Free

Kekayaan Mark Zuckerberg dan Elon Musk Ambles Gegara Rapor Keuangan

Dua raksasa teknologi asal Amerika Serikat, yakni Meta dan Tesla berhasil menggembosi kekayaan pendirinya.

Jessica Gabriela Soehandoko & Nindya Aldila

25 Apr 2024 - 15.12
A-
A+
Kekayaan Mark Zuckerberg dan Elon Musk Ambles Gegara Rapor Keuangan

Mark Zuckerberg dan Elon Musk

Bisnis, JAKARTA - Dua raksasa teknologi asal Amerika Serikat, yakni Meta dan Tesla berhasil menggembosi kekayaan pendirinya.  

Harta Elon Musk pemilik Tesla Inc., tergerus hingga US$50,4 miliar atau sebesar Rp818 triliun jika dibandingkan pada tahun sebelumnya (year-on-year/YoY), menurut Bloomberg Billionaires Index pada Kamis (25/4/2024). 

Hal itu terjadi setelah profit perusahaan anjlok 55% (YoY) menjadi US$1,1 miliar pada kuartal I/2024 dengan diikuti anjloknya harga saham hingga 43% sepanjang tahun ini.

"Tingkat adopsi kendaraan listrik secara global berada di bawah tekanan dan banyak produsen mobil lainnya yang menarik kembali kendaraan listrik dan beralih ke kendaraan hibrida plug-in," Jelas Musk, dikutip dari The Verge pada Kamis (25/4/2024).

Meski demikian, saham Tesla sudah terlihat merangkak naik hingga 12,5% setelah pengumuman perusahaan untuk meluncurkan model baru pada pertengahan 2025. 

Baca juga: Kinerja Penguasa Teknologi Global Masih Belum Bisa Diharapkan

Sementara itu, saham Meta turun 19% dalam perdagangan Rabu (24/4/2024), menghapus kapitalisasi pasar hingga US$200 miliar. Penurunan ini tetap terjadi ketika Meta melaporkan kinerja keuangan yang melebihi ekspektasi pada kuartal I/2024.

Akibat kinerja saham yang loyo, kekayaan pendiri Meta Mark Zuckerberg berkurang US$736 juta atau sekitar Rp11,9 triliun, tetapi asetnya tetap tumbuh US$47,1 miliar dalam hitungan year-to-date (YtD). 

Artinya, para investor tidak tertarik dengan pidato Mark Zuckerberg yang bakal menghabiskan belanja modal untuk pengembangan metaverse, headset, kacamata, dan sistem operasi.

“Saya pikir patut untuk diingatkan, bahwa kita secara historis telah melihat banyak volatilitas pada saham kita selama fase pedoman produk ini, di mana kita berinvestasi dalam mengembangkan produk baru namun belum menghasilkan uang,” kata Zuckerberg, dikutip CNBC International. Dia mengutip upaya masa lalu seperti layanan video pendek Reels, Stories, dan transisi ke seluler.

Meta berencana membelanjakan sekitar US$35 miliar - US$45 miliar untuk mengembangkan kecerdasan buatan, lebih tinggi dari taksiran sebelumnya mencapai US$37 miliar.

Induk Facebook ini melaporkan pendapatan yang tumbuh 27% menjadi US%36,46 miliar setelah diproyeksi mencapai US$36,16 miliar.

Dalam laporan sebelumnya, pergerakan tujuh saham yang terdiri dari Tesla (TSLA), Apple (AAPL), Alphabet (GOOGL, GOOG), Microsoft (MSFT), Amazon (AMZN), Meta (META), dan Nvidia (NVDA) tampaknya akan berakhir menjadi pendorong utama reli pasar saham. 

Kepala strategi saham UBS Investment Bank Jonathan Golub menurunkan peringkat enam dari Magnificent Seven dari overweight menjadi netral dalam riset terbarunya pada Senin (22/4/2024). 

"Penurunan peringkat 6 Besar yang kami lakukan – dari Overweight menjadi Netral – tidak didasarkan pada penilaian yang diperpanjang, atau keraguan terhadap AI," tulis Golub, dikutip Yahoo Finance. 

Namun, Bank of America Corp (BofA) memperkirakan ketujuh perusahaan tersebut tetap akan mencatat pertumbuhan sebesar 39% pada kuartal I/2024 dibandingkan kuartal pertama tahun lalu, meski angka tersebut turun dari 63% pada tiga bulan terakhir tahun 2023.


Video terkait:


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.