Kemenperin Gandeng Korsel Tingkatkan SDM Industri

Salah satu contoh kerja sama itu dilaksanakan oleh Politeknik Industri Petrokimia Banten (PIPB) dengan PT Krakatau Posco, dan Korea National Ppuri Industry Center, yang perjanjiannya diteken pada Maret 2024.

Redaksi

12 Mar 2024 - 21.58
A-
A+
Kemenperin Gandeng Korsel Tingkatkan SDM Industri

Kolaborasi ini juga bertujuan memberdayakan para pemimpin generasi berikutnya sekaligus memperkuat hubungan Indonesia-Korea. Foto Kemenperin

Bisnis, JAKARTA – Pemerintah Indonesia menggandeng sejumlah perusahaan Korea Selatan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sehingga mampu terjun langsung di dunia kerja di era industry 4.0.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Masrokhan Sulaeman mengatakan bahwa pengembangan SDM merupakan salah satu dari prioritas dalam pelaksanaan program Making Indonesia 4.0. 

“Untuk mempersiapkan bonus demografi dengan pembangunan SDM di era digital, kelompok usia produktif harus dibekali dengan keterampilan agar mampu mengembangkan potensi diri ketika terjun langsung di dunia industri kerja dan mampu menjawab semua tantangan terkait era industri 4.0,” ujar Masrokhan di Jakarta, Sabtu (9/3/2024).

Untuk itu, Satuan Kerja (Satker) BPSDMI menggandeng sejumlah perusahaan Korea Selatan untuk bekerja sama menyelenggarakan pelatihan yang mengedepankan konsep skilling, upskilling, dan reskilling.

Salah satu contoh kerja sama itu dilaksanakan oleh Politeknik Industri Petrokimia Banten (PIPB) dengan PT Krakatau Posco, dan Korea National Ppuri Industry Center, yang perjanjiannya diteken pada Maret 2024.

Kerja sama tersebut akan diwujudkan melalui berbagai aspek, meliputi pendidikan vokasi, termasuk pengembangan program, peningkatan infrastruktur, dan kemitraan industri. Kolaborasi ini juga bertujuan memberdayakan para pemimpin generasi berikutnya sekaligus memperkuat hubungan Indonesia-Korea.

MoU ini juga mengacu pada perjanjian kerja sama antara BPSDMI dan Pusat Industri Ppuri Nasional Korea tentang Kerja Sama Teknologi Ppuri, yang ditandatangani di Jakarta pada 7 September 2023, dan MoU BPSDMI dan PT Krakatau Posco tentang Kerja Sama Penyediaan Sumber Daya Manusia Industri Sektor Logam, yang ditandatangani pada 29 Agustus 2023.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian Andi Rizaldi menyebutkan penjajakan kerja sama teknologi Ppuri dimulai pada September. Pemerintah dan pemangku kepentingan industri Korea diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pekerja industri, serta dapat membantu penerapan sertifikasi standar SDM industri di Indonesia

Wakil Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Republik Korea Byung-nae Yang menyatakan pentingnya pelatihan untuk menciptakan tenaga kerja terampil dalam mengamankan manfaat ekonomi dan daya saing negara.

Ia meyakini bahwa kerjasama ini akan meningkatkan daya saing industri manufaktur Indonesia. 

“Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi dengan sumber daya manusia yang berlimpah. Karenanya, kerja sama dalam pengembangan SDM tenaga teknologi ppuri ini akan meningkatkan daya saing manufaktur Indonesia ke tingkat berikutnya dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Baca juga:

Tiga Pemasok Hyundai Raih Sertifikat Desain Mandiri

Impor Bahan Sepatu, Hwaseung Kantongi Fasilitas Gudang Berikat

Memacu Investasi Semikonduktor Menangkap Peluang Pasar Chip

Direktur Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional Kementerian Perindustrian Syahroni Ahmad mengatakan, bahwa instansinya siap untuk memfasilitasi dengan mengawal kerja sama berbagai aspek pendidikan vokasi, termasuk pengembangan program, peningkatan infrastruktur, dan kemitraan industri.

Kerja sama teknologi Ppuri tidak hanya memberikan mahasiswa pengalaman praktis yang berharga, tetapi juga menjadi jembatan nyata antara teori dan aplikasi di dunia industri. Selain itu, pada Tahun Ajaran 2023/2024 juga dilakukan pengembangan kelas industri PT Krakatau Posco di Politeknik Industri Petrokimia Banten. 

Saat ini, terdapat 10 mahasiswa berasal dari PT Krakatau Posco yang telah menjadi bagian integral dari pembelajaran di Politeknik Industri Petrokimia Banten. “Kami yakin kelas ini akan menjadi wadah yang sangat berharga untuk menghasilkan lulusan yang siap bersaing dan berkembang dalam industri,” kata Direktur Politeknik Industri Petrokimia Banten, Supardi. (Nanda Silvia Okti)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.