Kementerian BUMN Pastikan Himbara Naikkan Suku Bunga Tahun Depan

Kementerian BUMN Erick Thohir Cs memastikan bank himbara seperti BBRI, BBNI, BMRI, dan BBTN baru menaikan suku bunga pada tahun depan.

Jaffry Prabu Prakoso

29 Sep 2022 - 16.49
A-
A+
Kementerian BUMN Pastikan Himbara Naikkan Suku Bunga Tahun Depan

ATM Himbara. /tvbisniscom


 

JAKARTA – Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo mengungkapkan bahwa Himbara atau Bank BUMN baru akan menaikan suku bunga pada tahun depan atau 2023. Hal tersebut dilakukan menyusul kenaikan suku bunga BI7DDR tahun ini.

Menurutnya, suku bunga perbankan mau tidak mau bakal turut meningkat seiring dengan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dan Fed Fund Rate (FFR).

"Suku bunga memang pasti akan meningkat seiring peningkatan BI rate. Memang transaksi tak secepat itu. Di perbankan kalau Himbara, cost of fund masih rendah sekali. Penyesuaian bunga baru awla tahun depan," jelasnya melalui keterangan pers dikutip Kamis (29/9/2022).


Karyawan beraktivitas di kantor BNI Life di Jakarta, Kamis (30/6/2022). Bisnis/Suselo Jati 


Kartiko menjelaskan bahwa keperluan kenaikan suku bunga bank Himbara, seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) tidak signfikan karena likuiditasnya yang masih cukup.

Meski begitu, Kementerian BUMN dan himbara juga tetap mengantisipasi dengan pendekatan pendapatan cukup bersyukur terhadap kinerja Bank BUMN.


Baca juga: Strategi BNI Kokohkan Bisnis Anak Usaha


Tiko, sapaannya, juga menerangkan bahwa kinerja BUMN sejumlah sektor juga mulai membaik, seperti di sektor transportasi, logistik, dan pariwisata. Bidang-bidang tersebut mulai merata perbaikannya.

"Bahkan di penerbangan, airport, pemulihan dua bulan terakhir signifikan sekali, sehingga kemampuan menyerap peningkatan bunga tahun depan cukup kuat," katanya.

Dia percaya diri bahwa BUMN pada tahun depan akan mampu menyerap kenaikan suku bunga kredit seiring kenaikan suku bunga acuan BI.


Baca juga: Ketangguhan Kinerja BTN Perkuat Daya Tarik Sahamnya, Minat Beli?


Tiko menilai bahwa tantangan cukup kuat pada emiten karya. Hal tersebut disebabkan oleh posisi utang yang tinggi, dengan EBITDA yang belum mampu menutupinya. Oleh karena itu, perlu ada restrukturisasi ulang.

Namun, dia juga melihat bahwa proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dapat menjadi salah satu katalis. BUMN karya, lanjutnya, akan menjaga IKN benar-benar dikerjakan secara sehat dengan alokasi yang tepat.

"Selain karya, memang kami juga terus memperbaiki di asuransi, kami tahu Jiwasraya sudah penyelesaian batch terakihr, sedang selesaikan penambahan lagi beberapa penambahan modal akhir. Kami juga mencoba menyehatkan industrinya ke depan," terangnya.


Karyawati PT Bank Tabungan Negara memberikan penjelasan mengenai produk perbankan kepada nasabah di Jakarta, Senin (8/1). Bisnis/Dedi Gunawan


Dia mengungkapkan bahwa industri asuransi masa lalu acap kali tidak memadai jika dibandingkan Antara pengenaan premi dengan klaim. Dengan begitu, perlu penyehatan baik Askrindo, Jamkrindo, hingga Jasindo.

"Kami memastikan produk-produk mereka, asuransi jiwa, umum, maupun asuransi kredit benar-benar bisa meliputi future claim dan hasilkan laba memadai," katanya. (Rinaldi Mohammad Azka)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.