Joe Biden Isyaratkan Dukung Jeda di Konflik Hamas-Israel

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan perlu adanya jeda bagi perang antara Hamas dan Israel untuk memberikan waktu bagi pembebasan sandera yang ditahan di jalur Gaza.

Jessica Gabriela Soehandoko

2 Nov 2023 - 10.50
A-
A+
Joe Biden Isyaratkan Dukung Jeda di Konflik Hamas-Israel

Presiden Joe Biden. (Doke. Gedung Putih)

Bisnis, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan perlu adanya jeda bagi perang antara Hamas dan Israel untuk memberikan waktu bagi pembebasan sandera yang ditahan di jalur Gaza.

Hal tersebut diungkapkan Biden pada Rabu waktu setempat (1/11/2023) ketika menjawab seorang pengunjuk rasa selama penggalangan dana politik di Minneapolis, AS. 

“Saya pikir kita perlu jeda [perang Hamas vs Israel]. Jeda ini berarti memberikan waktu untuk mengeluarkan para sandera," ujar Biden seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (2/11). 

Pada saat yang sama, kelompok progresif, serta Muslim dan Arab Amerika, mengkritik Biden atas dukungannya terhadap kampanye Israel melawan Hamas yang telah mengakibatkan ribuan kematian warga sipil di Gaza. 

“Saya ingin Anda menyerukan gencatan senjata sekarang juga,” jelas para pengunjuk rasa dalam menyela Biden. 

Adapun, Biden juga menuturkan bahwa dia memahami emosi para pengunjuk rasa. Menurutnya, kondisi saat sangat rumit bagi Israel serta komunitas muslim di dunia.

Biden sendiri mendapatkan pujian karena telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk memberikan waktu untuk “mengeluarkan para tahanan” sebelumnya melancarkan invasi data. 

Presiden AS tersebut juga mendapat pujian lantaran membujuk Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi untuk membiarkan orang asing dan warga Palestina yang terluka meninggalkan Gaza melalui negaranya.

Rabu (1/11), Mesir telah membuka penyeberangan Rafah dengan Gaza, yang memungkinkan sekelompok orang, termasuk beberapa orang Amerika, untuk melarikan diri dari pertempuran.

Kemudian, pada acara penggalangan dana di Minneapolis, Biden mengatakan bahwa ia mendukung solusi dua negara yang akan menghasilkan pembentukan sebuah negara Palestina di samping Israel. 

Namun, dia juga membela hak Israel untuk menyerang Hamas, yang telah ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa, setelah para militan  menewaskan sekitar 1.400 warga Israel, sebagian besar warga sipil, dan menyandera sekitar 240 orang.  

"Faktanya Hamas adalah organisasi teroris. Sebuah organisasi teroris," tambah presiden AS tersebut.

Biden juga mengatakan bahwa ia merasa gembira karena laju bantuan yang mengalir ke Gaza telah meningkat. Dia juga meminta Israel untuk melakukan operasi militer dengan cara yang sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional, yang memprioritaskan perlindungan warga negara. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.