Free

Kapitalisasi Pasar BREN Bukan Terbesar Lagi usai Kena Pantau

Kapitalisasi pasar BREN bertengger di level Rp1.100,39 triliun pada Jumat (31/5/2024) hingga pukul 13.35 WIB. Harga saham BREN ambrol 9,86% menuju posisi Rp8.225.

Dionisio Damara

1 Jun 2024 - 15.18
A-
A+
Kapitalisasi Pasar BREN Bukan Terbesar Lagi usai Kena Pantau

Kegiatan usaha energi terbarukan BREN. /BREN

Bisnis, JAKARTA – Emiten Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) meninggalkan posisi top market cap atau kapitalisasi pasar terbesar akibat masuk papan pemantauan khusus (PPK) full call auction.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), kapitalisasi pasar BREN bertengger di level Rp1.100,39 triliun pada Jumat (31/5/2024) hingga pukul 13.35 WIB. Harga saham BREN ambrol 9,86% menuju posisi Rp8.225. 

Posisi market cap terbesar kembali dihuni PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) senilai Rp1.124,88 triliun. Saham BBCA tercatat meningkat 1,39% ke level Rp9.125. 

Baca juga: Asa Chandra Asri (TPIA) Perbaiki Kinerja Usai Telan Rugi di Awal Tahun

Hingga perdagangan sehari sebelumnya, BREN masih menyandang status sebagai emiten kapitalisasi terbesar dengan raihan Rp1.221 triliun. Adapun kapitalisasi BBCA sebesar Rp1.098 triliun. 

Seiring masuknya BREN ke dalam PPK full call auction, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan reli pelemahan selama tiga hari. IHSG kini melemah 0,88% menuju level 6.971 dan terkoreksi 3,45% selama sepekan. 

Direktur Keuangan dan SDM BEI Risa Rustam mengakui, masuknya saham BREN ke PPK full call auction turut berdampak ke transaksi harian saham dan IHSG. Mengingat emiten Prajogo Pangesti ini memiliki kapitalisasi pasar jumbo. 

“Karena BREN itu big cap, sedikit banyak pasti ada pengaruhnya ke Indeks, tapi harusnya kalau untuk RNTH secara keseluruhan tidak hanya saham-saham tertentu saja. Kan banyak lagi saham-saham lain di Bursa yang kontribusinya terhadap RNTH sangat besar,” ujar Risa. 

 

 

Dia menambahkan pendapatan Bursa sebagian besar sangat tergantung dari rata-rata nilai transaksi harian (RNTH). Alhasil, jika volume perdagangan BREN mengalami penurunan yang sangat signifikan, menurutnya juga pasti akan berpengaruh ke RNTH. 

“Meskipun mungkin signifikan atau tidaknya kan masih belum tahu ya, karena ini kan baru beberapa hari terakhir, mudah-mudahan sih tidak," kata dia. 

Masih dari data BEI per Kamis (30/5/2024), rata-rata nilai transaksi harian saham tercatat sebesar Rp11,91 triliun. Sementara itu, sampai dengan akhir tahun ini, BEI menargetkan RNTH bisa tembus hingga Rp12,25 triliun. 

Baca juga: Efek PPK Full Call Auction, Kapitalisasi Pasar BREN disalip BBCA

Risa tak menampik ada tantangan lain bagi transaksi harian saham di BEI, terutama dari kondisi makro ekonomi domestik dan juga faktor global. Kendati demikian, dia optimistis sampai akhir tahun BEI dapat mencapai target RNTH tersebut.

---------------------------

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.