Kajian Pertamina terkait Harga BBM Turun atau Naik Per April

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei melambung 5,1 persen, menjadi US$72,81 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Jaffry Prabu Prakoso

29 Mar 2023 - 14.40
A-
A+
Kajian Pertamina terkait Harga BBM Turun atau Naik Per April

Petugas melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU di Jakarta. /Bisnis-Nurul Hidayat.

Bisnis, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) masih mengkaji perkembangan sejumlah faktor pembentuk harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri untuk ketetapan harga jual per April 2023. 

Kajian itu belakangan makin hati-hati dilakukan setelah harga minyak mentah dunia kembali melonjak akibat penghentian beberapa ekspor dari Irak.

Seperti diketahui, berhentinya ekspor itu menambah kekhawatiran serius pada pasokan minyak dunia beberapa bulan ke depan. 


Pengendara mengisi bahan bakar di SPBU, di Jakarta. Bisnis-Dwi Prasetya


Adapun, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei melambung 5,1 persen, menjadi US$72,81 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. 

Begitu pun dengan minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei melonjak 4,2 persen, menjadi ditutup pada US$78,12 per barel di London ICE Futures Exchange. Brent terangkat 2,8 persen pekan lalu, sementara WTI rebound sebesar 3,8 persen karena kegelisahan di sektor perbankan mereda. 

“Harga BBM masih kami kaji. Selain harga minyak mentah, harga BBM juga mempertimbangkan Mean of Platts Singapore (MOPS) dan kurs,” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, saat dihubungi, Rabu (29/3/2023).

Baca juga: Babak Baru Indonesia Kembangkan Nuklir untuk PLTN

Kendati demikian, Irto menegaskan bahwa harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tidak bakal mengalami perubahan dari posisi saat ini. Keputusan itu dibuat untuk menjamin akses energi kepada masyarakat di tengah gejolak harga minyak mentah dunia yang masih berlanjut hingga awal tahun ini. 

“Untuk BBM subsidi belum ada perubahan, masih sesuai yang ditentukan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo per 1 Maret 2023.

Penyesuaian harga dilakukan guna mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Baca juga: Optimasi & Efisiensi Bawa Kinerja Kilang Pertamina Lewati Target

Dalam keputusan tersebut, harga Pertamax cs mengalami perubahan per 1 Maret 2023 yakni Pertamax (RON 92) dan Pertamax Turbo (RON 98).

Dengan adanya penyesuaian, maka Harga Pertamax di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Bali naik menjadi Rp13.300 per liter dari sebelumnya Rp12.800 per liter.


Selain itu, harga Pertamax Turbo di Pulau Jawa juga tercatat naik menjadi Rp15.100 per liter dari sebelumnya Rp14.850 per liter.

Sementara itu, harga Dexlite turun menjadi Rp14.950 per liter dari sebelumnya Rp16.150 per liter, sedangkan harga Pertamina Dex turun menjadi Rp15.850 per liter dari sebelumnya Rp16.850 per liter.

Adapun, harga BBM jenis solar subsidi dan Pertalite (RON 90) tidak mengalami perubahan harga, di mana masing-masing dibanderol Rp6.800 per liter dan Rp10.000 per liter. (Nyoman Ary Wahyudi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.