Kemenparekraf Gandeng Airbnb Dorong Pemulihan Pariwisata

Sejalan dengan kampanye bertajuk Wonderful Indonesia dan It’s Time for Bali, pemerintah Indonesia dan Airbnb akan meningkatkan keterampilan digital para pengusaha lokal dan menyoroti berbagai destinasi prioritas pemerintah di nusantara, dimulai dari Bali. 

Fatkhul Maskur
Nov 25, 2021 - 10:13 AM
A-
A+
Kemenparekraf Gandeng Airbnb Dorong Pemulihan Pariwisata

Kerja sama ini akan dimulai dengan menyoroti Bali sebagai destinasi utama dengan menghadirkan microsite khusus dari Airbnb. - Kemenparekraf

Bisnis, JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggandeng Airbnb untuk mendorong pemulihan industri pariwisata Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga (Kemenparekraf/Baparekraf) Salahuddin Uno mengatakan bahwa pandemi Covid-19 sangat berdampak dan mempengaruhi semua sektor, termasuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

"Kolaborasi kita dengan Airbnb bertujuan untuk membangkitkan sektor pariwisata, membuka kembali lapangan kerja seluas-luasnya, dan menyelamatkan usaha-usaha penginapan di destinasi wisata Indonesia, dimulai dengan Bali,” ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (25/11/2021).

Kemitraan Kemenparekraf/Baparekraf dan Airbnb bertujuan untuk mendorong pariwisata yang berkualitas tinggi dengan mempromosikan pengalaman dan akomodasi wisata unik di Indonesia kepada wisatawan lokal dan internasional. 

Sejalan dengan kampanye pemerintah Indonesia yang bertajuk Wonderful Indonesia dan It’s Time for Bali, kerja sama ini akan meningkatkan keterampilan digital para pengusaha lokal dan menyoroti berbagai destinasi prioritas pemerintah di nusantara, dimulai dari Bali. 

Kerja sama ini menyangkut beberapa hal.

Pertama, kedua belah pihak akan membagikan insight dan menyusun langkah terbaik yang akan mendukung pembuatan kebijakan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. 

Airbnb dan Kemenparekraf/Baparekraf akan bekerja sama untuk mendorong wisatawan yang berencana menginap dalam jangka waktu lama, serta merekomendasikan berbagai lokasi hidden gems dan memberdayakan komunitas lokal melalui wisata, terutama lima destinasi prioritas, termasuk Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo. 

Kedua, kedua belah pihak akan bersama-sama memajukan promosi destinasi dalam program Desa Wisata dari Kemenparekraf/Baparekraf, melalui peningkatan keterampilan digital untuk komunitas lokal.

Airbnb akan bekerja sama dengan Kemenparekraf/Baparekraf untuk mengadakan workshop pelatihan bagi pengusaha lokal di beberapa desa pilihan, untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan alat dalam memanfaatkan platform Airbnb dan lebih memperkenalkan akomodasi mereka kepada calon wisatawan lokal dan internasional. 

Ketiga, kerja sama ini akan dimulai dengan menyoroti Bali sebagai destinasi utama dengan menghadirkan microsite khusus dari Airbnb melalui http://www.airbnb.com/ItsTimeForBali. 

Dengan banyaknya perusahaan yang mengizinkan karyawan untuk bekerja secara remote, dan dibukanya kembali destinasi pulau-pulau populer di pertengahan Oktober bagi wisatawan yang sudah divaksinasi, Bali perlu mengantisipasi membludaknya perjalanan yang akan datang dari digital nomads dan pekerja remote. 

Microsite khusus ini menghadirkan pilihan terbaik dari penginapan dan pengalaman berlibur Airbnb bagi wisatawan lokal dan internasional yang sedang bekerja dan tinggal di Bali, serta membagikan tips perjalanan yang aman. 

MoU ini dicanangkan saat Airbnb memperkenalkan lebih dari 150 pembaruan di platformnya pada 2021 untuk mendukung kebutuhan wisatawan yang terus berkembang di tengah revolusi wisata. 

Secara global, Airbnb melihat lebih banyak tamu melakukan perjalanan dengan durasi yang lebih lama, bepergian ke lebih banyak lokasi dan tinggal di mana saja menggunakan Airbnb. Sebanyak 20% dari seluruh pemesanan penginapan Airbnb pada Juli dan September 2021 memilih menginap untuk jangka 1 bulan bahkan lebih, dan hampir setengahnya (45%) menginap dalam jangka waktu setidaknya 1 pekan.

“Kami senang dan antusias dapat bekerja sama dengan Kemenparekraf/Baparekraf untuk mempromosikan Indonesia di kancah global, dan membantu lebih banyak wisatawan untuk merasakan secara langsung berbagai destinasi yang dimiliki oleh negara ini," kata Amanpreet Singh Bajaj, General Manager for Airbnb in Southeast Asia, India, Hongkong and Taiwan.

Menurutnya, dunia sedang merevolusi cara kita hidup dan bekerja. Kemunculan teknologi memungkinkan kita untuk bekerja dari rumah, dan Airbnb memudahkan kita untuk bekerja dari rumah di mana saja, termasuk di lokasi bekerja-sambil-berlibur populer seperti Bali. 

"Kami melihat fleksibilitas baru ini dapat mendorong periode menginap dalam jangka waktu yang lebih panjang dan kegiatan bekerja-sambil-berlibur di seluruh dunia, termasuk di Asia Tenggara.”

Airbnb didirikan pada 2007 ketika dua pemilik penginapan (Hosts) menyambut tiga tamu mereka di San Francisco, dan sejak saat itu, perusahaan telah berkembang menjadi 4 juta hosts yang telah menyambut lebih dari 1 miliar tamu di hampir seluruh negara di dunia. 

Setiap hari, hosts menawarkan penginapan dan pengalaman unik yang dapat memungkinkan tamu untuk merasakan dunia dengan cara yang lebih otentik dan terhubung. 

 

Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar