Jokowi Akan Tambah Anggaran Pupuk Subsidi Rp 14 Triliun

Tahun politik kembali menggelitik pemerintah menggelontorkan tambahan subsidi. Rencananya, anggaran pupuk bersubsidi bertambah Rp14 triliun setara 2,5 juta ton tambahan pupuk bersubsidi.

Rinaldi Azka

5 Feb 2024 - 17.13
A-
A+
Jokowi Akan Tambah Anggaran Pupuk Subsidi Rp 14 Triliun

Pupuk bersubsidi./Istimewa

Bisnis, JAKARTA - Pemerintah menganggarkan tambahan belanja subsidi pupuk hingga Rp14 triliun pada 2024. Anggaran pun disebut telah disiapkan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga menyampaikan alokasi pupuk bersubsidi yang disiapkan pemerintah pada 2024. Selain itu, disampaikan juga beberapa perbaikan yang akan dilakukan terkait penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan harapan para petani.

“Jadi pada saat Pemerintah memberikan subsidi dan menambah anggaran, maka saya bicarakan dengan Pupuk Indonesia [BUMN[ harus ada burden sharing antara pemerintah dan Pupuk Indonesia. Oleh karena itu, ke depannya, aplikasi pupuk bersubsidi diharapkan akan lebih tepat sasaran,” kata Airlangga dikutip Senin (5/2/2024).

Jumlah petani yang mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi 2024 yakni sebanyak 14,3 juta petani dengan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 5,2 juta ton. Guna mengatasi adanya kekurangan jumlah pupuk bersubsidi, Presiden Joko Widodo pada 2 Januari 2024 juga telah memberikan arahan untuk menambah anggaran sebanyak Rp14 triliun atau sebanyak 2,5 juta ton pupuk bersubsidi.

Sektor pertanian merupakan sektor yang memiliki kontribusi besar dan turut berperan penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Pada kuartal III/2023, sektor pertanian tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 1,46% (yoy) dan mampu memberikan kontribusi sebesar 13,57% ke PDB. Keberhasilan ini juga tidak tidak terlepas dari peran para petani yang telah bekerja keras dan ikut serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Baca Juga : Penyebab Anggaran Perlinsos Tembus Rp4.000 Triliun  

Untuk musim tanam sejak awal tahun 2024 ini, pemerintah melakukan berbagai upaya dukungan meningkatkan produktivitas petani agar bisa mendapatkan hasil yang optimal. Selain mendorong kemudahan proses penebusan pupuk bersubsidi dengan menggunakan KTP melalui aplikasi i-Pubers, pemerintah juga terus memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi dan keterjangkauan harga pupuk nonsubsidi.

“Saya senang karena hari ini ada diskon pupuk. Masalah pertanian menjadi perhatian utama pemerintah. Nah, pemerintah melihat tahun kemarin El Nino dan sekarang sudah masuk musim tanam, maka pupuk harus tersedia,” ujarnya.

Kemenko Perekonomian menggelar kegiatan Gebyar Diskon Pupuk yang diselenggarakan di 42 titik Kabupaten di seluruh Indonesia, Kabupaten Bekasi menjadi titik penyelenggaraan ke-29. Pada kegiatan Gebyar Diskon Pupuk tersebut, pemerintah telah menugaskan PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk memenuhi kebutuhan pupuk nonsubsidi dan mendorong petani agar segera melakukan penebusan pupuk.

Baca Juga : Bansos Jor-joran APBN Ngos-ngosan

Pada kesempatan tersebut, diskon pupuk disalurkan sebanyak 1.000 kupon bagi para petani di Kabupaten Bekasi untuk tebus murah 1 paket pupuk yang terdiri dari 25 kg urea nonsubsidi dan 25 kg NPK nonsubsidi. Untuk tebus murah 1 paket pupuk, petani akan membayar sebesar Rp270.000  atau mendapatkan diskon 40% dari harga normal sebesar Rp450.000. Sementara itu, total alokasi pupuk bersubsidi tahun 2024 untuk Kabupaten Bekasi tercatat mencapai 9.111,33 ton dan per tanggal 3 Februari 2024 telah terealisasi penyalurannya sebesar 15% atau sebanyak 1.367 ton.

Airlangga menuturkan urgensi pemberian tambahan subsidi ini karena telah memasuki musim tanam. Adapun, alokasi anggaran subsidi pupuk pada 2024 tercatat senilai Rp26,6 triliun.

“Kemarin dengan dana yang ada Rp26 triliun itu hanya mencakup 5,7 juta petani dan kita harus menambah 2,5 juta petani dan subsidi pupuk tidak boleh lambat, sehingga Bapak Presiden sepakat untuk menyetujui ditambahkan subsidi Rp14 triliun,” katanya.

Meski juga dilontarkan pertanyaan terkait sumber anggaran bantuan langsung tunai (BLT) Rawan Pangan Rp600.000 untuk tiga bulan pertama 2024, Airlangga hanya menjawab sumber tambahan untuk subsidi pupuk. 

“Nanti itu teknisnya ada macam-macam cara, Bu Menkeu akan menyelesaikan, salah satunya automatic adjustment,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Jokowi kembali menerapkan blokir anggaran melalui automatic adjustment kementerian/lembaga (K/L) senilai Rp50,4 triliun pada 2024 dengan alasan kondisi geopolitik.

Baca Juga : BPS: Inflasi Indonesia Capai 2,57% pada Januari 2024 

Pasalnya, kebijakan automatic adjustment merupakan salah satu metode untuk merespons dinamika global yang telah terbukti ampuh menjaga ketahanan APBN pada 2022 dan 2023. 

Nantinya, stok pupuk tersebut terdiri dari dua jenis yaitu urea dan NPK sesuai dengan Peratiran Menteri Pertanian (Permentan) No. 10/2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian. 

Melansir dari laman resmi Kementerian Pertanian, pemberian subsidi pupuk kepada para petani bertujuan untuk menekan laju inflasi pangan yang cukup tinggi pada 2022. Lonjakan pangan yang terjadi disebabkan karena dampak dari pandemi Covid-19, kenaikan BBM subsidi, hingga dampak dari konflik Rusia, dan Ukraina.

Kementerian Pertanian mencatat konflik Ukraina dan Rusia telah berdampak pada petani di Indonesia. Sebanyak 5 pabrik pupuk di Indonesia masih mengambil bahan baku dari kedua negara tersebut.

Alhasil, kapal pengangkut bahan pupuk masih sangat terkendala. Hal tersebut yang menjadi salah satu faktor kelangkaan pupuk, yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat petani saat ini.

Menko Airlangga juga meninjau langsung gudang pupuk, memastikan ketersediaan pupuk dan melihat penyaluran diskon pupuk serta melakukan dialog dengan para petani yang hadir. Dalam dialog langsung tersebut, Menko Airlangga menanggapi beragam pertanyaan dan permintaan para petani mulai dari tata cara penebusan pupuk bersubsidi, beras impor, hingga program Pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup petani.

Turut hadir dalam dialog tersebut diantaranya yakni Anggota DPR RI, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Dida Gardera, Staf Ahli Menko Perekonomian Bidang Transformasi Digital, Kreativitas, dan Sumber Daya Manusia Rizal Edwin Manansang, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Asisten Deputi Prasarana dan Sarana Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Ismarini, Pj. Bupati Bekasi Dani Ramdan beserta jajaran, serta Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmat Pribadi beserta jajaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.