Kemenhan Teken Kontrak Beli Produk Pertahanan Dalam Negeri Rp2,24 Triliun

Business Matching 2024, 4-7 Maret, melibatkan partisipasi 4.437 peserta, terdiri atas perwakilan kementerian, lembaga, pemerintah daerah (K/L/PD), badan usaha, asosiasi, dan perusahaan industri.

Lukman Nur Hakim

9 Mar 2024 - 00.30
A-
A+
Kemenhan Teken Kontrak Beli Produk Pertahanan Dalam Negeri Rp2,24 Triliun

Hadir dalam Business Matching 2024, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, mewakili Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. - Foto Kemenperin

Bisnis, DENPASAR-Kementerian Pertahanan menandatangi kontrak pembelian produk dalam negeri senilai Rp2,24 triliun dalam acara Business Matching 2024 yang digelar Kementerian Perindustrian.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa kontrak pembelian senilai Rp2,24 triliun dari total anggaran Rp9,3 triliun itu dilakukan Kementerian Pertahanan dengan PT Len Industri (Persero) dan PT Pindad (Persero).

“Pembelian untuk pengadaan amunisi, senjata, kendaraan tempur, dan kendaraan taktis, serta sistem alat peralatan pertahanan dan keamanan,” kata Agus di Denpasar, Kamis (7/3/2024).

Hadir dalam Business Matching 2024, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, mewakili Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Dalam agenda Business Matching 2024, juga dilaksanakan pemberian penghargaan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) bagi pengguna dan produsen produk dalam negeri.

Kementerian Pertahanan menerima penghargaan terbaik pada kategori Lembaga Negara dan Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Belanja Terbesar, yang diserahkan oleh Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

Selain sektor pertahanan, terdapat juga penandatanganan kontrak pembelian dari sektor konstruksi senilai Rp2,09 triliun dari total anggaran Rp16,4 triliun dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

Kontrak pembelian tersebut dilakukan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk., PT Brantas Abipraya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., KSO CAMC Engineering Co. Ltd., dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

“Pembelian untuk pembangunan bandara VVIP, Gedung Sekretariat Presiden, jalan feeder di kawasan IKN, dan sebagainya,” ucap Agus.

Agus menyebutkan bahwa dengan adanya kontrak pembelian ini membuktikan bahwa industri dalam negeri sudah memiliki kemampuan dan kualitas untuk memenuhi kebutuhan dari Kementerian Pertahanan dan Kementerian PUPR.

Business Matching 2024 merupakan kelanjutan dari agenda serupa yang sudah dilaksanakan sukses sebelumnya pada 2022 dan 2023.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan pelaku industri selaku produsen dengan penggunan produk dalam negeri khususnya yang menggunakan anggaran pemerintah melalui pengadaan barang dan jasa.

Baca Juga

Siasat Menteri Naikkan Transaksi Business Matching 2024 di Bali

Membuat Mudah Sertifikasi TKDN Industri Kecil

Pelaksanaan Business Matching 2024 mencatat nilai komitmen pembelian produk dalam negeri pada pengadaan barang jasa pemerintah sebesar Rp1.428,25 triliun. Angka ini berasal dari komitmen dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah sebesar Rp585,69 triliun serta komitmen dari BUMN sebesar Rp842,56 Triliun.

“Dalam pelaksanaan Business Matching 2024 Belanja Produk Dalam Negeri telah tercapai realisasi penyerapan produk dalam negeri sebesar Rp213,68 triliun,” kata Menteri Perindustrian.

Selain itu, guna mendukung pembelian produk dalam negeri pada pengadaan barang jasa pemerintah, Kemenperin terus melakukan langkah-langkah percepatan melalui Digitalisasi Sertifikasi TKDN dan Fasilitasi Sertifikasi TKDN.

“Untuk memperkuat implementasi program P3DN, tahun ini Kemenperin akan memulai penyusunan Rancangan Undang-Undang P3DN yang akan mengatur terkait pedoman pelaksanaan P3DN dari hulu ke hilir,” tambah Agus Gumiwang Kartasasmita.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, yang juga Ketua Timnas P3DN, mengingatkan agar tidak hanya menghabiskan anggaran, namun harus berkualitas. “Semua harus terukur dari setiap policy yang kita buat. Kita mau negeri ini ke depan makin transparan,” tegas Luhut.

Business Matching 2024, 4-7 Maret, melibatkan partisipasi 4.437 peserta, terdiri atas perwakilan kementerian, lembaga, pemerintah daerah (K/L/PD), badan usaha, asosiasi, dan perusahaan industri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.