KEK Sanur Raih Investasi Rp10 Triliun, Siap Saingi Singapura?

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur mendapat komitmen investasi mencapai Rp10 triliun dari berbagai pihak. Harapannya, KEK ini menjadi tujuan berobat baru bagi masyarakat yang biasa berobat ke luar negeri.

Redaksi

31 Jan 2024 - 16.00
A-
A+
KEK Sanur Raih Investasi Rp10 Triliun, Siap Saingi Singapura?

Pembangunan gedung pertemuan di Kawasan KEK Kesehatan Sanur. Bisnis/istimewa

Bisnis, JAKARTA - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur meraih komitmen investasi Rp10 triliun dari berbagai investor baik dari BUMN, swasta dalam dan luar negeri.

Direktur Utama InJourney Donny Oskaria menjelaskan total ada 16 komitmen investasi yang sudah masuk dan mulai terealisasi di KEK Sanur, komitmen investasi tersebut diraih dari 10 kerjasama yang dijajaki Bali International Hospital (BIH) dan 6 dari klinik independen yang siap membuka layanan di KEK Sanur.

“Investasi tersebut datang dari berbagai negara seperti Korea, Jepang, Turki dan Amerika Serikat,” jelas Donny, saat konferensi pers di KEK Sanur, Selasa (30/1/2023).

Yang teranyar, salah satu investor dari Alster Lake Clinik, yang berpusat di Hamburg, Jerman mulai merealisasikan investasinya dengan mulai membangun layanan di KEK Sanur. Groundbreaking klinik tersebut langsung dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Erick menjelaskan, komitmen investasi tersebut sudah mulai direalisasikan oleh sejumlah pihak termasuk BUMN senilai Rp1,3 triliun dengan membangun kawasan rumah sakit internasional, peremajaan hotel Grand Inna Bali Beach Sanur hingga pembangunan gedung convention center.

Dengan nilai investasi tersebut, Erick menyebut pemerintah sudah berhasil menghidupkan pariwisata Sanur, khususnya kawasan Grand Inna Bali Beach yang sebelumnya kurang dimanfaatkan secara optimal.

“Ketika BUMN dilibatkan dalam sistem pariwisata nasional, bisa kita lihat banyak yang bisa dioptimalkan, seperti kawasan KEK Sanur ini dulu aset terbengkalai, kemudian kami berpikir bagaimana untuk mengembangkan dengan membangun tidak hanya kawasan pariwisata tapi juga untuk wisata yang juga melibatkan industri kesehatan,” jelas Erick

Selain mengembangkan kawasan, Erick juga menyebut KEK Sanur juga berkontribusi dalam menyelamatkan sejumlah aset bersejarah seperti lukisan bersejarah yang berada di Grand Inna Bali Beach yang selama ini terbengkalai karena kurang diperhatikan. Termasuk hotel Grand Inna Bali Beach sendiri yang merupakan hotel berjeraha dibangun pada masa Bung Karno dengan dana ganti rugi dari Jepang setelah perang dunia kedua.

KEK Sanur diproyeksikan membuka sekitar 30.000 lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Bali. KEK kesehatan Sanur juga diharapkan bisa meningkatkan daya saing pariwisata Bali dan Indonesia yang saat ini masih tertinggal dari Thailand, Turki dan Singapura.

Saat ini sejumlah proyek masih dikerjakan oleh KEK Sanur seperti peremajaan hotel Grand Inna Bali Beach, pembangunan Rumah Sakit Internasional, yang sudah mulai beroperasi yakni Bali Bali Beach Convention.

Baca Juga : KEK Sanur Raih Investasi Rp10 Triliun 

Erick meresmikan Gedung Bali Beach Convention Center yang dibangun dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, Kota Denpasar, Bali, pada Selasa (30/1/2023).

Gedung dengan kapasitas 5.000 orang ini ditargetkan menjadi pusat mice baru di Pulau Dewata, yang tidak kalah dengan Nusa Dua yang saat ini menjadi pusat forum–forum besar skala nasional dan internasional di Bali.

Gedung pertemuan ini terbilang cukup megah karena memiliki ruangan pertemuan yang luas dengan berbagai fasilitas yang memadai. Lokasinya tepat berada di tepi pantai Sanur sehingga dan terintegrasi langsung dengan Bali Beach Hotel atau Grand Inna Bali Beach Sanur.

Erick Thohir menjelaskan, hadirnya Gedung convention ini bagian dari revitalisasi kawasan untuk meningkatkan daya saing pariwisata Bali. Menurutnya saat ini pariwisata Bali dan Indonesia pada umumnya masih kalah saing dengan negara seperti Thailand, Singapura, hingga Turki yang sudah dikunjungi 50 juta wisatawan.

“Kalau dihitung kontribusi pariwisata terhadap PDB masih 3 persen, padahal di negara – negara lain sudah jauh di atas itu, makanya harus ada kawasan baru yang bisa menarik minat wisatawan untuk berkunjung, itu latar belakang kami mengembangkan KEK Sanur dan sejumlah KEK lainnya seperti Mandalika, Labuan Bajo,” jelas Erick.

Baca Juga : Polemik Bayar Kuliah ITB Menggunakan Pinjol DanaCita 

Untuk melampaui negara–negara tersebut, diperlukan pengembangan kawasan yang baru, seperti KEK Kesehatan Sanur yang dilengkapi dengan hotel, Convention Center, hingga Rumah Sakit Internasional yang bekerjasama dengan Mayo Clinic.

KEK Sanur berpotensi mengumpulkan devisa hingga Rp97 triliun per tahun dan membuka sekitar 30.000 lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya menjelaskan Bali Beach Convention Center langsung menarik minat wisatawan dan penyelenggara mice untuk mengadakan acara pada 2024. Kehadiran Convention Center ini juga dinilai akan mendukung target kunjungan 7 juta wisatawan ke Pulau Dewata pada 2024

“Informasi yang kami terima, kegiatan World Water Forum akan dilangsungkan di sini (Bali Beach Convention) dimana peserta yang akan hadir mencapai 17.000 orang, dengan 45 kepala negara dari berbagai negara, jadi kami optimis keberadaan KEK Sanur dan convention center akan meningkatkan kunjungan ke Bali,” jelas Mahendra.(Harian Noris Saputra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.