Karakteristik Pemudik: Gemar Perjalanan Malam, Lengang Siang Hari

Pemudik diminta menjaga kondisi badan tetap prima dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan perjalanan mudik. Upaya ini diperlukan untuk menghindari peristiwa yang tidak diinginkan.

Rayful Mudassir

9 Apr 2024 - 06.46
A-
A+
Karakteristik Pemudik: Gemar Perjalanan Malam, Lengang Siang Hari

Foto udara sejumlah kendaraan pemudik memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama menuju arah Tol Cipali di Karawang, Jawa Barat, Senin (8/4/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis, JAKARTA - Pemerintah menemukan pola mudik berbeda tahun ini dibandingkan dengan dengan periode lalu bagi pengguna ruas tol. Kondisi ini turut mempengaruhi kesiapan pengemudi menempuh perjalanan panjang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerangkan bahwa dari empat gerbang tol keluar Jakarta yakni GT Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi dan GT Cikupa, pemerintah menyaksikan sejumlah karakteristik pemudik pada tahun ini berbeda dibandingkan musim mudik sebelumnya.

"Dari apa yang kita lihat, ada perubahan dari tahun yang lalu. Kalau tahun lalu itu pemudik lebih suka siang hari, namun sekarang lebih suka malam, sehingga siangnya cenderung kosong. Nah, bagaimana kita memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat, ini menjadi penting," katanya dalam siaran resmi, Selasa (9/4/2024).

Budi Karya berpesan kepada para pemudik untuk menjaga kondisi badan tetap prima dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan perjalanan mudik. Upaya ini diperlukan untuk menghindari peristiwa yang tidak diinginkan. 

"Jika memang kelelahan, harus beristirahat di rest area yang telah disediakan," imbuhnya.

Baca juga: 

Wanti-Wanti dan Apresiasi Jokowi Pelaksanaan Mudik Lebaran 2024

Lalu Lintas Tol Trans Sumatera Naik Signifikan Selama Periode Mudik Lebaran

Tips Mudik Aman Naik Mobil Pribadi dari Teknisi Toyota

Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengatakan manajemen arus mudik di empat gerbang tol utama keluar Jakarta berjalan dengan baik, mulai dari awal masuk di KM 50 hingga KM 414 Kalikangkung. "Terjadi peningkatan kecepatan untuk pencapaian mulai dari start sampai dengan Jawa Tengah, yang biasanya 8 jam kalau ini menjadi 6,7 jam," tuturnya. 

Sementara itu pada tahun ini, puncak arus mudik pada masa angkutan Lebaran 2024 terjadi pada H-4 Idulfitri atau 6 April 2024. Data tersebut bergeser dari tahun lalu pada H-3 Lebaran dengan tingkat kepadatan arus mudik yang turun dibanding tahun lalu. 


Untuk menjaga keselamatan perjalanan pada transportasi umum, Polri turut mempersiapkan pelayanan tes urine hingga tes kesehatan bagi pengemudi bus. "Kami menghimbau pengemudi tidak memaksakan diri ketika kelelahan karena akan berdampak fatal jika dipaksakan," ujar Kapolri.

DUKA CITA

Di sisi lain, Menhub turut menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah kecelakaan yang terjadi di KM 58 Tol Jakarta ‐ Cikampek pada Senin pagi (8/4/2024). Menhub menyampaikan, kejadian tersebut menjadi pelajaran mahal dan menjadi evaluasi untuk pelaksanaan mudik ke depan, baik dari sisi kebijakan maupun sosialisasi kepada masyarakat. 

Adapun Kapolri mengatakan pihaknya bersama dengan instansi terkait masih mencari atau mendalami penyebab pasti kecelakaan maut tersebut. Kendati begitu menurutnya, tugas yang paling utama saat ini adalah mencegah agar ini tidak terulang lagi.

"Jadi tentunya ini akan didalami oleh tim gabungan dari Polri, dari Kementerian Perhubungan, dari KNKT, sehingga nanti ditemukan kepastian penyebab terjadinya kecelakaan," kata dia, saat meninjau korban kecelakaan maut di RSUD Karawang seperti dilansir dari Antara, Senin (8/4/2024).

Menurut dia, saat ini masih dalam situasi arus mudik lebaran, sehingga diharapkan sosialisasi keselamatan masih harus terus dilakukan secara masif, dengan mengingatkan kepada pengendara agar selalu berhati-hati dalam berkendara. Sebab arus mudik kali ini jumlahnya sangat luar biasa.


Foto udara sejumlah kendaraan pemudik memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama menuju arah Tol Cipali di Karawang, Jawa Barat, Senin (8/4/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti 

Bagi pengendara yang menderita kelelahan, katanya, lebih jangan dipaksakan. Silakan istirahat dan juga bila perlu persiapkan pengemudi cadangan, sehingga bisa bergantian.

"Jadi kita harapkan ke depan [kecelakaan] menjadi hal-hal yang bisa kita antisipasi untuk mencegah terulangnya atau bertambahnya peristiwa seperti yang terjadi hari ini," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.