Kenali Produk Investasi Syariah untuk Raup Profit yang Halal

Bursa Efek Indonesia telah menyediakan beragam produk investasi syariah bagi umat muslim yang ingin menanamkan dananya di pasar modal Tanah Air.

Lorenzo Anugrah Mahardhika

2 Des 2021 - 12.57
A-
A+
Kenali Produk Investasi Syariah untuk Raup Profit yang Halal

Jakarta Islamic Index. - Bisnis.com

Bisnis, JAKARTA - Umat muslim tidak perlu lagi ragu berinvestasi di pasar modal. Itu lantaran beragam produk investasi syariah sudah tersedia di pasar modal Indonesia.

Jenis produk investasi syariah pun semkain bervariasi untuk memudahkan masyarakat, khususnya umat muslim, memilih instrumen keuangan yang paling tepat sesuai profil risiko dan kemampuannya.

Secara umum, produk investasi syariah di pasar modal berupa surat berharga atau efek. Efek syariah ini sejalan dengan prinsip-prinsip syariah yang telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Agar tidak bingung, simak empat jenis produk syariah yang bisa menjadi pilihan umat Muslim seperti dilansir dari laman situs OJK pada Senin (15/11/2021) berikut ini:

Saham Syariah

Secara konsep, saham syariah sama dengan saham pada umumnya. Itu berarti saham syariah juga merupakan tanda atau surat bukti penyertaan modal seseorang atau badan usaha pada suatu perusahaan.

Bedanya, saham syariah menggunakan prinsip syariah, yaitu kegiatan musyarakah atau syirkah. Sejauh ini, terdapat dua jenis saham syariah yang diakui di pasar modal Indonesia.

Pertama, saham yang dinyatakan memenuhi kriteria seleksi saham syariah berdasarkan peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2017 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah. Kedua, adalah saham yang dicatatkan sebagai saham syariah oleh emiten atau perusahan publik syariah berdasarkan peraturan OJK no. 17/POJK.04/2015.

Semua saham syariah yang terdapat di pasar modal syariah Indonesia, baik yang tercatat di BEI maupun tidak, dimasukkan ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK secara berkala, setiap Mei dan November. 

Sementara itu, kriteria suatu saham menjadi saham syariah yaitu emiten tidak melakukan kegiatan usaha seperti perjudian, jasa keuangan ribawi, dan perdagangan yang dilarang syariah. Selain itu, emiten-emiten juga perlu memenuhi rasio-rasio keuangan, seperti total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total aset tidak lebih dari 45 persen.

Selanjutnya, total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari 10 persen.

Adapun saham syariah bisa masuk ke dalam indeks saham yang berbeda pada saham umum. Sejauh ini terdapat 4 indeks saham syariah di pasar modal Indonesia, yakni Indeks Syariah Saham Indonesia (ISSI), Indeks Jakarta Islamic Index (JII), Jakarta Islamic Index 70 (JII70), serta Indeks IDX-MES BUMN 17.

 

Sukuk

Sukuk merupakan istilah untuk obligasi syariah (islamic bond). Sukuk secara terminologi merupakan bentuk jamak dari kata "sakk" dalam bahasa Arab yang berarti sertifikat atau bukti kepemilikan.

Berbeda dengan obligasi, sukuk bukan merupakan surat utang tetapi bukti kepemilikan bersama atas suatu aset atau proyek. Setiap sukuk yang diterbitkan memiliki aset untuk dasar penerbitan (underlying asset).

 

Reksa dana Syariah

Seperti reksa dana pada umumnya, reksa dana syariah merupakan instrumen alternatif investasi bagi investor dengan modal sedikit yang tidak mempunyai waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasinya. Reksa Dana Syariah memiliki kriteria yang berbeda dengan reksa dana konvensional pada umumnya, yakni pada pemilihan instrumen investasi dan mekanisme investasi yang tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

 

Exchange Traded Fund (ETF) Syariah

Pada dasarnya, Exchange Traded Fund (ETF) merupakan reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek. Pada dasarnya, cara kerja EFT mirip dengan reksa dana tetapi efek ini dapat diperdagangkan layaknya saham.

Semenatara, EFT Syariah merupakan reksa dana yang memenuhi prinsip-prinsip syariah, yang diluncurkan pada 2013 lalu. Untuk memenuhi prinsip syariah, investor yang akan melakukan jual beli ETF syariah harus melalui anggota bursa yang memiliki Syariah Online Trading System (SOTS). (Yuliana Hema)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Febrina Ratna Iskana
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.