Jelajah EV 2023: Masalah Pakai Mobil Listrik Buat Jarak Jauh

Tim Jelajah Electric Vehicle (EV) 2023 Bisnis Indonesia mencatat beberapa permasalahan yang walaupun tergolong minor, tapi tetap mengganggu dan harus jadi agenda perbaikan ke depan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Aziz Rahardyan

9 Des 2023 - 13.02
A-
A+
Jelajah EV 2023: Masalah Pakai Mobil Listrik Buat Jarak Jauh

SPKLU Asta Otopower di sisi 456 B di Rest Area Resta Pendopo KM 456. Bisnis/Suryo Hardiantoro

Bisnis, SURABAYA – Tim Jelajah Electric Vehicle (EV) 2023 Bisnis Indonesia akhirnya memasuki Kota Surabaya pada Jumat (8/12/2023) dini hari. Pahit dan manisnya pengalaman memakai EV untuk jarak jauh secara valid telah tim rasakan sendiri. 

Sekadar info, Tim Jelajah EV menggenjot kebolehan mobil listrik Toyota BZ4X BEV melalui perjalanan darat sejauh 799 km dari Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta Pusat sejak Senin (4/12/2023).

Tim telah menemui segala macam jenis stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), berkunjung ke berbagai infrastruktur terkait ekosistem EV di beberapa kota, serta melewati jalan-jalan menantang buat mengetes keandalan mobil setrum sampai batas maksimum. 

Selain itu, tim juga bertukar cerita dengan para pengguna EV dari berbagai merek yang kebetulan tim temui di jalanan, utamanya berbincang sembari sama-sama menanti proses pengecasan baterai.

Pada prinsipnya, segala hal manis tentang penggunaan EV itu benar adanya. Misalnya, soal lebih irit biaya dan kondisi telah mendukung untuk bepergian jarak jauh, minimal antarkota besar di Pulau Jawa. 

Baca juga: Jelajah EV 2023: Mencontoh Fasilitas SPKLU di Candi Prambanan

Namun, tim mencatat beberapa permasalahan yang walaupun tergolong minor, tapi tetap mengganggu dan harus jadi agenda perbaikan ke depan bagi seluruh pemangku kepentingan. 

Semua SPKLU Harus Sama

Pertama, soal konektivitas beberapa jenis SPKLU, terutama kapasitas 200 kW yang kerap diberi label ultra fast charging

Tim Jelajah EV menemui beberapa merek SPKLU berkapasitas 200 kW. Ada yang selalu eror dan berujung tidak berhasil, ada pula yang sempat eror di tengah jalan tapi proses pengecasan tetap bisa dilanjutkan.

Tim tidak menemui kasus serupa di jenis-jenis SPKLU lain yang berkapasitas 60 kW atau 120 kW. Semua SPKLU yang juga sudah berstatus fast charging ini biasanya langsung terkoneksi tanpa masalah berarti.

Hal serupa dialami Rio, pengguna Hyundai Ioniq sekaligus Penasihat Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (Koleksi) yang kebetulan tim temui di Rest Area 626 A ruas Tol Ngawi-Kertosono.




Rio termasuk pengguna EV sejak lama. Tepatnya sejak 2020 dan memiliki tiga mobil listrik berbeda. Rio juga berpengalaman bolak-balik Jakarta-Surabaya menggunakan mobil listrik.

"Sekarang SPKLU sudah banyak. Tapi yang baru yang ada stiker G20, koneksinya sering eror. Jadi saya justru lebih mengandalkan mesin-mesin SPKLU lama. Tapi mesin lama juga ada kekurangannya, yaitu mayoritas terlihat kurang perawatan," ujarnya.

Tim Jelajah EV pun sempat melaporkan kasus ini ke pihak PLN ketika mengalami kondisi serupa di wilayah Jawa Timur. 

Manajer Strategi Pemasaran PLN UID Jatim Rukminto Ari yang membantu menuntun tim via telepon menjelaskan apabila menemui kesulitan dalam pengecasan, pengguna bisa mencoba beberapa kali dengan metode berbeda, atau mencoba alat berbeda di lokasi yang sama.

Baca juga: Pelepasan Jelajah Electric Vehicle 2023

Metode yang Tim Jelajah EV lakukan ketika menemui eror, misalnya dengan memulai pengecasan dengan membeli kW kecil terlebih dahulu, mencoba konektor lain, kembali menghidupkan mobil, atau mengubah urutan pengecasan melalui klik start pada aplikasi SPKLU terlebih dahulu baru kemudian memasukkan konektor ke mobil.

Performa Aplikasi SPKLU

Kedua, Tim Jelajah EV juga mencermati kecenderungan hampir semua aplikasi SPKLU punya tatap muka layanan yang belum sempurna, kendati kinerja fitur-fitur utamanya berfungsi dengan baik.

Sekadar contoh, dalam aplikasi PLN Mobile. Masih ada kekurangan dari fitur 'Riwayat Pengisian', yaitu kerap muncul tulisan "Data not found - V021" ketika membuka histori pengecasan beberapa hari belakangan. 

Bukan hanya PLN Mobile, semua aplikasi atau website SPKLU lain yang Tim Jelajah EV coba pun masih memiliki kekurangannya masing-masing dari sisi user interface.

Salah satu rekan seperjalanan asal Surabaya yang merupakan pengguna Hyundai Ioniq 5, Ryan Adhani bercerita pada Tim Jelajah EV soal gangguan pada platform PLN Mobile. 

"Saya pernah mau pakai [SPKLU] yang 200 kW ini, terus nggak bisa connect berkali-kali. Saya sampai telepon call center. Ternyata, aplikasinya punya saya versi lama, harus di-update dulu. Saya update di tempat, habis itu langsung bisa," ujarnya. 

Ryan sedang dalam perjalanan pulang dari Kota Surakarta menuju Surabaya ketika berbincang dengan Tim Jelajah EV. Pada perbincangan itu, terungkap masalah lain berkaitan SPKLU yang sama-sama tim rasakan juga. 

Beda Titik Lokasi

Ketiga, adalah kondisi nyata SPKLU yang tidak sesuai dengan di peta daring. Ini terbilang mengganggu rencana perjalanan jarak jauh menggunakan EV yang harus diperhitungkan secara matang. 

Masalah itu, misalnya konektor yang dibutuhkan dari suatu SPKLU sedang bermasalah, SPKLU punya jam tutup, atau ada kendaraan parkir di SPKLU padahal tidak sedang mengecas batetai.

Salah satu pengalaman unik Tim Jelajah EV terkait hal ini terjadi ketika mencoba kekuatan mobil listrik tim sampai baterai seminimal mungkin. 

Waktu itu, tim dalam perjalanan dari Semarang menuju Surakarta. Tim sudah memperkirakan bahwa kapasitas baterai mobil tim bisa sampai Rest Area Resta Pendopo KM 456.

Memasuki rest area viral itu, ternyata SPKLU Asta Otopower di sisi 456 A alias arah Surakarta tidak beroperasi dan ditutup terpal.




Untungnya, rest area megah itu memiliki skybridge yang menghubungkan dua sisi tol. Akhirnya, tim coba mengecek sisi 456 B, dan melihat bahwa SPKLU Asta Otopower di sana beroperasi.

Tim pun memutuskan untuk keluar di pintu tol terdekat, kemudian masuk tol lagi untuk balik arah terlebih dahulu menuju 456 B karena baterai tim sudah sangat mepet.

Sekadar info, Bisnis Indonesia Group menggelar program Jelajah EV untuk pertama kalinya, sebagai wujud peran aktif perusahaan dalam menyampaikan informasi mengenai perkembangan ekosistem EV di Indonesia.

Tim Jelajah EV Bisnis Indonesia akan melakukan reportase langsung ke berbagai daerah. Sebanyak dua tim akan menempuh rute berbeda, yakni Jakarta–Surabaya dan Jakarta–Pulau Obi di Maluku Utara.

Tim Jelajah akan memotret berbagai dinamika pengembangan ekosistem EV, berikut peluang, dan tantangan yang dihadapi mulai dari hulu hingga hilir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.