John Kosasih Borong Saham BBCA Rp495 Juta

Direktur PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) John Kosasih dilaporkan memborong 60.000 ribu lembar saham bank swasta terbesar di Tanah Air tersebut pada Kamis (5/1/2023). John Kosasih diperkirakan merogoh kocek Rp495 juta untuk mempertebal portofolionya.

Emanuel Berkah Caesario

13 Jan 2023 - 17.54
A-
A+
John Kosasih Borong Saham BBCA Rp495 Juta

Acara BCA Expo diselenggarakan pada 9-11 September 2022 di Indonesia Convention Exhibition atau ICE BSD, Hall 9, Tangerang, Banten/Bisnis-Rika Anggraeni

Bisnis, JAKARTA — Direksi PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) gencar memborong saham perseroan di tengah tren koreksi harga yang terjadi.

Terbaru, Direktur BCA, John Kosasih, dilaporkan memborong 60.000 ribu saham perseroannya pada Kamis (5/1/2023).

Pada saat transaksi berlangsung, saham BBCA tengah anjlok 1,20 persen pada level Rp8.250 per lembar. Dengan demikian, John Kosasih diperkirakan merogoh kocek Rp495 juta untuk mempertebal portofolionya.

Mengutip keterbukaan informasi yang dibagikan BBCA pada Selasa (10/1/2023), jumlah kepemilikan saham John Kosasih dilaporkan tumbuh 21,29 persen.

"Jumlah saham sebelum transaksi yakni 221.765 lembar adapun jumlah saham setelah transaksi sebesar 281.765 lembar," jelas Raymon Yunarto selaku Corporate Secretary BBCA dikutip Kamis (12/1/2023).

Adapun, tujuan transaksi tersebut dimaksudkan untuk kepentingan investasi dengan status kepemilikan langsung.

Sementara itu, dalam sepekan belakangan kinerja harga saham BBCA memang tengah terkoreksi. Hari ini, saham BBCA turun 1,53 persen dibanding kemarin. Sepanjang tahun berjalan 2023, saham BBCA sudah terkoreksi 5,85 persen year-to-date (YtD).

Untuk diketahui, sejak awal pasar perdagangan Bursa Efek Indonesia dibuka, kinerja harga saham sejumlah bank jumbo memang terpantau lesu. Selain BBCA, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI juga anjlok 7,56 persen YtD.

Selanjutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI juga terkoreksi 9,31 persen YtD. Tak kalah mengejutkan, saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BBTN juga turun tajam 8,15 persen YtD, sedangkan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turun 5,96 persen YtD.

Alhasil, melorotnya saham big cap dalam beberapa waktu terakhir turut mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) turun hingga 3,05 persen YtD. 

(Reporter: Alifian Asmaaysi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.