Kebutuhan BBM Dumai Tetap Aman, Pasca Kecelakaan Mobil Tangki BBM

Ada kecelakaan mobil tangki BBM di Dumai, Riau tak mengganggu aktivitas penyaluran BBM di wilayah tersebut.

Tim Redaksi

26 Feb 2024 - 18.01
A-
A+
Kebutuhan BBM Dumai Tetap Aman, Pasca Kecelakaan Mobil Tangki BBM

Ilustrasi mobil tangki BBM./Istimewa

Bisnis, JAKARTA – Kebutuhan BBM masyarakat wilayah Dumai dan sekitarnya dipastikan dalam kondisi aman dan terkendali, setelah insiden kecelakaan mobil tangki BBM yang terjadi Minggu (25/2/2024) di Dumai, Riau. 

Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, (Sumbagut) Susanto August Satria menerangkan stok BBM dan penyaluran di wilayah tersebut tetap terjaga, karena perusahaan telah mengambil tindakan cepat untuk menjaga stabilitas pasokan.

“Sejauh ini pekerjaan untuk menjamin pasokan BBM di area Dumai dan sekitarnya tetap berjalan. Insiden yang terjadi Minggu siang itu juga relatif tidak mempengaruhi kegiatan operasional lainnya di lapangan,” katanya dalam keterangan, Senin (26/2/2024).

Menurut Susanto, untuk mengantisipasi kejadian serupa, saat ini perusahaan tengah melakukan proses investigasi dan mengambil tindakan yang diperlukan.

Insiden kecelakaan mobil tangki tersebut terjadi pada Minggu siang, di Jalan Gatot Subroto, Kilometer 11, Kota Dumai. Berdasarkan keterangan warga, mobil tangki tersebut terguling saat berusaha menghindari truk pengangkut CPO yang berlawanan arah.

“Kami pastikan bahwa kedua awak mobil tangki tersebut selamat. Saat ini keduanya telah mendapatkan perawatan yang sesuai dengan standar di Rumah Sakit terdekat,” jelas Susanto.

Perusahaan telah mengkoordinasikan proses evakuasi mobil tangki dengan menggunakan alat berat, yang dibantu pihak kepolisian. Saat ini mobilitas masyarakat di lokasi kejadian sudah kembali normal.

Dia menambahkan, perusahaan akan terus menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama di seluruh kegiatan operasi. “Kami berkomitmen untuk terus menjaga keselamatan dan kesejahteraan semua pihak yang terlibat dalam operasional perusahaan,” katanya lagi.

Baca Juga : Yang Diuntungkan dari Publisher Rights, Perusahaan Pers atau Pekerja Media? 

Situasi lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, Km 11, Kota Dumai berangsur normal, paska insiden kecelakaan mobil tangki yang terjadi Minggu siang (25/2).

Kilang Dumai

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Dumai melakukan sejumlah program produksi dan efisiensi sepanjang 2023. Berkat upaya itu KPI berhasil menjadi penyumbang laba terbesar kedua dibandingkan dengan unit kilang lain di PT KPI Group dengan persentase mencapai 23% dari keseluruhan profit PT KPI.

General Manager PT KPI Unit Dumai Didik Subagyo mengatakan, pihaknya mengapresiasi segala upaya dan kerja keras Perwira PT KPI Unit Dumai sehingga berhasil membawa perusahaan melewati segala tantangan dan meraih capaian gemilang pada 2023. 

"Setiap kerja keras yang diberikan oleh Perwira dalam memberikan capaian terbaik bagi perusahaan pada 2023 lalu. Capaian PT KPI Unit Dumai tahun 2023 cukup membanggakan, terlihat dari key performance indicator yang mencapai angka 103,89%," ungkapnya Jumat (26/1/2024).

Dia memerincikan pencapaian ini tidak lepas dari beberapa program produksi dan efisiensi yang dijalankan selama 2023, seperti reformulasi used cooking oil (UCO) ke PatraSK sebanyak 2.400 MB yang menghasilkan cost impact sebesar US$25 juta. Kemudian, produksi avtur dengan cost impact sebesar US$8,2 juta, lalu ekspor produk LSFO Kilang Sei. Pakning dengan cost impact sebesar US$2,5 juta. 

Baca Juga : Jelang Ramadan, Harga Bahan Pangan Mulai Melonjak Naik 

Selanjutnya, melakukan produksi Pertalite dengan cost impact sebesar US$1,7 juta, optimasi pola lifting produk SF-02 dengan cost impact sebesar US$0,003 juta, inovasi penggantian valve PL-C-100 yang menghasilkan cost saving sebesar US$0,02 juta, serta berbagai program efisiensi dan inovasi lainnya.

Didik melanjutkan bahwa tidak hanya program inovasi guna peningkatan keuntungan, PT KPI Unit Dumai juga menjalankan sejumlah program peningkatan instalasi penangkal petir, pencegahan overfill, pencegahan hydrogeb attack, pencegahan korosi sulfur, digitalisasi Asset Integrity Management System (AIMS), serta pencegahan korosi Corrosion Under Insulation (CUI).

"Kita patut berbangga dengan pencapaian di tahun 2023, namun tidak boleh cepat berpuas diri. Tahun 2024 sudah menanti kita dengan target kinerja yang lebih menantang. Namun dengan kolaborasi yang baik, kita pasti bisa berbuat yang lebih baik lagi," pungkasnya.(Arif Gunawan, Rinaldi Azka)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.