Jokowi dan Presiden Filipina Sepakat Urusan Kopi hingga Patroli

Retno Marsudi mengatakan terdapat tiga poin hasil dari pertemuan bilateral antara Indonesia dan Filipina, pada Rabu (10/1/2024). Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja selesai melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Filipina Marcos Jr. di Istana Malacanang, Manila.

Erta Darwati

11 Jan 2024 - 14.45
A-
A+
Jokowi dan Presiden Filipina Sepakat Urusan Kopi hingga Patroli

Presiden Filipina Ferdinand \'Bongbong\' Marcos Jr. menyampaikan pidato dalam Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) CEO Summit di San Fransisco, Amerika Serikat pada Rabu (15/11/2023). - Bloomberg/David Paul Morris

Bisnis, JAKARTA - Indonesia dan Filipina mencapai 3 poin hasil pertemuan bilateral antar kedua negara dari kopi hingga patroli bersama. 

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi membahas isu Laut China Selatan saat bertemu dengan Menlu Filipina Enrique Manalo, di Manila. 

Dia mengatakan pertemuan bilateral dengan Menlu Enrique Manalo dilakukan dalam format Joint Commission on Bilateral Cooperation (JCBC).

"Di pembahasan isu regional dan global dalam JCBC antara kedua menteri luar negeri, kami membahas antara lain situasi Laut China Selatan, Myanmar, pengungsi Rohingya, serta isu Palestina," katanya, dalam Press Briefing, Rabu (10/1/2024).

Retno mengatakan kepada Menlu Manalo terkait Laut China Selatan, bahwa Indonesia siap bekerja sama dengan semua negara anggota Asean, termasuk Filipina untuk menyelesaikan CoC sesegera mungkin.

"Kami juga menyambut baik Statement on Maintaining and Promoting Stability in the Maritime Sphere in Southeast Asia yang dikeluarkan para Menteri Luar Negeri Asean pada 30 Desember 2023 lalu," ujarnya. 

Menurutnya, ini merupakan langkah penting untuk memastikan Laut China Selatan tetap menjadi laut perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran.

Lebih lanjut, kedua Menlu juga membahas isu Myanmar. Dia mengatakan bahwa Indonesia dan Filipina memiliki keprihatinan yang sama terhadap situasi di Myanmar 

"Kita terus mendorong implementasi Konsensus Lima Poin (5PC) untuk mengembalikan perdamaian dan demokrasi di Myanmar. Kami juga tegaskan dukungan bersama bagi Laos sebagai Ketua Asean untuk memfasilitasi lebih banyak dialog dan bantuan kemanusiaan," ucapnya. 

Dia menegaskan bahwa akibat krisis di Myanmar, memunculkan lonjakan pengungsi Rohingya ke kawasan, termasuk ke Indonesia. 

Oleh karena itu, menurutnya, kerja sama regional yang lebih kuat diperlukan untuk mengatasi isu ini, termasuk akar penyebabnya.


Kemudian, Retno menegaskan kepada Menlu Manalo, bahwa kekejaman Israel di Jalur Gaza harus dihentikan. Posisi Indonesia jelas dan konsisten untuk membela keadilan dan kemanusiaan bagi Palestina.

"Kami sangat prihatin dan khawatir dengan krisis di Palestina, dan ini kita bahas di dalam pertemuan JCBC, khususnya mencermati situasi di Gaza saat ini," tambahnya. 

Dia menilai tragedi yang terjadi di Gaza sangat mengkhawatirkan karena korban terus berjatuhan dan per saat ini telah menewaskan lebih dari 23.000 orang, mayoritas diantaranya adalah perempuan dan anak-anak dan beresiko menjadi konflik yang lebih luas di kawasan.

Sementara itu, di bidang ekonomi yakni di bidang perdagangan, kedua Menlu menyambut baik pertumbuhan perdagangan bilateral selama 5 tahun terakhir meskipun krisis global terjadi. 

Selain itu, juga kedua negara juga sepakat untuk lebih memperkuat perdagangan bilateral dan berkomitmen untuk terus mengeksplorasi peluang perdagangan baru.

Lalu, di bidang investasi, kedua Menlu juga menyambut antusiasme investor dari kedua negara untuk memperkuat investasi. 

Baca Juga : Bank Dunia Prediksi Ekonomi Indonesia Tidak Sampai 5% Tahun 2024 

POIN KESEPAKATAN

Retno Marsudi mengatakan terdapat tiga poin hasil dari pertemuan bilateral antara Indonesia dan Filipina, pada Rabu (10/1/2024). 

Dia mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja selesai melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Filipina Marcos Jr. di Istana Malacanang, Manila.

"Pertama, di bidang politik dan keamanan. Bapak Presiden dan Presiden Marcos Jr. sepakat untuk memperkuat kerja sama perbatasan, termasuk melalui patroli bersama," katanya. 

Retno menjelaskan bahwa Presiden Jokowi menyampaikan pentingnya mendorong percepatan revisi Perjanjian Patroli Perbatasan (Border Patrol Agreement), Perjanjian Lintas Batas (Border Crossing Agreement) untuk mengatasi dinamika tantangan dan perubahan struktur. 

Lalu, juga mendorong penyelesaian batas landas kontinen antara kedua negara serta penguatan kerja sama pertahanan termasuk pengadaan alutsista.

Kedua, dia mengatakan di bidang ekonomi, Filipina adalah mitra penting ekonomi bagi Indonesia khususnya di perdagangan. 

Baca Juga : CEO Boeing Akui Kesalahan Insiden di Alaska Airlines 

"Selama 5 tahun terakhir volume perdagangan kita terus meningkat bahkan naik lebih dari 16% pada tahun 2022, dan kalau kita lihat dari angka perdagangan bilateral, jumlahnya sudah melampaui lebih dari US$10 miliar dengan surplus berada di pihak Indonesia," ucapnya. 

Dia menjelaskan bahwa di dalam pertemuan bilateral, Presiden Jokowi dan Presiden Marcos Jr. membahas isu perdagangan dan sepakat untuk terus saling membuka akses pasar baik untuk komoditas Filipina ke Indonesia maupun sebaliknya.

Selain itu, dia juga mengatakan secara khusus, Presiden Jokowi mengharapkan dukungan Filipina untuk meninjau kembali kebijakan pengamanan khusus (special safeguard measures) terhadap produk kopi Indonesia sehingga kebijakan tersebut dapat segera dicabut.

"Presiden juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Filipina pada BUMN Indonesia untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur penting di Filipina serta mendorong percepatan atau groundbreaking North-South Commuter Railway Project," tambahnya. 

Kemudian ketiga, Retno mengatakan hal yang dibahas juga terkait dengan isu-isu kawasan. Dia menjelaskan bahwa Presiden Jokowi menyampaikan pentingnya penguatan kesatuan dan sentralitas Asean yang bukan hanya sekedar jargon.

"Beliau juga menegaskan Asean harus tetap berpegang pada prinsip hukum internasional dan menjadi positive force untuk perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.