Jelajah EV 2023: Penyetan Cak Di, Kuliner Malam di Surabaya

Penyetan Cak Di dapat menjadi pilihan mencari kuliner malam hari di Kota Surabaya, menjual panganan ikan air tawar, penjualannya bisa melampaui 1 kuintal ikan per hari.

Aziz Rahardyan

9 Des 2023 - 22.37
A-
A+
Jelajah EV 2023: Penyetan Cak Di, Kuliner Malam di Surabaya

Penyetan Cak Di asal Surabaya yang sudah buka sejak 1993 BISNIS-Suryo Hardiantoro

Bisnis, SURABAYA - Rekomendasi rekan asal Surabaya mendorong Tim Jelajah EV mampir ke penyetan legendaris Cak Di, seiring rasa lapar yang menghantui akibat perjalanan jauh di malam hari.

Sekadar informasi, Tim Jelajah Electric Vehicle (EV) Bisnis Indonesia mulai memasuki Kota Surabaya pada Jumat (8/12/2023) tengah malam, setelah menempuh perjalanan darat menggunakan mobil listrik dari Ibu Kota sejak seminggu belakangan.

Kebetulan, kami sempat berkenalan dan berbagi pengalaman dengan pengguna EV lain di jalan, saat sama-sama mengisi baterai di suatu rest area tol Trans Jawa. Teman perjalanan baru kami itu ternyata orang asli Surabaya. 

Sama-sama lapar, kami pun meminta rekomendasinya buat lanjut nongkrong di tempat wisata kuliner tengah malam Kota Pahlawan. Nama Pecel Lele Cak Di pun jadi solusi.

Siapa sangka, warung emperan di Jl Dharmahusada itu masih ramai pelanggan sesampainya kami di sana sekitar pukul 00.00 WIB.

Kebanyakan merupakan muda-mudi yang sedang nongkrong sembari makan malam bersama kolega, atau pelancong bermobil yang baru sampai di Surabaya pada malam hari seperti kami. 

Bahkan, kami sempat makan berbarengan dengan beberapa mobil pelat B dan mobil dari daerah Jawa Timur selain pelat L.

Baca Juga : Jelajah EV: Mengecas Mobil Sambil Kulineran di KM 456 

Penyetan Cak Di asal Surabaya yang sudah buka sejak 1993./BISNIS-Suryo

Supri, karyawan yang telah ikut Cak Di selama 23 tahun lamanya, seakan tahu bahwa Tim Jelajah EV adalah orang jauh. Kami pun disambut oleh keramahannya.

"Memang di sini masih begini sampai dini hari. Banyak anak muda yang betah ngobrol ngalor-ngidul habis makan. Tapi puncak ramainya biasanya sore jelang malam. Kami sedia lele sekitar 60 kg setiap hari pun selalu habis sekitar jam 19.00 WIB," ujarnya. 

Adapun, Cak Di telah buka di tempat itu sejak 1993. Nama aslinya Sutarmidi. Supri sendiri termasuk karyawan pertamanya yang ikut berjuang membesarkan Penyetan Cak Di dari nol.

"Dulu waktu saya ikut beliau itu masih kadang sehari cuma 5 kg. Kalau sekarang, kami harus sedia total semua ikan sampai 1 kuintal," tambah Supri.

Baca Juga : Jelajah EV 2023: Masalah Pakai Mobil Listrik Buat Jarak Jauh 

Dari semua ikan-ikanan itu, lele dan patin merupakan yang paling laris. Masing-masing bisa habis sekitar 60 kg setiap hari. Menyusul setelahnya, gurameh yang biasanya bisa habis 30 kg per hari.

Penyetan Cak Di punya ciri khas sambalnya yang dibikin dadakan. Karyawan Cak Di mengulek langsung sambal segar itu untuk masing-masing pelanggan.

Cak Di masih ada di lokasi ketika kami makan di sana. Dia bercerita bahwa walaupun harus mengeluarkan usaha lebih besar dan punya lebih banyak karyawan untuk mempertahankan ciri khasnya tersebut, justru itu lah yang membuatnya sukses.

"Alhamdulillah, ya, mungkin ini yang namanya hasil dari berproses buat tetap konsisten," ungkapnya kala itu, sembari tetap terjun melayani pelanggan walaupun sudah lewat tengah malam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.