Kemenkes Lacak Transmisi Lokal Omicron Jakarta-Bogor

Seorang remaja diketahui terinfeksi Omicron. Remaja tersebut beraktivitas dari kediamannya di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menuju DKI Jakarta dengan menggunakan transportasi umum.

Saeno, Rahmad Fauzan, Edi Suwiknyo & Fitri Sartina Dewi

12 Jan 2022 - 18.36
A-
A+
Kemenkes Lacak Transmisi Lokal Omicron Jakarta-Bogor

Ilustrasi/Antara

Bisnis, JAKARTA - Seorang remaja berusia 28 tahun diketahui menjadi pasien Omicron tanpa gejala. Remaja tersebut diketahui beraktivitas dari kediamannya di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menuju DKI Jakarta menggunakan transportasi umum.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Mike Kaltarina menduga pasien tersebut tertular Omicron dari transmisi lokal sejak 6 Januari 2022.

Sementara itu, dari upaya pelacakan terhadap riwayat perjalanan pasien, sepuluh orang yang mengalami kontak erat dinyatakan negatif Covid-19.

Kementerian Kesehatan RI pun melakukan pelacakan kasus Omicron yang dibawa pelaku perjalanan Jakarta-Bogor. Hal itu dilakukan sebagai upaya mitigasi agar risiko penularan tidak meluas.

"Kasus ini bisa kita lacak asal yang bersangkutan mengingat dia bertemu siapa saja selama melakukan perjalanan Jakarta-Bogor," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi yang dikonfirmasi Antara di Jakarta, Rabu (12/1/2022).

Nadia mengatakan pelacakan terhadap riwayat perjalanan pasien dilakukan melalui koordinasi bersama Satgas Pemagangan Covid-19 serta Dinas Kesehatan di wilayah Kabupaten Bogor maupun DKI Jakarta.

Nadia mengatakan saat ini pasien tersebut sedang menjalani proses isolasi di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah di Jakarta.

Nadia mengimbau dinas terkait tetap mengintensifkan pelacakan kasus Covid-19 melalui kegiatan testing dan tracing. Masyarakat dengan gejala sakit dapat segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Deteksi dini dapat dilakukan kalau kondisi tubuh kita kurang sehat dan segera vaksin serta gunakan aplikasi PeduliLindungi," katanya.

Kemenkes RI mengonfirmasi jumlah kasus COVID-19 varian Omicron terus meningkat. Hingga Selasa (11/1/2022) dilaporkan total mencapai 802 kasus. Sebagian besar masih disumbangkan oleh pelaku perjalanan luar negeri.

Omicron Jakarta

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti mengatakan kasus Covid-19 varian Omicron di Jakarta sudah menembus angka 500 per Rabu (12/1/2021) pagi. 

Dari seluruh kasus Omicron, kata Widyastuti, 85 persen di antaranya merupakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). 

Sementara itu, kasus transmisi lokal tercatat berkisar 12-15 kasus. 

"Kasus Omicronk saya lihat tadi pagi sekitar 500-an. Sebanyak 85 persen adalah PPLN. Sementara itu, ada sekitar 12-15 kasus baru yang transmisi lokal," ujar Widyastuti kepada wartawan di Jakarta, Rabu (12/1/2022). 

Terkait antisipasi penyebaran transmisi lokal Omicron di Jakarta, Pemprov DKI Jakarta langsung melakukan lokalisir di sekitar kawasan dengan suspek Omicron. 

Sejak Pemprov DKI mengumumkan secara resmi perkembangan kasus Omicron pada 6 Januari 2022, data Dinkes DKI Jakarta mencatat penambahan kasus Covid-19 sebanyak 1.868 kasus dengan total 868.199 selama 6 - 11 Januari 2022. 

Kasus aktif, termasuk masyarakat yang masih dirawat/isolasi pada periode yang sama bertambah sebanyak 1.089 sehingga totalnya mencapai 2.483 atau setara dengan 0,1 persen dari total kasus aktif di Indonesia. 

Kasus infeksi varian Omicron, hingga 11 Januari 2022 Dinkes DKI Jakarta mencatat total kasus sebanyak 498 dengan perincian 409 merupakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dan 89 bukan PPLN. 

Pada periode 6-11 Januari 2022, Dinkes DKI Jakarta mencatat penambahan 247 kasus varian Omicron. Pasien sembuh sebanyak 852.126 orang. 

Total pasien sembuh 6-11 Januari 2022 sebanyak 554 orang. 

Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Ibu Kota saat ini mencapai 98,3 persen. Sementara jumlah pasien meninggal dunia pada periode tersebut sebanyak 1 orang. Total, DKI Jakarta mencatat jumlah kasus meninggal sebanyak 13.590.

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan resmi, Rabu (12/1/2022) mengungkapkan pentingnya kesiapan masyarakat.

Menurut Nadia, masyarakat harus bersiap menghadapi gelombang Omicron, mengingat karakteristik varian tersebut yang memiliki tingkat penyebaran sangat cepat. 

“Jika dilihat dari perkembangannya, konfirmasi Omicron cenderung mengalami peningkatan, dari pemeriksaan SGTF, kasus probable Omicron pada PPLN cenderung meningkat, hasil WGS juga menunjukkan proporsi varian Omicron yang mulai mendominasi” ujarnya. 

Namun, dilihat dari tingkat keparahan, mayoritas kasus Omicron tidak menunjukkan gejala atau memiliki gejala ringan. Sehingga tidak membutuhkan perawatan yang serius di rumah sakit. 

Untuk itu, lanjut Nadia, pihaknya akan menggencarkan layanan telemedicine bagi pasien yang melakukan isolasi di rumah. 

“Kami bekerja sama dengan 17 platform telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan jasa pengiriman obat secara gratis bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi di rumah, agar penanganan pasien dapat dilakukan seluas dan seefektif mungkin” ucap Nadia. 

Selain itu, Kemenkes akan menyertakan penggunaan obat Monulpiravir dan Plaxlovid untuk terapi pasien Covid-19 dengan gejala ringan. 

Dari sisi tracing, Nadia mengungkapkan akan dilakukan penelusuran kasus aktif dengan meningkatkan tracing menjadi lebih dari 30 per kasus positif. 

Selain itu, akan dilakukan pemeriksaan WGS pada level komunitas dengan target 1.700 sampai 2.000 WGS setiap bulan. 

"Pemerintah juga memulai vaksinasi booster Covid-19 bagi kelompok usia 18 tahun ke atas, untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan dari Covid-19 termasuk Omicron," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Saeno

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.