Kapal Baru Pakai Energi Terbarukan Makin Mendesak

Rata-rata usia kapal yang berlayar di Indonesia saat ini berusia di atas 15 tahun.

Lorenzo Anugrah Mahardhika

30 Apr 2024 - 21.15
A-
A+
Kapal Baru Pakai Energi Terbarukan Makin Mendesak

Direktur Utama PT Pertamina International Shipping Yoki Firnandi (dari kiri) bersama dengan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antoni Arif, Ketua Umum Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia Akbar Djohan dan Head of Special Digital Products Bisnis Indonesia Yusuf Waluyo Jati saat diskusi sesi pertama Bisnis Indonesia Shipping & Logistics Forum 2024 di Jakarta, Selasa (30/4/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis, JAKARTA – Penggunaan kapal dengan energi terbarukan dianggap semakin penting. Hal tersebut dalam rangka merealisasikan target emisi nol persen atau net zero emission (NZE).

Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Antoni Arif mengatakan bahwa pengurangan emisi karbon pada sektor maritim Indonesia perlu dilakukan sesegera mungkin. 

Hal tersebut seiring dengan upaya Organisasi Maritim Internasional atau International Maritime Organization (IMO) untuk merealisasikan emisi nol persen pada 2050.

Baca juga: Efek Domino Pengurangan Bandara Internasional di Tanah Air

Oleh karena itu, upaya pengurangan emisi karbon di sektor maritim Indonesia sudah harus dipikirkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan menurut Arif adalah pengembangan kapal yang menggunakan energi terbarukan.

Berdasarkan catatannya, rata-rata usia kapal yang berlayar di Indonesia saat ini berusia di atas 15 tahun, sehingga usia operasional kapal tersebut hanya menyiapkan sekitar 10 tahun lagi.

"Pembangunan kapal dengan energi terbarukan sudah harus dipikirkan supaya bisa membantu target net zero emission 2050. Karena 2050 itu relatif sudah dekat," ujar Arif dalam acara Bisnis Indonesia Shipping and Logistics Forum 2024, Selasa (30/4/2024).

 

 

Dia menuturkan, untuk mengupayakan hal tersebut, Kemenhub tengah membangun klaster sektor maritim atau maritime cluster. Arif mengatakan, maritime cluster adalah mengidentifikasi para stakeholder terkait pada industri maritim.

Arif menuturkan, klaster ini diperlukan agar masing-masing instansi dan perusahaan dapat menjalankan perang yang sesuai. Ini termasuk dalam upaya pengembangan kapal dengan energi terbarukan tersebut.

Baca juga: Kemenhub: Kebutuhan Kapal Baru Pakai Energi Terbarukan Mendesak

Meski demikian, Arif tidak memerinci detail terkait kapan target klaster tersebut akan diselesaikan.

"Ini sedang kita susun pengklasteran ya, di layer satu siapa, layer dua siapa, dan lainnya. Karena harus ada keterkaitan antarlembaga," ujar Arif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.