Free

Kenali Potensi dan Risiko Investasi Pada Sukuk Tabungan ST009

Berinvestasi di instrumen SBN ritel seri ST009 memiliki sejumlah keuntungan dan risiko. Simak sebelum membelinya.

Emanuel Berkah Caesario

13 Nov 2022 - 18.15
A-
A+
Kenali Potensi dan Risiko Investasi Pada Sukuk Tabungan ST009

Bisnis, JAKARTA — Pemerintah telah memulai masa penawaran instrumen surat berharga negara (SBN) ritel seri Sukuk Tabungan 009 atau ST009 sejak Jumat (11/11) lalu dan akan berlanjut hingga akhir bulan ini, Rabu (30/11). Sebelum beli, kenali dulu potensi dan risiko instrumen investasi ini.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Kementerian Keuangan, telah memulai masa penawaran instrumen ini dengan menawarkan tingkat imbal hasil sebesar 6,15 persen per tahun. Ini adalah imbal hasil tertinggi bagi SBN ritel dalam 2 tahun terakhir.

Selain itu, tingkat imbal hasil ini pun masih akan meningkat di kemudian hari, sebab sifatnya yang mengambang dengan batas bawah (floating with floor), sejalan dengan pergerakan suku bunga acuan Bank Indonesia BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI 7DRR).

ST009 akan menjadi seri SBN ritel terakhir yang ditawarkan pemerintah tahun ini. Sejauh ini, pemerintah telah menawarkan sebanyak 6 seri SBN ritel mulai dari jenis obligasi negara ritel (ORI), savings bond ritel (SBR), sukuk wakaf ritel (SWR), hingga sukuk ritel (SR).


Adapun, ST009 akan sekaligus menjadi seri green sukuk ritel, sebab dana yang diperoleh pemerintah dari instrumen ini akan digunakan untuk proyek-proyek yang sesuai dengan prinsip syariah, serta berwawasan lingkungan atau mendukung kelestarian alam.

Lantas, apa saja potensi dan risiko instrumen ini?

 

POTENSI

  • Pembayaran imbalan atau kupon dan nilai pokok ST009 dijamin oleh negara berdasarkan Undang-Undang SBSN dan Undang-Undang APBN setiap tahunnya. Sehingga, ST009 tidak memiliki risiko gagal bayar (default).
  • Tingkat imbalan ST009 kompetitif, lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN.
  • Imbalan atau kupon pada ST009 bersifat mengambang dengan jaminan kupon minimal atau floating with floor. Artinya, kupon yang diterima investor dapat lebih tinggi saat suku bunga acuan naik, tetapi tidak bisa turun lebih rendah daripada batas minimal yang ditetapkan.
  • Pembayaran imbalan atau kupon ST009 juga akan dibayar setiap bulan. Selain itu, produk ini juga dikelola sesuai prinsip syariah.
  • Meski tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder (nontradeable), ST009 memiliki fitur early redemption tanpa dikenakan biaya atau redemption cost. Artinya, ST009 bisa dicairkan sebelum jatuh tempo, dengan persyaratan yang berlaku. Pembelian dan pengajuan early redemption tersebut juga dipermudah dengan akses melalui sistem elektronik atau online.
  • Dengan membeli ST009, masyarakat dapat turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

 

RISIKO

  • Risiko likuiditas, yakni investor akan kesulitan untuk mencairkan ST009 ketika membutuhkan dana tunai. ST009 adalah instrumen non-tradable. Artinya, investor harus bersedia untuk mengendapkan dananya hingga jatuh tempo tanpa bisa ditarik. Instrumen tidak dapat diperjualbelikan di pasar sekunder. Fasilitas early redemption hanya dapat digunakan setelah 1 tahun.

 

(Reporter: Lorenzo A. Mahardhika)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.