lebih mudah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Indosat dan Tri Indonesia melebur menjadi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) pada awal 2022. Integrasi jaringan keduanya baru selesai pada April 2023.




SVP Head of Corporate Communications IOH Steve Saerang menuturkan bahwa perusahaannya berkomitmen untuk memberikan pengalaman digital kelas dunia, menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia di tanah air.

Saat ini, IOH juga terus mengembangkan infrastruktur jaringan telekomunikasi yang akan memperkuat kualitas layanan digital di wilayah Kalimantan, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Semua upaya yang kami lakukan adalah untuk mendukung pemerataan digitalisasi agar dapat memaksimalkan potensi seluruh masyarakat Indonesia, bukan hanya wilayah tertentu saja,” katanya kepada Bisnis.

Melalui perluasan jaringan telekomunikasi ke berbagai pelosok nusantara, tambah Steve, IOH ingin memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pelanggan, mendukung agenda transformasi digital bangsa, dan mendorong pertumbuhan industri serta ekonomi digital di masa depan.

“Tidak hanya fokus memperkuat jaringan di kawasan perkotaan yang padat penduduk, Indosat juga terus melakukan pembangunan pemancar [sites] baru di pelosok pedesaan,” ucapnya.

Indosat memiliki rencana jangka panjang untuk membangun 11.400 sites baru yang akan  menjangkau hingga 7.660 desa baru di seluruh Indonesia, yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025.

Baca juga: Berkah Bisnis Pusat Data RI karena Kondisi Geopolitik Global

Dalam periode 9 bulan 2023, Steve mengatakan bahwa jumlah BTS 4G Indosat di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua (Kalisumapa) adalah lebih dari 26.000 BTS 4G. Jumlah tersebut telah bertambah lebih dari 42 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari aspek pertumbuhan bisnis, pada tahun 2020, Indosat memiliki 56,2 juta pelanggan. Namun, pada laporan sembilan bulan 2023, jumlahnya telah tumbuh menjadi hampir 100 juta pelanggan secara nasional.

Pertumbuhan ini juga terjadi di wilayah regional Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua (Kalisumapa) yang total pengguna layanan data naik lebih dari 5% dibandingkan tahun lalu.

“Secara umum, pertumbuhan jumlah pelanggan di wilayah Kalisumapa pada 9 bulan 2023 mampu mendorong kenaikan trafik data hampir 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” katanya.

Sinyal Kuat, Sejahtera Masyarakat

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Penajam Paser Utara (Diskominfo PPU) Khairudin mengakui masih ada beberapa titik tak ada sinyal atau blank spot di wilayahnya.

Oleh karena itu, pemerintah PPU mencoba mengusulkan pembangunan base transceiver station (BTS) di beberapa titik tersebut. Bukan hanya itu, kerja sama dengan perusahaan swasta dijalin untuk memeratakan jaringan di IKN dan sekitarnya.

Menurut Khairudin, jaringan internet yang merata, stabil, dan cepat sangat dibutuhkan di wilayahnya. Apalagi, Presiden Joko Widodo menginginkan agar Nusantara menjadi kota pintar.

“Maka kita tidak boleh berdiam diri. Kita harus push. Pak Presiden sendiri yang meminta beberapa kementerian sudah berkantor di IKN pada 2024,” katanya.

Upaya pemerintah untuk membangun BTS merupakan bagian untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif. Untuk mencapainya, dibentuk satuan tugas (satgas) percepatan transformasi digital untuk mengakselerasi pemerataan infrastruktur digital di Indonesia.




Transformasi digital mencakup tiga aspek yang saling terkait dan mendukung. Semuanya adalah masyarakat digital, ekonomi digital, dan pemerintah digital. 

Pemerataan infrastruktur digital dapat membuka peluang ekonomi besar bagi masyarakat, Hal ini lantaran, diprediksi potensi ekonomi digital Indonesia pada 2025 menembus Rp2.000 triliun.

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria menerangkan bahwa situasi geopolitik hingga ketidakstabilan ekonomi global membuat dunia, termasuk Indonesia melakukan reformasi ekonomi konvensional melalui efisiensi dan digitalisasi.

Oleh karena itu, seluruh masyarakat perlu dibekali dengan literasi digital yang mumpuni. Di saat yang sama, dibentuk pula kecakapan digital agar bisa memanfaatkan teknologi secara maksimal.

“Kecapakan dan literasi digital berkaitan erat dengan peluang di dunia kerja. Sebagai contoh, Indonesia butuh 9 juta talenta digital untuk mengisi lapangan kerja. Jadi, kita semua harus bersiap dan menyiapkan 9 juta generasi muda pada 2030 yang punya kecakapan standar yang disebut digital talent,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.