Kembali Menguat, IHSG Belum Mampu Kembali Tembus 6.700

Sebanyak 231 saham berakhir hijau, 279 saham merah, dan 160 saham diperdagangkan stagnan hari ini. Kapitalisasi pasar bursa parkir di level Rp8.298,14 triliun pada akhir perdagangan.

Farid Firdaus & Ika Fatma Ramadhansari

24 Nov 2021 - 15.40
A-
A+
Kembali Menguat, IHSG Belum Mampu Kembali Tembus 6.700

Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (29/6/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil kembali menguat hari ini, Rabu (24/11) setelah mengalami penurunan tajam hari kemarin. Kendati demikian, IHSG masih belum mampu kembali ke level 6.700-an.

IHSG hari ini hanya menguat tipis 0,08 persen atau 5,40 poin ke 6.683,27. Sepanjang hari, IHSG bergerak dalam rentang 6.668,05-6.698,41. IHSG sempat masuk ke zona merah pada sesi I perdagangan, tetapi segera membaik pada sesi kedua.

Adapun sebanyak 231 saham berakhir hijau, 279 saham merah, dan 160 saham diperdagangkan stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa parkir di level Rp8.298,14 triliun pada akhir perdagangan.

Investor asing terpantau mencatatkan aksi beli bersih di seluruh pasar senilai Rp417,54 miliar.

Saham PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk. (YULE) menjadi yang paling banyak diburu asing senilai Rp49,3 miliar, disusul saham PT Jasa Marga Tbk. (JSMR) yang dibeli Rp15,2 miliar, dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) yang diakumulasi Rp13,9 miliar.

Seiring penguatan IHSG, saham-saham yang melejit signifikan antara lain PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk. (SAMF), PT Central Proteina Prima Tbk. (CPRO) dan PT Mitra Investindo Tbk. (MITI). Ketiga saham ini masing-masing melesat 15,84 persen, 13,64 persen, dan 11,40 persen.

Sebelumnya, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, mengatakan bahwa berdasarkan analisa teknikal, IHSG berpeluang bergerak melemah dan diperdagangkan di level 6.621-6.732.

Saham yang menjadi rekomendasi Pilarmas Investindo Sekuritas hari ini adalah BBNI dan WSKT.

Lebih lanjut, Nico mengatakan pasar cukup menantikan pertemuan Bank Sentral Korea Selatan yang akan dilakukan besok. Dalam pertemuan ini, Bank Sentral Korea Selatan dikabarkan akan menaikkan suku bunganya lagi.

Sementara dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2021 menjadi perhatian pelaku pasar karena momentum pertumbuhan yang berlanjut menjadi harapan saat ini.

Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV/2021 masih berada pada tren pertumbuhan, karena kinerja ekspor menjadi penopang dari pertumbuhan tersebut.

BISNIS-27

Berbeda dibanding IHSG, indeks Bisnis-27 justru mengakhiri kinerjanya hari ini di teritori negatif. Indeks hasil kerja sama antara Bisnis Indonesia dan Bursa Efek Indonesia mengakhiri lajunya di level 516,71, melemah tipis 0,02 persen atau 0,12 poin.

Sepanjang perdagangan indeks Bisnis-27 bergerak di rentang 515,61 hingga tertinggi di level 519,96. Di antara 27 anggota konstituen indeks, sembilan saham diantaranya terpantau menguat, sepuluh saham melemah, dan sisanya delapan saham terpantau tidak bergerak dari posisi kemarin alias stagnan.

Dari 10 saham yang melemah, saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) memimpin pelemahan indeks Bisnis-27 dengan terkoreksi sebesar 4,26 persen atau 100 poin ke level 2.250.

Selanjutnya, saham PT Elang Mahkota Teknolgi Tbk. (EMTK) turut melemah 2,49 persen atau 50 poin ke posisi 1.960. Berikutnya saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. (INKP) yang turun 2,03 persen ke posisi 8.425.

Selain itu, juga ada saham PWON yang turun 1,87 persen, AALI turun 1,21 persen, UNTR turun 0,88 persen, dan ADRO yang turun 0,59 persen.

Sementara itu, sembilan saham yang menahan pelemahan indeks Bisnis-27 pada hari ini dipimpin oleh terapresiasinya saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) sebesar 1,69 persen atau 100 poin ke posisi 6.000.

Selanjutnya saham ANTM juga terpantau naik sebesar 1,67 persen, AMRT naik 1,60 persen, JPFA naik 1,21 persen, dan BBNI naik 1,07 persen.

Adapun sisanya delapan saham di dalam indeks Bisnis-27, ditutup stagnan. Saham tersebut adalah BBCA, KLBF, TLKM, BBRI, BMRI, MDKA, TPIA, dan WIKA. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.