Kabar SoftBank Bakal Lepas Hampir Seluruh Saham Alibaba

Berdasarkan keterbukaan informasi, kepemilikan SoftBank di grup e-commerce asal China bakal berkurang hingga 3,8 persen setelah penjualan saham Alibaba.

Jaffry Prabu Prakoso

13 Apr 2023 - 17.30
A-
A+
Kabar SoftBank Bakal Lepas Hampir Seluruh Saham Alibaba

Pepper, robot hasil pengembangan SoftBank Robotics yang mampu menerima pesanan makanan dan sekaligus pembayarannya ini kini hadir untuk pertama kakinya di Asia Tenggara, saat peluncurannya di gerai Pizza Hut, Safra Punggol, Singapura, Rabu (14/3/2018). /JIBI-Puput Ady Sukarno

Bisnis, JAKARTA – SoftBank Group Corp dikabarkan akan melepas hampir semua saham Alibaba Group Holding Ltd yang dimiliki perusahaan.

Dilansir dari bisnis.com yang mengutip Reuters pada Kamis (13/4/2023), berdasarkan keterbukaan informasi kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS yang dikutip Financial Times, kepemilikan SoftBank di grup e-commerce asal China bakal berkurang hingga 3,8 persen setelah aksi penjualan tersebut.

Grup perbankan Jepang yang didirikan Masayoshi Son tersebut telah menjual saham Alibaba US$7,2 miliar sejak awal tahun melalui kontrak berjangka yang dibayar di muka.


Pendiri Alibaba Group Jack Ma (kanan) pada diskusi panel Disrupting Development dalam Pertemuan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali Jumat (12/10/2018)./JIBI-Abdullah Azzam


SoftBank mengatakan kepada FT bahwa transaksi Alibaba mencerminkan pergeseran ke mode defensif untuk mengatasi lingkungan bisnis yang lebih tidak pasti.

Perusahaan juga mengatakan bahwa SoftBank akan memberikan rincian kesepakatan tersebut dalam pengumuman kinerja kuartal I/2023 yang dirilis bulan Mei mendatang.

Alibaba dan SoftBank belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai aksi korporasi ini. Adapun saham Saham Alibaba yang terdaftar di bursa AS turun 1,3 persen dalam perdagangan setelah jam reguler.

Baca juga: Google dan Amazon Tak Mudah PHK Karyawan di Eropa

Sepanjang tahun 2022, SoftBank membukukan laba US$34 miliar tahun lalu setelah memangkas kepemilikannya di Alibaba menjadi 14,6 persen dari 23,7 persen. Langkah ini dilakukan untuk menopang cadangan kasnya di tengah kerugian besar yang dialami oleh unit usaha Vision Fund.

Alibaba telah kehilangan lebih kapitalisasi pasar nyaris 70 persen dari level tertinggi sepanjang masa pada akhir 2020.

Penurunan ini sebagian disebabkan oleh tindakan keras pemerintah China terhadap sektor teknologi yang mencakup denda besar pada Alibaba dan pengawasan terhadap kerajaan bisnis pendiri Jack Ma.

Alibaba Bakal Pecah

Sementara itu, Alibaba Group Holdings mengungkapkan rencana besar perombakan bisnisnya dengan membagi bisnisnya menjadi enam unit terpisah. 

Restrukturisasi besar-besaran ini terjadi setelah Jack Ma kembali ke China membuat penampilan publik yang langka dan karena China telah mengisyaratkan bahwa tekanan peraturan terhadap industri internet akan segera berakhir.

Baca juga: LG Energy Kepincut AS, saat Pastikan Tak jadi Mundur dari RI

Selain itu, Alibaba akan mengeksplorasi penggalangan dana atau pencatatan umum untuk sebagian besar daru unit tersebut. Restrukturisasi ini juga menjadi langkah terbesar dari perusahaan teknologi ini dalam 24 tahun sejarahnya.

Adapun keenam kelompok usaha dari Alibaba tersebut antara lain: 

  • Cloud Intelligence Group: bisnis cloud dan kecerdasan buatan perusahaan
  • Taobao Tmall Commerce Group: platform belanja online Taobao dan Tmall
  • Grup Layanan Lokal: layanan pengiriman makanan Alibaba Ele.me serta pemetaannya
  • Cainiao Smart Logistics: layanan logistik Alibaba
  • Global Digital Commerce Group: termasuk bisnis e-commerce internasional Alibaba seperti AliExpress dan Lazada
  • Grup Media dan Hiburan Digital: bisnis streaming dan film Alibaba

Dilansir dari bisnis.com yang mengutip Reuters pada Selasa (29/3/2023), menurut dua sumber yang mengetahui pemikiran perusahaan, grup tersebut telah lama berencana untuk memisahkan unit bisnis individu. 

Perusahaan juga mengatakan bahwa akan mengadakan conference call pada hari Kamis (30/3/2023) untuk membahas rencana ini. 

Selain itu, kedua sumber tersebut juga mengatakan bahwa akan ada lima penawaran umum perdana dari unit tersebut. Sedangkan Taobao dan Tmall, yakni penggerak pendapatan inti Alibaba, akan tetap dengan entitas terdaftar saat ini. (Kathleen Dewitri/Jessica Gabriela Soehandoko)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.