Free

Jurus ATW Solar Tingkatkan Komponen Dalam Negeri pada PLTS Atap

Penggunaan komponen dalam negeri ini sesuai dengan Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 54/MIND/PER/3/2012 ini mengatur nilai TKDN barang minimal untuk modul surya minimal 60% yang akan mulai efektif diberlakukan pada 1 Januari 2025.

Redaksi

18 Apr 2024 - 15.17
A-
A+
Jurus ATW Solar Tingkatkan Komponen Dalam Negeri pada PLTS Atap

PLTS atap. /istimewa

Bisnis, JAKARTA – PT ATW Sejahtera (ATW Solar) menjalin kerja sama dengan ALCA Metals Group melalui anak usahanya, yaitu PT Solar Mart Energi (Sun Star Solar) untuk meningkatkan realisasi pemanfaatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada subsektor energi baru terbarukan dan konservasi energi.

Direktur Utama ATW Solar Antonius Weno mengatakan kolaborasi dengan ALCA Metals Group merupakan langkah strategis ATW Solar untuk mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri dan melakukan efisiensi biaya tanpa mengurangi kualitas produk yang ditawarkan kepada pelanggan, khususnya pada industrial segment.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 23 Tahun 2023 tentang Pedoman Penggunaan Produk Dalam Negeri untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan.

“Dalam ketentuan yang merupakan Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 54/MIND/PER/3/2012 ini mengatur nilai TKDN barang minimal untuk modul surya minimal 60% yang akan mulai efektif diberlakukan pada 1 Januari 2025,” ujarnya dalam keterangan, Kamis (18/4/2024). 

Direktur ATW Solar Juan Davis menuturkan kolaborasi apik antara ATW Solar dan ALCA Metals dipastikan mampu memperkuat daya saing ATW Solar dalam kompetisi bisnis sektor green energy yang berkelanjutan.

“Kerja sama ini, mendorong kami sebagai pioneer energi terbarukan yang berfokus sebagai perusahaan EPC di bidang tenaga surya, menjadi semakin percaya diri dalam menghadapi kompetisi bisnis,” ucapnya. 

ATW Solar merupakan produsen EPC tenaga surya. ATW Solar berdiri pada tahun 2017 dengan portofolio mencapai lebih dari 100 MWp di sektor komersial, industrial, dan residensial.

Direktur Bisnis ALCA Metals Group Sukanto Lukman menuturkan kerja sama tersebut juga merupakan langkah strategis ALCA Metals untuk berkontribusi lebih baik pada kemajuan energi terbarukan dalam negeri melalui produk-produk aluminium dengan kualitas global.

“Kerjasama antara ATW Solar dengan ALCA Metals merupakan bentuk sinergi dalam menciptakan ekosistem usaha yang lebih tangguh sehingga, kontribusi masih-masing entitas bisnis terhadap kemajuan industri dalam negeri dari waktu kewaktu dapat semakin besar,” katanya. 

PT Solar Mart Energi merupakan group ALCA Metals yang melakukan pengembangan di bidang energi terbarukan. Selain memenuhi kebutuhan market domestik, saat ini 90% hasil produksi ALCA Metals juga diekspor ke berbagai negara di Australia, Eropa, Amerika, dan Afrika. Salah satu produk alumunium ALCA Metals adalah sistem mounting alumunium dan frame modul surya yang dipasarkan oleh PT Solar Mart Energi.

Baca Juga: Ketidakstabilan Jadi Alasan Pasang PLTS Atap Pakai Sistem Kuota


Performa Indonesia

Merujuk data Climate Change Performace Index (CCPI), Indonesia berada di peringkat 36 pada 2024. Sejauh ini, capaian tersebut merupakan penurunan dari tahun 2023 yang berada di peringkat ke-26.

Para ahli mengkritik performa Indonesia yang tidak selaras dengan Paris Agreement dan hanya didasarkan pada kalkulasi bisnis seperti biasa yang berlebihan. Namun, para ahli juga mengapresiasi langkah pemerintah yang menghentikan pembangunan pembangkit listrik baru dengan tenaga konvensional.

Adapun hingga saat ini masih ada 36 unit pembangkit listrik di Indonesia yang masih menggunakan energi batu bara. Ada juga peningkatan pada produksi biodiesel dan minyak sawit mentah.

Para ahli menilai bahwa Indonesia perlu menetapkan target energi terbarukan dengan standar lebih tinggi. Hal ini bertujuan untuk mencapai target kontribusi yang ditentukan secara nasional (NDC) melalui penerapan dengan rencana dan pembiayaan yang tepat sasaran. (Muhammad Nishfi Azriel)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.