Kans Grup Djarum Rajai Bisnis Menara Lewat TOWR

Akuisisi SUPR mengukuhkan TOWR sebagai operator menara tetap terbesar pertama dari segi jumlah menara, jumlah tenants, pendapatan, EBITDA, laba bersih dan ROE.

Pandu Gumilar

6 Des 2021 - 11.38
A-
A+
Kans Grup Djarum Rajai Bisnis Menara Lewat TOWR

Miliarder Indonesia Michael Bambang Hartono, salah satu pemilik Djarum Group, berfoto setelah wawancara di Jakarta, Indonesia, pada 21 Agustus 2018. Hartono, salah satu orang terkaya di Indonesia, yang pundi-pundi kekayaannya berasal dari tembakau, perbankan, dan telekomunikasi, adalah seorang taipan dan juga pemain bridge profesional berusia 78 tahun. Bisnis.com/Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis, JAKARTA — Cengkeraman Grup Djarum di bisnis jasa infrastruktur telekomunikasi makin kuat setelah PT Solusi Tunas Pratama Tbk. resmi terkonsolidasi ke dalam tubuh PT Sarana Menara Nusantara Tbk. Peluang untuk menjadi raja menara telekomunikasi di Indonesia pun bertambah sengit.

Tidak hanya dari sisi aset, kinerja fundamental emiten berkode saham TOWR itu pun dapat mengungguli para kompetitornya, seperti PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) maupun PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel.

Per kuartal III/2021, emiten berkode saham TOWR itu mencetak pendapatan sebesar Rp6,06 triliun. Jumlah tersebut naik 9,1% dibandingkan dengan 9 bulan 2020 sebesar Rp5,55 triliun. Pendapatan sewa menara masih menjadi motor utama dengan torehan mencapai Rp5,63 triliun.

Adapun yang menjadi pelanggan utama adalah PT XL Axiata Tbk. (EXCL) sebesar Rp1,7 triliun atau 28% dari total pendapatan. Lalu, PT Hutchison 3 Indonesia Rp1,6 triliun atau setara kontribusi 26%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.