Kaleidoskop 2022 : Bursa Kebanjiran Rights Issue Bank Kecil

Aksi rights issue dan private placement dari kalangan bank kecil cukup mendominasi aksi korporasi yang terjadi di pasar modal sepanjang 2022 ini. Langkah bank-bank ini dilatarbelakangi keterdesakan oleh tuntutan OJK untuk segera memenuhi batasan modal inti Rp3 triliun.

Emanuel Berkah Caesario

23 Des 2022 - 16.29
A-
A+
Kaleidoskop 2022 : Bursa Kebanjiran Rights Issue Bank Kecil

Ilustrasi rights issue. Sumber: Canva

Bisnis, JAKARTA — Sepanjang tahun 2022, sejumlah bank kecil terpantau ramai menggelar aksi korporasi lewat skema rights issue hingga private placement guna menambal ketentuan minimum modal inti perbankan Rp3 triliun yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jumlah saham baru yang dikeluarkan tiap emiten cenderung bervariasi. Namun, jika ditotal, jumlah saham yang dikeluarkan 10 emiten ini diperkirakan berjumlah sebanyak-banyaknya sebesar 51,02 miliar helai saham.

Berdasarkan catatan Bisnis, Bank Capital menjadi yang paling banyak menerbitkan saham baru dengan jumlah sebanyak 19,94 miliar lembar saham atau setara dengan 72,14 persen dari modal ditempatkan dan modal disetor perseroan.

Untuk diketahui, POJK No.12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum, mewajibkan lembaga perbankan memiliki modal inti sebesar Rp3 triliun hingga batas akhir pada 31 Desember 2022. Hal ini mendorong bank-bank kecil harus segera mencari tambahan modal.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam agenda rapat dewan komisioner bulanan (RDKB) Desember 2022, mengatakan bahwa progres mengenai jumlah bank yang belum memenuhi ketentuan modal inti terus bergerak signifikan.

“Hampir sepenuhnya sudah memenuhi ketentuan [modal inti] Rp3 triliun. Sebagian masih dalam proses proses rights issue di pasar modal,” ujarnya dalam konferensi pers beberapa waktu lalu, dikutip Selasa (20/12/2022).

Berikut kilas balik mengenai daftar 10 bank mini yang menggelar aksi rights issue dalam memenuhi ketentuan modal inti minimum:

 

1. Bank Maspion (BMAS)

PT Bank Maspion Indonesia Tbk. (BMAS) dalam aksi rights issue mengeluarkan sebanyak 4.176.853.845 atau 4,17 miliar lembar saham baru.

Jumlah saham yang diterbitkan dalam uoaya aksi korporasi tersebut sama dengan 48,45 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah terlaksananya PMHMETD II.

Adapun, nilai nominal yang ditetapkan berada di level Rp100 dengan harga Pelaksanaan sebesar Rp410 per saham. Alhasil, Jumlah dana yang berpotensi diserap oleh Perseroan dari PMHMETD II ini adalah sebesar Rp1.712.510.076.450 atau Rp1,7 triliun.

 

2. Bank Capital (BACA)

Aksi korporasi PT Bank Capital Indonesia Tbk. dalam upaya menggalang modal inti Rp3 triliun dilaksanakan lewat skema penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

BACA menerbitkan saham baru tanpa HMETD sebanyak-banyaknya 19.946.980.337 atau 19,94 miliar lembar saham dengan nilai nominal yang dipatok Rp100 per saham.

Seiring dengan banyaknya jumlah saham baru yang dikeluarkan, manajemen menjelaskan bahwa jumlah saham baru yang diterbitkan dalam aksi private placement setara dengan 72,14 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Berdasarkan prospektus yang dibagikan, dana yang ditargetkan untuk diserap dari PMTHMETD pada 7 Desember 2022 itu nilainya mencapai Rp1,3 triliun. 

 

3. Bank Oke (DNAR)

PT Bank Oke Indonesia Tbk. dalam aksi korporasi lewat skema rights issue terbarunya mengeluarkan saham baru sevanyak 2.937.807.163 atau 2,93 miliar lembar dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Adapun, harga Pelaksanaan dalam aksi korporasi ini ditetapkan sebesar Rp170 per saham. Sehingga total seluruh dana segar yang akan diterima perseroan berjumlah Rp499.427.217.710 atau Rp499,42 miliar.

 

4. KromBank (BBSI)

PT Krom Bank Indonesia Tbk. Menerbitkan HMETD sebanyak 367.472.328 atau 367 juta saham baru dalam aksi korporasi yang digelar lewat skema rights issue.

Jumlah saham yang dikeluarkan sebanyak 10 persen dari total modal ditempatkan atau disetor penuh dalam Perseroan setelah PMHMETD III. Adapun, nilai nominal per helai saham dibanderol di level Rp100 dengan harga pelaksanaan sebesar Rp2.480 per saham.

Alhasil, jumlah dana yang diperoleh perseroan dari aksi PMHMETD III Rp911,33 miliar.

 

5. Bank JTrust (BCIC)

PT Bank JTrust Indonesia Tbk. (BCIC) menjalankan rights issue pada Agustus lalu bahwa jumlah saham baru yang terserap dalam aksi tersebut mencapai 3.967.539.928 atau 3,96 miliar saham.

Sebelumnya perusahaan memproyeksikan 4.242.714.624 (4,24 miliar) saham seri C baru dengan target dana Rp1,27 triliun. Adapun, nilai nominal yang ditetapkan sebesar Rp100 per saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp300.

Maka, nilai emisi saham dalam PMHMETD melalui PUT II 2022 mulanya sebanyak-banyaknya Rp1,27 triliun.

 

6. Bank Victoria (BVIC)

PT Bank Victoria International Tbk. mengeluarkan saham sebanyak-banyaknya 4.955.425.905 (4,95 miliar) saham biasa pada aksi rights issue yang digelar atau sebesar 27,54 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah PMHMETD VII.

Lebih lanjut, nilai nominal yang ditetapkan sebesar Rp100 per saham dengan kisaran dengan arga Pelaksanaan sebesar Rp130 sampai dengan Rp155 per saham, sehingga jumlah kisaran dana yang diterima perseroan sebanyak-banyaknya Rp644,20 miliar sampai dengan Rp768,09 miliar.

Warga beraktivitas dengan latar logo PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) di Jakarta, Selasa (25/1/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

7. Bank Amar (AMAR)

PT Bank Amar Indonesia Tbk. mengeluarkan sebanyak-bamyaknya 4.560.722.760 (4,56 miliar) saham baru atau sebesar 24,81% dari modal ditempatkan atau disetor penuh perseroan setelah aksi rights issue atau PMHMETD II.

Manajemen menjelaskan, nilai nominal yang ditetapkan sebesat Rp100 per saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp280 per saham. Dengan demikian, jumlah dana yang diproyeksi diterima perseroan dari aksi PMHMETD II ini adalah sebesar Rp1,27 triliun.

 

8. Bank Ganesha (BGTG)

Melalui aksi korporasi pemberikan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue), BGTG saham HMETD sebanyak-banyaknya 7.500.000.000 (7,5 miliar) atau sebanyak-banyaknya 45,53% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah PMHMETD II.

Nilai nominal yang ditetapkan sebesat Rp100 per saham dengan harga pelaksanaan Rp120, per saham, sehingga jumlah dana yang diterima Perseroan dalam PMHMETD II ini sebanyak-banyaknya sebesar Rp900 miliar.

 

9. Bank Raya (AGRO)

PT Bank Raya Indonesia Tbk. melaksanakan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2.320.000.000 (2,32 miliar) lembar saham atau sekitar 9,26 persen dari jumlah saham Ditempatkan dan Disetor penuh setelah pelaksanaan rights issue.

Adapun, nilai nominal yang ditetapkan Rp100 per saham dengan membayar harga pelaksanaan sebesar Rp500 per saham. Dengan asumsi seluruh HMETD dilaksanakan untuk membeli saham, maka AGRO memperoleh dana sebesar Rp1,16 triliun.

 

10. Bank Ina (BINA)

PT Bank Inda Perdana Tbk. sebelumnta menawarkan sebanyak-banyaknya 296.854.687 (296,85 juta) atau sebesar 4,76 persen dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh.

Sedangkan, nilai nominal saham ditetapkan sebesar Rp100 per saham dengan harga pelaksanaan Rp4.050 per saham. Sehingga jumlah dana yang diterima Perseroan diperkirakan sebanyak-banyaknya sebesar Rp1,2 triliun.

(Reporter: Alifian Asmaaysi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.