Jokowi Pastikan Pabrik Sel Baterai Hyundai LG Beroperasi 2024

Presiden Joko Widodo memastikan pabrik sel baterai mobil listrik PT Hyundai LG Industry (HLI) Green Power di Karawang, Jawa Barat, mulai berproduksi pada 2024. Pabrik terbesar di Asia Tenggara ini merupakan satu dari lima fasilitas produksi baterai EV LG Energy Solution di dunia.

Fatkhul Maskur

15 Sep 2023 - 21.08
A-
A+
Jokowi Pastikan Pabrik Sel Baterai Hyundai LG Beroperasi 2024

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke pabrik sel baterai Hyundai LGES untuk memastikan persiapan produksi massal Maret 2024. - Foto Hyundai

Bisnis, JAKARTA – Presiden Joko Widodo memastikan pabrik sel baterai mobil listrik PT Hyundai LG Industry (HLI) Green Power di Karawang, Jawa Barat, mulai berproduksi pada 2024. Pabrik terbesar di Asia Tenggara ini merupakan satu dari lima fasilitas produksi baterai EV LG Energy Solution di dunia.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo seusai meninjau langsung pabrik baterai mobil listrik PT Hyundai LG Industry (HLI) Green Power di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Kamis (14/9/2023).

Ya tadi yang PT HLI Green Power itu nanti mulai awal tahun akan sudah memproduksi 30 juta baterai sel yang itu akan bisa digunakan untuk memproduksi kurang lebih 180.000 mobil,” ujar Presiden Jokowi dalam keterangan pers di Gudang Bulog Purwasari, Karawang Timur.

Menurut Presiden, pabrik tersebut merupakan bagian dari pembangunan ekosistem besar kendaraan listrik (EV) yang digaungkan pemerintah. Dengan terbangunnya ekosistem besar tersebut, diharapkan Indonesia bisa masuk ke rantai pasok global kendaraan listrik.

“Rantai pasok global bisa kita masuki di situlah nantinya ketergantungan negara lain terhadap baterai sel kita, ketergantungan negara lain terhadap EV baterai kita di situ,” imbuh Presiden.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia yang turut mendampingi Presiden mengatakan bahwa pabrik tersebut kini mulai melakukan uji coba produksi setelah pencanangan pembangunan (groundbreaking) tepat 2 tahun lalu.

Alhamdulillah dua tahun yang lalu–tepatnya hari ini–kita melakukan groundbreaking pembangunan baterai mobil, sel baterai. Dua tahun kemudian ini sudah jadi. Sekarang produknya sudah ada, sekarang sedang trial and error, mungkin Maret 2024 sudah berproduksi,” ujar Bahlil.

Groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik PT HKML Battery Indonesia di Karawang New Industry City (KNIC) dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo, Rabu (15/9/2023).

HKML Battery Indonesia merupakan anak perusahaan konsorsium LG Energy Solution, Hyundai, Hyundai Mobis, Kia Mobil, dan PT Industri Baterai Indonesia (BUMN Baterai Indonesia).

Pabrik Hyundai LG yang disebut menelan investasi US$1,1 miliar itu dirancang memiliki kapasitas produksi pada tahap awal 10 gigawatt hour (GWh),  atau setara dengan kebutuhan baterai untuk 150.000 kendaraan listrik.

Chairman Hyundai Motor Group Chung Euisun dan CEO LG Energy Kim Jong-hyun hadir dalam acara groundbreaking ini. Pabrik baterai ini dijadwalkan memulai produksi massal pada paruh pertama 2024.

Presiden Joko Widodo di Pabrik Baterai Hyundai LGES, Kamis (14/9/2023). - Foto Presidenri.go.id

EKSPANSI KAPASITAS

Bahlil menjelaskan bahwa kunjungan Presiden Jokowi dilakukan untuk meninjau tahap kedua pembangunan pabrik untuk meningkatkan kapasitas produksi baterai 20 GWh menjadi sebesar 30 GWh per tahun.

“Jadi nanti LG-nya akan membangun kapasitas produksi 30 GWh,  dan ini adalah komitmen investasi yang kami sudah bicarakan selama ini,” ungkapnya.

Pabrik sel baterai di Karawang merupakan fasilitas produksi sel baterai Hyundai LG pertama dan terbesar di Asia Tenggara. Fasilitas produksi di Karawang ini merupakan satu dari sederet pabrik LGES  di dunia yang menggunakan teknologi terbaru.

LGES membangun basis produksi baterainya di Korea Selatan, Amerika Serikat, Kanada, Polandia, China, dan terbarunya di Indonesia.

Pada 2022, LGES mengumumkan target ambisiusnya untuk meningkatkan kapasitas produksi baterainya lebih dari dua kali lipat menjadi 520 GWh pada 2025.

Amerika Utara menjadi basis produksi terbesar dengan kontribusi 41%. Selain itu, LGES juga memutuskan untuk masuk pasar Asean dengan membangun pabrik di Indonesia.

Untuk ekspansi ini, LGES meningkatkan belanja modalnya pada 2022 menjadi 7 triliun won atau sekitar US$5,54 miliar (+75%). Investasi ini akan ditujukan pabrik baru di Kanada, Amerika Serikat, Indonesia, serta untuk proyek perluasan.

Di Amerika Utara, LGES akan menaikkan kapasitas produksinya 16,5 kali lipat, dari 13 GWh pada 2022 menjadi 215 GWh pada 2025.

Di Korea Selatan, LGES akan meningkatkan kapasitas di pabrik Ochang menjadi 33 GWh pada 2025 dari sebesar 21 GWh per tahun.

Di China, LGES akan meningkatkan produksi di pabrik Nanjing dan Binjiang sekitar 55,9% menjadi 145 GWh per tahun dari 93 GWh pada 2022.

Di Eropa, LGES akan meningkatkan produksi pabriknya di Wroclaw di Polandia menjadi 115 GWh pada 2025 dari 68 GWh pada 2022.

Di Asia Tenggara, LGES sedang mendirikan pabrik patungan dengan Hyundai Motor di Karawang. Pabrik ini ditargetkan memulai produksi massal pada Maret 2024. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.