Jemaah Wafat di Tanah Suci 32 Orang akan Dibadalhajikan

Momentum menjalani puncak haji di Arafah, Muzdalifah, Mina, dan lempar jumrah menuntut kesiapan prima khususnya ketahanan fisik.

Jaffry Prabu Prakoso

3 Jun 2024 - 18.33
A-
A+
Jemaah Wafat di Tanah Suci 32 Orang akan Dibadalhajikan

Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. /MCH 2024

Bisnis, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) melaporkan bahwa jemaah haji yang wafat di Arab Saudi sebanyak 32 orang. Sementara itu, jemaah yang sudah tiba di Tanah Suci berjumlah 154.410 orang.

“Jemaah yang wafat di Tanah Suci hingga saat ini berjumlah 32 orang. Seluruh jemaah wafat akan dibadalhajikan,” kata Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda melalui keterangan pers, Minggu (02/06/2924). 

Widi menjelaskan bahwa operasional layanan jemaah haji gelombang pertama di Madinah secara keseluruhan telah dilaksanakan. 

Baca juga: Jenis Visa Haji dan Persyaratannya, Kemenag: Jangan Tertipu Visa Non Haji

Kecuali jemaah yang masih dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan rumah sakit di Madinah, seluruh jemaah di Madinah telah diberangkatkan ke Makkah Al-Mukarramah untuk melaksanakan umrah wajib dan dilanjutkan menjalani tahapan puncak haji. 

Disampaikan Widi, bagi jemaah yang masih dirawat di KKHI dan rumah sakit di Madinah, setelah melakukan pendataan, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) akan membawa jemaah tersebut ke Makkah.

Mereka diantar petugas KKHI setelah sebelumnya pembimbing ibadah PPIH memfasilitasi jemaah sakit tersebut untuk miqat dan berihram di Bir Ali dan melaksanakan umrah wajib. 

 

 

Momentum menjalani puncak haji di Arafah, Muzdalifah, Mina, dan lempar jumrah, tambah Widi, menuntut kesiapan prima khususnya ketahanan fisik yang menjadi salah satu prasyarat jemaah dapat menjalankan tahapan Armuzna dengan lancar. 

“Masa menunggu puncak haji tersebut, selain mendalami manasik haji, banyak jemaah yang memanfaatkan waktu tersebut untuk tawaf sunah atau ibadah umrah, bahkan sebagian jemaah melakukan umrah hingga berkali-kali,” katanya. 

Menurut Widi, aktivitas tawaf sunah dan umrah berkali-kali dapat memicu ketahanan fisik melemah, dan rentan penyakit bawaan (komorbid) kambuh pada saat puncak haji mendatang. 

“Karenanya, jemaah diimbau untuk membatasi ibadah umrah dan aktivitas ibadah sunah yang berpotensi menguras energi,” ucapnya. 

Baca juga: PPIH Ingatkan Sanksi Naik Haji dengan Visa Palsu, Dendanya Hingga Puluhan Juta

PPIH, khususnya yang menangani jemaah lansia dan disablitas serta tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama Pada Jemaah Haji (PKP3JH), secara reguler melakukan visitasi dan edukasi jemaah ke setiap sektor terkait pelaksanaan safari wukuf dan tanazul jemaah lansia dan disabilitas. 

“Intensifikasi sosialisasi dan edukasi tentang pelaksanaan safari wukuf dan tanazul ini diharapkan dapat mendorong jemaah serta perangkat kloter mempersiapkan diri dengan baik mengikuti tahapan Armuzna mendatang” ungkapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.