Kala Pemerintah Gandeng Pengembang Bangun Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Sejumlah upaya memang terus dilakukan untuk menarik minat lebih banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara berkunjung di 5 destinasi wisata super prioritas.

Yanita Petriella

29 Apr 2024 - 15.22
A-
A+
Kala Pemerintah Gandeng Pengembang Bangun Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Pemandangan pesisir pantai dari Puncak Waringin, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang merupakan salah satu venue KTT Asean 2023. BisnisFeni Freycinetia

Bisnis, JAKARTA – Pemerintah mendorong swasta untuk turut serta terlibat membangun 5 destinasi wisata super prioritas. Adapun kelima destinasi wisata super prioritas yang dicanangkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tersebut mencakup Borobudur, Danau Toba, Likupang, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Sejumlah upaya memang terus dilakukan untuk menarik minat lebih banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara berkunjung di 5 destinasi wisata super prioritas. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengatakan dalam membangun destinasi wisata super priortas pemerintah tidak dapat melakukan sendiri karena membutuhkan peran swasta. 

Salah satu yang dilakukan dengan menggandeng Real Estat Indonesia (REI) dalam upaya mengakselerasi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui program-program yang tepat sasaran dan tepat manfaat.

Kerja sama antar kedua belah pihak ditandai dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) yang dilakukan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dan Ketua Umum DPP REI Joko Suranto saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) REI ke-52. 

Menurut Sandiaga, kerja sama ini merupakan hasil dari gerak cepat Kemenparekraf dan REI dalam mendukung upaya pembangunan infrastruktur di destinasi pariwisata di Indonesia.

“Salah satu yang kita kerja-samakan rumah kreasi nusantara yang diharapkan dapat mengisi kegiatan ekonomi kreatif di Indonesia. Dan menurut saya, ke depannya kolaborasi ini akan lebih baik,” ujarnya dikutip dari laman resmi Kementerian Pariwisata, Senin (29/4/2024).

Rumah Kreasi Nusantara akan menjadi ruang kreatif yang menampilkan (showcase) deretan produk-produk ekonomi kreatif yang dihasilkan oleh pelaku kreatif lokal.

Baca Juga: Mencari Solusi Dana Iuran Pariwisata agar Tak Bebankan Tiket Pesawat

Sandiaga juga membuka peluang bagi para investor terkhusus pengembang properti REI untuk berinvestasi di destinasi pariwisata superprioritas termasuk Labuan Bajo jika ingin menanamkan modal atau membuka usaha. Adapun untuk wisata di Labuan Bajo akan dikembangkan dengan mengusung konsep green tourism. 

Harapannya dengan membuka peluang investasi dapat mendukung pengembangan green tourism di destinasi prioritas ini dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi lingkungan tapi juga terciptanya peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Adapun destinasi yang diperlukan di Labuan Bajo yakni wisata daratan. Hal ini karena daya tampung di Pulau Komodo 250.000 orang, sedangkan kapasitas Bandara Labuan Bajo menampung 1 juta turis sehingga harus dibangun destinasi lain selain destinasi daratan yang telah ada seperti Batu Cermin dan Wae Rebo. 

Destinasi ke Pulau Komodo tidak harus dilakukan di waktu bersamaan sehingga destinasi wisata darat lain terbangun dengan melibatkan pengembang-pengembang REI,” ucapnya. 

Selain pengembangan destinasi pariwisata dan infrastruktur ekonomi kreatif, ruang lingkup kerja sama juga meliputi pertukaran data dan informasi, pengembangan industri dan investasi di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif hingga pengembangan ekonomi digital dan produk kreatif.

Ketua Umum DPP REI Joko Suranto menuturkan pihaknya memiliki 38 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang nantinya dapat membantu pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif tiap daerah di Indonesia.

“Indonesia itu terlalu besar dan harus sama-sama kita bangun bersama. Insyaallah melalui MoU ini menjadi langkah yang baik bagi pengembangan infrastruktur ekonomi kreatif Indonesia ke depan. Pastinya kita niatkan yang terbaik insyaAllah akan membawa yang terbaik,” tuturnya. 

REI berkomitmen untuk merealisasikan kerjasama tersebut, sehingga bukan sekadar MoU dan target semata. Dia mengharapkan kerjasama kedua belah pihak dapat memberi jalan kepada pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk satu saat menjadi pengusaha besar. 

“Kami merasa senang dan gembira bisa terlibat dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional di Indonesia, karena ada 38 DPD REI yang bersama-sama dapat merealisasikan kesepakatan tersebut,” ucapnya. 

Pihaknya menyatakan siap menggarap potensi destinasi pariwisata di Labuan Bajo. Pasalnya, saat ini durasi kunjungan wisatawan di Labuan Bajo masih relatif pendek, yakni berkisar 2 hingga 3 hari. Hal ini disebabkan masih minimnya pilihan destinasi wisata dan pengembangan properti untuk menopang pariwisata masih berskala kecil.

“Kami sudah terbukti mampu mengembangkan rumah kecil hingga berskala kota,” tuturnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.