Kapasitas Batu Bara Diroyeksikan Meningkat Meski Indonesia Berniat Transisi Energi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan akan mengurangi target energi terbarukan dari 23% pada 2025 menjadi sekitar 17% hingga 19%.

Redaksi

24 Apr 2024 - 21.46
A-
A+
Kapasitas Batu Bara Diroyeksikan Meningkat Meski Indonesia Berniat Transisi Energi

ilustrasi batu bara

Bisnis, JAKARTA – Laporan terbaru dari Global Coal Plant Tracker menunjukan Indonesia menempati peringkat keempat dunia untuk kapasitas batu bara yang diusulkan. Proyeksi menunjukan peningkatan mencapai 13,8 gigawatt hingga akhir dekade.

Peneliti Global Energy Monitor Lucy Hummer mengatakan pembangkit batu bara yang perlu ditutup harus dilaksanakan secara segera. Tujuannya agar pembangkit di negara-negara yang dimaksud tidak resmi dibangun.

“Indonesia sederhananya tidak bisa memangkas pembangkit listrik tenaga batu bara apa pun, terlepas apakah terkait dengan industri tertentu atau tidak, dari perencanaan transisi energi bersih,” ujar Hummer dikutip dari pernyataan resmi, Rabu (24/4/2024).

Sebanyak seperempat pembangkit listrik tenaga batu bara di Indonesia adalah batu bara captive. Jumlah pembangkit batu bara captive tercatat sepuluh kali lebih banyak dibanding pada 2013. 

Mayoritas sumber listrik pembangkit batu bara digunakan untuk industri pengolahan logam. Proyek batu bara juga mendukung industri smelter nikel menjadi lebih cepat.

Baca Juga: Produksi Batu Bara Nasional Capai 195 Juta Ton



Meskipun nikel olahan Indonesia menjadi melimpah dan murah, produk tersebut menjadi lebih kotor. Hal tersebut disebabkan oleh pembangkit batu bara captive

Jumlah nikel yang digunakan untuk teknologi baterai hanya sebesar 3%. Dengan nikel sebagai bahan baku utama, teknologi baterai merupakan salah satu bagian dari transisi energi.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan akan mengurangi target energi terbarukan dari 23% pada 2025 menjadi sekitar 17% hingga 19%. Kapasitas pembangkit listrik energi terbarukan di Indonesia hanya meningkat sebesar 539 megawatt pada 2023.

Indonesia memiliki potensi solar dan angin berskala utilitas terbaik ketiga di Asia Tenggara, yakni mencapai 19 gigawatt. Namun, jumlah kapasitas surya dan angin yang beroperasi hanya menempatkan Indonesia pada urutan ke-8 di antara negara-negara di Asia Tenggara

Global Coal Plant Tracker mencatat kenaikan kapasitas pembangkit batu bara secara global mencapai 69,5 gigawatt. Di sisi lain, jumlah yang ditutup hanya sebesar 21,2 gigawatt. Peningkatan ini merupakan yang tertinggi sejak 2016.

(Muhammad Nishfi Azriel)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.